
"Ayo sini sarapan dulu" ajak mami Flo pada kedua remaja yang tengah berbenah toko dan bersiap membukanya.
"Asiiik mami tau aja kalo aku udah la-per" (Sop iga lagi?) antusiasme Aretha terpotong kala melihat menu sarapan pagi yang ke dua nya adalah menu yang sama.
'Ini sih sama aja nambah sarapan jadi 2 mangkok' batin Aretha merasa miris dengan pagi hari nya.
Namun dia tak berani protes. Demi pujaan hatinya.
Aretha pun menaruh nasi kedalam piring dan menaruhnya di depan Arga.
Arga mengangkat sebelah alisnya terheran.
Aretha kembali mengambil nasi dan menaruhnya dihadapan mami Flo.
Barulah dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Saat dia melihat tatapan keheranan Arga
"Oh maaf" Aretha lantas mengambilkan sop ke dalam mangkuk dan menaruhnya dihadapan Arga. Tak lupa dengan sendok dan garpu. Lalu menuangkan minum. Setelah itu dia menampilkan senyum lebar dengan mata menyipit.
Keira yang tak lain adalah mami Flo memperhatikannya dan tersenyum menahan tawa.
Bukannya dia tak tahu jika gadis ini menyukai putra sematawayangnya.
Aretha tak berani mengambil terlalu banyak. Sebenarnya dia sudah kenyang. Tapi demi-
"Mmm kok enak banget?" batinnya saat menyendok suapan pertama sop iga itu. Lalu kembali menyendoknya lagi hingga tandas dalam mangkuk nya.
"Mami-"
sluuurp
Aretha menyeruput sisa kuah dalam mangkuknya.
__ADS_1
"Kenapa? gak enak ya?" tanya Keira khawatir jika tak sesuai dengan lidah Aretha.
"Enak banget sumpah"
Arga yang bersikap tenang dan terlihat hendak menambah sop iga kesukaan ayahnya itu pun dihadang Aretha.
"Stop. Udah gak boleh banyak banyak. Yuk ke sekolah nanti telat"
Aretha buru buru menarik tangan Arga yang hampir terjatuh dari kursinya karena tak siap.
"Tapi, Retha-"
"Sop nya jangan di abisin mi. Bungkus semua buat Retha. Nanti pulang sekolah Retha bawa pulang" tukas Aretha sedikit berteriak karena dia buru buru berangkat ke sekolah sambil terus menarik tangan Arga.
"Ya ampun, itu anak. Kirain gak enak. Taunya takut kehabisan" Keira menggelengkan kepala sembari menertawakan tingkah gadis polos itu.
"Kamu lihat Jodi? bahkan calon mantu mu menyukai sup iga buatanku. Hhh... calon mantu? mereka bahkan belum lulus sekolah" Keira mengungkapkan keluh kesahnya pada bunga yang tengah ia rangkai.
tring
tring
"Morning, Flowers. Ada yang bisa kami bantu?"
".........."
"Baik. Konsepnya apa ya?"
"......"
"Baik. Mau diantar jam berapa?"
"......."
__ADS_1
"Baik. Kami usahakan tepat waktu. Terima kasih sudah memesan"
Keira menutup panggilan telpon dan mencatat pesanan pertamanya.
"PT. IM TECH. hmm.. gak biasanya minta buket untuk hari kerja. Lumayan nambah orderan"
Keira merangkai satu per satu pesanan buket bunga nya, dan siap dikirimkan.
"Bu.. duhhh... maaf.. kayaknya saya gak bisa nganter nganterin pesanan" Anis yang merupakan karyawan Keira berkeringat menahan sakit pada perutnya.
"Ya ampun, Anis. Kamu kenapa, kok pucet gini?"
"Dismenroe, bu. Tiap bulan memang suka kayak gini"
"Aduuuuh, ada ada aja. Udah kamu istirahat aja. Biar saya yang anterin buket"
Akhirnya Keira yang mengantarkan buket buket pesanan. Dan sementara melakukan pengiriman, toko ia tutup sementara. Karena tak mungkin membiarkan Anis yang tengah kesakitan untuk melayani pembeli.
Keira terus mengayuh sepeda nya menyusuri jalanan yang padat. Panas dan macet tak ia pedulikan. Karena dia memakai sepeda jadi dia bisa menaikan sepedanya ke trotoar.
Tinggal 2 pesanan lagi yang belum terkirim.
Keira sampai di pelataran gedung IM TECH. Dia sedikit membungkuk hormat pada security yang dibalas senyuman.
Semua tahu jika sepeda itu berasal dari toko bunga langganan bos mereka. Jadi mereka tak mempermasalahkan jika sepeda itu bertengger di area drop off karena hanya sebentar saja sepeda itu terparkir.
Namun belum juga sempat masuk pintu lobby, sebuah mobil menabrakan mobilnya pada sepeda yang berisi 1 buket bunga cantik yang sudah dirangkai dalam pot yang terbuat dari tanah liat. Sehingga pecah lah pot itu dan isinya berhamburan.
Penumpang mobil yang segera turun dari mobil itu terlihat tak perduli dan mencibir sepeda yang terongok di sebelah mobil mewahnya dalam keadaan ban yang sudah tak berbentuk.
"Dasar orang kaya sialaan..."
tungg..
__ADS_1
Keira berteriak marah lalu melemparkan flat shoes nya dan tepat mengenai kepala sang pria.