
Hari Tan mendapatkan perawatan intensif. Efek dari mengkonsumsi obat perangsang membuatnya menderita sirosis hati. Penyakit itu tidak bisa disembuhkan namun masih bisa diminimalisir dan dihambat pertumbuhan jaringan yang merusak hati. Penderita sirosis hati tidak memiliki waktu banyak sejak didiagnosa. Paling cepat mereka bisa bertahan 1 tahun dalam perawatan, namun ada juga yang sampai 32 tahun. Tergantung pola hidup dan perawatan rutin non medis yang dilakukan.
Hari tak kuatir dengan masalah waktu. Selama dia berada dalam keluarganya yang sangat dicintai dan mencintainya, tak masalah baginya jika ajal menjemput kapanpun. Toh orang yang sehat dan bugar pun tidak tahu kapan ajal menjemput.
Hari terus meminta maaf pada sang istri. Karena pengaruh obat terkutuk itu membuatnya menyakiti sang istri yang kini menderita gejala kanker serviks.
Mereka saling berangkulan. Memberi kekuatan pada masing masing. Saling berjanji untuk saling menjaga di masa masa akhir hidup mereka yang tak lama lagi.
Setidaknya Hari merasa lega dia tenang jika suatu saat Tuhan memanggilnya, sang anak tak kekurangan satu apapun.
Hari tak menekan Alex untuk segera menikah dan punya anak. Dia ingin Alex benar benar mengenal pasangan hidupnya sebelum memutuskan untuk mengikatnya dalam tali pernikahan.
Mereka telah terkecoh dengan sifat baik dan rendah hati Isabel yang ternyata adalah seorang penipu dan penjahat. Hari tak mau terulang kembali. Biarlah mereka mengandalkan tangan Tuhan dalam memilihkan yang terbaik untuknya. Mereka hanya cukup menengadahkan tangan untuk berdo'a.
Hendra dan Keira telah bersiap untuk resepsi pernikahan mereka. Permasalahan diantara mereka mengenai masa lalu mereka telah mereka kubur.
Kenyataan jika Jodi pernah hampir melecehkan Leona yang berimbas terjadinya kecelakaan yang menimpa Leona dan seketika merenggut nyawanya, mungkin itu disebabkan ketidak fokusan Leona dalam berkendara karena kekecewaan yang mendalam pada sikap Jodi, menyebabkannya hilang kendali saat kecepatannya diatas rata rata dalam berkendara.
Dan hal itu juga menyebabkan Jodi terpukul. Dia menyadari jika kecelakaan yang dialami Leona adalah akibat dari tindakannya yang ingin memiliki Leona.
Dia tak berani bercerita pada siapapun. Dia cukup pengecut untuk mengakui kesalahannya.
Hingga dia menghukum dirinya sendiri dengan selalu mengkonsumsi obat tidur karena bayangan Leona dan rasa bersalah tak mau membuatnya tenang.
Semua tercantum dalam pengakuannya di surat .
Keira selesai dengan riasan nya. Gaun cantik nan elegan tapi tak berkesan murahan itu sesuai dengan make up nya.
Saat baru saja keluar dari ruang rias, Hendra yang menyambutnya untuk berjalan menuju area pesta tak bisa mengedipkan matanya.
Dia takut jika berkedip sekali saja, maka bidadari dihadapannya akan terbang.
__ADS_1
Aretha yang menyadari tingkah ayahnya yang selalu gugup jika menyangkut Keira menyenggol bahunya untuk menyadarkannya.
"Gak usah diliatin terus pa, nanti meleleh loh" goda Aretha yang membuat pipi Keira memanas.
"Adeuh adeuuuh... bener bener pasangan sejoli. Tingkahnya malu malu, kalo udah barengan malu maluin teroos" Aretha terus menggoda mereka dan berlalu ke area pesta. Membiarkan mereka menetralkan jantung mereka masing masing.
"Langsung pulang yuk" ucap Hendra tiba tiba saat menjulurkan tangan dan disambut Keira.
"Hah? kok pulang?" tanya Keira terkejut. Apa penampilan dia tak pantas? pikirnya.
