Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Kencan Kilat


__ADS_3

Byurr


Terdengar sesuatu dari kolam di belakang rumah besar itu. Tanpa menunggu lagi Hendra segera mengayunkan langkahnya kearah belakang rumah.


Terdapat berbagai bahan makanan berada diatas meja saji untuk disiangi.


Hendra menyipitkan matanya kearah kolam. Tampak seseorang tengah asik berenang dengan santai.


Bibir Hendra tertarik ke dua sisi. Dia lantas membuka helai demi helai kain yang menempel di tubuhnya.


Sore yang panas memang cocok untuk berenang.


Hendra menceburkan dirinya setelah melakukan sedikit pemanasan agar tak kram.


Dengan kemampuannya dia menyelam dan menyusul Keira hingga dia tiba di tepi kolam terlebih dahulu.


Pas bersamaan dengan sampainya Keira ke tepi kolam.


"Astaga.." Keira terkejut dengan kemunculan tiba tiba suaminya.


Dia terbatuk karena tersedak air kolam bahkan hampir tenggelam. Keira lupa jika dasar kolam itu cukup dalam sehingga tak mungkin dia menjejakkan kakinya pada dasar kolam sedang kepalanya tetap diatas air.


uhuk


uhuk


uhuk


Hendra dengan sigap menangkap tubuh ramping nan seksi milik Keira yang hanya dibalut oleh kain ketat.


Hendra sedikit mengeluh dalam hati.


'Kenapa pake beginian? orang gada siapa siapa di rumah'


Ingatkan dia untuk membuang semua swim suit milik istrinya.


"Sialan kamu, ngagetin orang" sembur Keira sedikit kesal karena benar benar terkejut.


"Maaf"


cup


"Aku panik gak nemuin kamu dimana mana"


cup


Hendra mengecupi bibir seksi Keira disela permintaan maafnya.


"Berenang bareng?" tanya Hendra kemudian yang dibalas anggukan.

__ADS_1


Hanya 2 balikan mereka berenang. Hendra tak sabar untuk segera mengungkungnya di tepian kolam.


"Sayang, kamu gak pake apa apa?" tanya Keira yang lantas menggigit bibir bawahnya kala menyadari Hendra berenang dalam keadaan polos.


"Heem. Kamu juga harusnya enggak, biar adil" jawabnya dengan suara parau.


Hendra lantas membuka tali dibahu mulus istrinya satu per satu, lalu menariknya kebawah tubuh istrinya perlahan dengan menyelam hingga kain itu benar benar terlepas dari tubuh Keira.


Dia lantas perlahan naik ke permukaan dengan menyusuri tubuh polos sang istri. Menimbulkan sensasi gelenyar aneh yang membuatnya kecanduan.


Kini mereka berhadapan tanpa pembatas sama sekali.


Hendra merapatkan tubuh polosnya pada Keira dan memagut bibirnya dengan sensual.


"Aku sudah menahannya sejak tadi siang, sayang" pinta Hendra yang langsung menyatukan inti mereka tanpa aba aba.


Keira terkesiap dan tak mau berhenti. Dia juga selalu menantikan sentuhan Hendra.


Sesi satu selesai. Hendra terpaksa mengakhirinya karena ancaman Keira akan dikerok lagi kalau terlalu lama berendam di kolam.


Keira yang sudah menyiapkan handuk besar dan bath robe beranjak terlebih dahulu lalu masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan milik suaminya.


"Aku yang masak aja" sedikit berteriak Hendra lalu berinisiatif menyiapkan dan menyiangi bahan bahan yang sudah Keira bawa ke dapur luar tanpa mengenakan apapun dulu selagi Keira mengambil handuk dan bath robe nya.


"Sayang, kamu apa apaan sih kek tuyul aja" Keira terkejut dengan kelakuan Hendra yang tengah polos memotong sayuran. Dia lantas memakaikan bathrobe padanya dan mengeringkan rambutnya dengan berjinjit menggunakan handuk.


Hendra menyempatkan berbalik untuk mengecup bibir Keira sekilas.


