
Hendra menyimpan laptop kerja nya di atas nakas di samping nya, dan membetulkan posisi tidur Keira agar lepas dari kakinya dengan perlahan.
Dirabanya kening Keira yang ternyata suhunya sudah turun.
Hendra merasa lega.
Arga memperhatikan perlakuan Hendra pada Keira.
Hendra berjalan keluar dari kamar dan menutup pintunya agar Keira tak terganggu.
Anak ini harus diberi pelajaran karena telah meremehkannya.
Hendra melihat ke belakang Arga, ternyata dia pulang tanpa Aretha.
"Kau bahkan meninggalkan istrimu demi memergoki ku berbuat kesalahan. Katakan padaku, apa yang sebenarnya kamu rasakan terhadap putriku jika kamu bertingkah seperti ini terhadap ibumu sendiri, Arga?" pertanyaan yang menohok Arga tidak bisa dia jawab. Arga sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.
"Ternyata penilaianku selama ini tak salah. Saat aku mengira jika kamu adalah kekasihnya waktu itu.
Aku juga tidak buta. Semua perlakuanmu dan tatapanmu terhadap Flo bukanlah perlakuan dan tatapan seorang anak.
Setelah kamu bilang jika dia adalah cinta pertamamu sebagai anak laki laki, aku salut dengan rasa cintamu terhadap seorang ibu.
Tapi ternyata aku salah.
Dan kesalahan terbesarku adalah mempercayakan putriku pada laki laki sepertimu.
Yang egois dan serakah, juga pendusta"
"Kenapa papa menyimpulkan seperti itu? Arga gak seperti itu" sanggah Arga.
"Kamu egois, karena tidak memikirkan kebahagiaan mamamu dan tidak memikirkan perasaan istrimu yang bahkan kamu tinggalkan padahal kalian satu kantor.
Kamu serakah, karena ingin mendapatkan putriku tapi tak mau melepaskan ibumu.
Kamu pendusta karena berkata ingin ibumu bahagia, tapi kamu mengekangnya.
__ADS_1
Katakan dimana kesalahanku dalam menilaimu sekarang?"
"Apa.. apa papa sudah tak mencintai mendiang istri papa?"
"Aku masih mencintainya. Dan akan terus mencintainya. Tapi Mereka menempati posisi yang berbeda di hati papa. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Leona di hati papa, tapi papa menempatkan mamamu di posisi lain di hati papa dengan takaran yang sama"
"Apa.. apa papa benar bisa membahagiakan mama?"
"Apa kamu bisa membahagiakan mamamu? apa kamu bisa membahagiakan istrimu? Apa pernah kau dengar kalau aku seorang bajingan yang suka bergonta ganti pasangan sepeninggal istriku?"
Hendra meraih ponselnya lalu menekan tombol memanggil.
"Retha kamu dimana?"
"....."
"hhh... putar balik. Kamu pulang ke rumah papa"
Hendra mematikan sambungan telpon lalu meraih jas yang tersampir di sandaran kursi makan.
Dia lantas kembali masuk ke kamar Keira untuk mengambil laptop kerjanya.
"Selamat tinggal"
Hendra lantas pergi dari unit apartemen itu dengan berat hati.
Dia ingin tinggal, tapi harus pergi.
Dia ingin memperjuangkan cintanya, tapi dia juga harus melindungi anaknya.
Biarlah Tuhan yang menentukan. Jika memang mereka harus bersatu, mereka pasti dipersatukan dengan jalan Nya.
Arga tertegun, dia merasa tertampar dengan pernyataan mertuanya.
Dia melihat ke dapur yang sudah kembali bersih, lalu terdapat bubur dalam panci dan 2 macam lauk untuk pelengkap bubur.
__ADS_1
"Sialan" Arga memukul ujung sandaran kursi makan dengan kesal.
"Aku bahkan tak bisa melakukan ini semua"
Arga marah pada dirinya sendiri.
Dia sangat jelas tahu jika Hendra adalah laki laki yang baik dan cocok untuk ibunya. Dia bahkan sempat ingin menjodohkan mereka sewaktu Keira belum bertemu Hendra.
Tapi kenapa sekarang hatinya terasa berat dan panas mengetahui perasaan Hendra terhadap Keira sang mama.
Arga berjalan ke kamar sang mama. Dilihatnya Keira tengah terlelap memunggungi pintu.
Namun Arga melihat getaran di pundak sang mama.
Keira menangis dalam diam.
Tangan Arga melayang diudara, dia ingin merengkuh sang mama. Tapi dia takut.
Takut melihat air mata itu ternyata tumpah karenanya, karena keegoisannya.
Kenyataan bahwa mama yang selama ini hanya miliknya, dan akan dimiliki pria lain seutuhnya telah menyakiti hatinya.
Bak putus cinta, dia sangat terpukul. Bahkan saat hal itu belum terjadi.
Arga baru membayangkannya saja sudah merasakan sakit dan kehilangan.
Benar apa yang dikatakan mertuanya.
Dia egois.
Dia serakah.
Dia pendusta.
Sanggupkah dia melepas sang mama untuk pria lain yang sangat bisa membahagiakannya?
__ADS_1
SEGINI DULU
MO BELI KOMPOR😆