"Aku gak mau mereka mengagumimu dan menatapmu terlalu lama" Hendra merajuk.
"Hhh... terus suruh siapa buang buang uang bikin beginian?" cebik Keira yang kesal dengan pendirian Hendra yang berubah ubah. Tapi sebenarnya dia menyukai sikap posesif Hendra.
Mereka akhirnya keluar menuju area pesta dengan konsep outdoor party. Hendra sengaja memilih konsep itu agar relasi yang membawa anak anak tidak akan merasa bosan dan mereka bebas berlarian diluar area yang masih dalam pengawasan tim wedding planner.
Kemunculan mereka disambut meriah oleh para tamu yang hampir semuanya adalah relasi dan teman teman Hendra.
Decak kagum tak hentinya mereka lontarkan untuk pengantin wanita dalam balutan gaun berwarna abu terang atau light grey yang menandakan kematangan dan kompromis.
Hendra mendadak sakit kepala karena mereka terus melontarkan candaan dan godaan pada Keira. Bahkan ada yang berani merayunya secara terang terangan.
"Hendra.." seru suara wanita yang mereka hafal dan baru baru ini tengah menjadi sorotan publik karena perusahaan suaminya yang bangkrut.
"Isabel" sapa Hendra.
Namun langkah Isabel terhenti kala menyadari gaun Keira ternyata jauh berbeda dengannya. Terutama warnanya.
Dipercaya jika warna gaun tamu tidak boleh sama dengan pengantin, karena bisa tertimpa kesialan.
"Siapa wanita ini?"
"Dia sangat berani berpenampilan seperti itu"
__ADS_1
"Lebih terlihat seperti ja lang"
Bisikan sebagian tamu terdengar.
Isabel memakai gaun yang Keira coba saat di butik. Gaun putih bahan kain transparan dan sedikit ornamen yang menutupi area sentitifnya membuat siapapun bisa melihatnya seolah tengah bertelanjang.
Isabel pikir dia bisa memberinya kejutan dengan memakai model dan warna yang sama untuk mempermalukannya kalau gaun itu bukanlah gaun eksklusif yang hanya diproduksi 1 buah saja. Tapi dia salah.
Keira bahkan mengenakan gaun dengan model yang jauh berbeda dengan miliknya, bahkan warnanya pun berbeda.
Dia menilik sekitarnya, ternyata para tamu wanita mengenakan gaun berwarna putih atas permintaan Hendra sebagai dress code. Dan mereka memakai sepasang berwarna abu dan abu muda.
"Sialan mereka" geram Isabel dalam hati. Namun dia menahannya agar tak mengeluarkannya.
Isabel mengulurkan tangan cantiknya pada Hendra.
"Selamat untukmu"
Sayang ulurannya tak Hendra sambut. Dia hanya menempatkan sebelah tangannya di kancing tuxedo nya lalu sedikit membungkuk untuk membalas ucapan selamat tanda berterimakasih. Membuat hati Isabel semakin dongkol.
Tangan yang mengambang itu kemudian diarahkan pada Keira. Tentu saja dia tak mau membuat tamu berpikiran jika dia wanita yang arogan.
Dengan ramah dan senyum yang selalu mengembang, Keira menyambut uluran tangan Isabel. Toh dia telah puas mengerjainya dengan gaun.
srettt
Namun tidak sesederhana itu. Isabel tiba tiba menarik Keira dan mendekapnya sambil menodongkan pisau di lehernya.
Teriakan panik dari para tamu saling bersahutan.
Hendra hendak merangsek maju untuk menolongnya namun Isabel semakin menekan pisau itu pada leher Keira yang reflek mengaduh.
"Jangan berani mendekat. Atau kamu akan lihat bagaimana aku mampu berbuat semakin jauh pada pelacurmu ini" Isabel menyeret Keira mundur, pisau yang menempel pada leher jenjang Keira sedikit menggoresnya membuat setetes darah tampak menetes.
__ADS_1
"Jika kamu ingin dia selamat, datanglah ke tempat yang nanti aku beritahukan padamu. Dan ingat, jangan ada yang mencoba membuntutiku" ancamnya yang kemudian membawa Keira masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.
🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️KABUR DULU AH