Hendra tak merasa keberatan atau terganggu. Dia bahkan menikmati ditempeli Keira seperti itu.


Keira tetap bertengger di punggung Hendra menyaksikannya memasak dengan lihai.


Selesai dengan masakannya, Hendra membawa hasil masakannya ke ruang makan yang berada di dalam karena angin sore yang berhembus cukup kencang bagi mereka yang baru saja berenang.


Keira makan dengan Hendra sepiring berdua, tapi tak lagi dipangku karena Keira ingin Hendra makan lebih leluasa dan banyak agar bisa menggempurnya lagi🤭


💪


💪


💪


"Sayang, apa orang pemasaran juga harus bisa bahasa pemrograman?" tanya Keira di sofa depan tv sambil bersandar pada Hendra. Mereka masih mengenakan bath robe.


Hendra yang sedang memejamkan mata sambil menikmati sentuhannya memainkan salah satu bukit kenyal Keira sedikit terganggu dengan pertanyaan Keira.


"Kenapa memangnya?" Hendra sedikit tertarik dengan informasi yang mungkin istrinya temukan. Namun tangannya tetap terselip dibalik bathrobe istrinya.


"Kamu tau kan laki laki arogan yang pernah mau aku hajar didepan kantor?"

__ADS_1


"Maksudmu Alex?"


"Aretha bilang dia adalah atasannya"


"Iya, dia memang menjabat sebagai direktur pemasaran. Apa dia mengganggumu lagi, apa dia menggodamu?"


"Ck, siap siap aja ilang biji kalo berani"


Hendra tersenyum miring.


Benar juga. Tampaknya bukan Keira yang harus dia khawatirkan.


"Ada apa dengannya?" Hendra kembali menyandarkan kepalanya pada pinggiran sofa dan menikmati sensasi kenyal bongkahan istrinya itu.


Keira Lantas meraih flash disk yang sedari tadi dia taruh di meja depan tv.


"Tadi aku turun lewat tangga darurat, tapi gak sengaja nyenggol laptopnya sampe jatoh. Terus flash disk nya lepas."


"Tangga darurat?"


"Heem. Lagian suruh siapa bawa kerjaan ke tangga darurat? Sibuk sih sibuk, tapi apa gak ada tempat lain gitu yang lebih nyaman buat kerja. Tapi kenapa orang pemasaran ngerjain pake bahasa pemrograman ya?"


"Kamu yakin?"


"Yakin lah. Orang tiap hari liat Arga ngerjain kek begituan masa gak tau"


Hendra terdiam lantas terpikir akan sesuatu. Dia bangkit dan mengambil laptopnya dari dalam tas kerjanya. Lalu menghubungi Arga untuk datang kerumah.


"Sayang, ada apa? gawat ya?" tanya Keira yang melihat ekspresi serius dari sang suami.


Hendra meliriknya. "Dari apartemen butuh waktu berapa lama?" tanya nya kemudian.


"Kurang lebih 30 menit" jawab Keira terheran. Apakah segawat itu kondisinya?


Hendra tiba tiba mendorongnya kembali berbaring di sofa dan melucuti bathrobe nya.


"Hendra.. apaan sih?"


"Kencan kilat"


Hendra tak mau membuang waktu. Dia belum selesai dengan hasratnya di kolam. Dia lantas menuntaskannya secara kilat. Demi memberantas kebathilan energinya harus full.


Setelah selesai Keira lantas beranjak dengan gerutuan. Dia tak suka dengan kencan kilat itu. Apa yang bisa dinikmati coba. Yang ada dia yang nanggung.


Hendra terkekeh dengan ocehan istrinya yang lucu kala mulut nya bergerak komat kamit tak jelas.


"Tenang aja sayang, itu baru hidangan pembuka. Hidangan utamanya jangan harap bisa berenti. Persiapkan tenagamu untuk serangan besar besaran" teriak Hendra karena Keira telah melangkah menuju lantai 2 dengan bibir mengerucut.


AIOO JEMPOOOL

__ADS_1


BERGOYANGLAH😆


__ADS_2