
Hendra, Keira, dan Alex duduk diam di ruang tamu sederhana setelah makan siang sederhana bersama Ratih, ibunya Alex yang kini kembali beristirahat.
"Ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Hendra melipat kedua tangannya di dada dengan sorot mata elang nya.
"Anda pasti kenal dengan Hari Tan"
"Tentu saja. Beliau yang menyewa jasa sistem keamanan perusahaanku. Direktur utama lembaga keuangan yang baru baru ini kau coba untuk retas"
Alex cukup terkejut dengan tuduhan Hendra yang memanglah benar. Dia lantas melirik pada Keira mengingat flash disk nya sempat ditemukan olehnya.
"Apa liat liat" ketus Keira.
Seketika Alex menurunkan pandangannya.
"Sialan ni cewek galaknya na'uzubilah" gerutu Alex dalam hati.
Alex menghembuskan nafasnya keras.
"Saya difitnah oleh paman saya sendiri. Saya adalah pewaris tunggal perusahaan ayah"
"No way. Setauku nama anak pak Tan adalah-"
"Andrew Tan" Alex memperlihatkan kartu identitas aslinya.
"Ayahku menikah lagi- maksudku menikahi selingkuhannya. Wanita ular itu sangat licik. Usianya yang hampir seusia denganku menggoda ayahku dan mengendalikannya. Entah apa yang ayahku pikirkan hingga dia menuruti semua kemauannya. Termasuk mendepakku keluar dari ahli waris. Intinya aku dibuang ayahku. Ibuku yang tak bisa berkutik karena usia dan karena ayah sudah... sudah ditutup mata dan hatinya untuk kami dan memilih mengusir kami ke jalanan hanya bisa pasrah.
Sekarang... ibu menderita gejala kanker serviks dan aku.. aku tak bisa melihatnya menderita.
Kami sengaja memilih tinggal di rumah sederhana ini agar mereka tak melacak kami. Karena bukan hanya menendang kami keluar saja, wanita ular itu bahkan tanpa sepengetahuan ayahku memerintahkan orang orangnya untuk menghabisi kami" jelas Alex panjang lebar dengan sesekali suaranya bergetar menahan isakannya.
"Maksudmu Isabel adalah istri muda ayahmu?"
Alex mengangguk.
"Kupikir dia adalah keponakannya"
"Bapak mengenalnya juga?"
"Tentu saja. Beberapa kali kami mengadakan meeting dan makan siang untuk membahas optimalisasi keamanan sistem"
"Hanya berdua?" kali ini Keira yang bersuara dengan mata menyorot.
"Tentu saja, dia tak mau diwakilkan jadi dia memesan tempat VIP di restoran"
Suasana hening.
Hendra yang acuh tak menyadari aura mencekam yang ditampilkan Keira disebelahnya.
__ADS_1
Hendra yang mulai menyadari suasana hening tak biasa itu melirik pada Alex yang terlihat sedikit pucat dan menatap Keira.
Hendra mengikuti arah pandang Alex dan terkejut.
Keira sudah dalam mode algojo yang siap mengeksekusi tersangka.
"Sa.. sayang aku gak sebodoh itu.. aaa.."
Hendra mengaduh karena mendapat cubitan maut di pinggang dan lengannya.
Tentu saja mulut Keira selalu komat kamit yang berisi umpatan kala meluapkan amarahnya meski nyaris tak terdengar.
"muach"
Hendra langsung mengapit kedua pipi Keira dan mengecup bibir bebeknya yang terlihat lucu kala komat kamit.
Alex sontak memalingkan wajahnya. Tayangan 18+ itu tak baik bagi seusianya.
Namun aksi Hendra tak menghentikan mulut Keira untuk berhenti komat kamit.
Dia bahkan melayangkan pukulan pada lengannya. Hendra tergelak lalu langsung memeluknya dan mengecup kepalanya.
"Beno kupaksa ikut masuk ruangan, sayang. Denger dulu sampe beres makanya jan setengah setengah"
"Ekhem" Alex berdehem untuk menyadarkan mereka bahwa ada kehidupan lain disekitar mereka, jomblo pulak.
"Ekhem, apa Isa tak melakukan sesuatu pada anda?"
"Maksudmu?"
Alex lantas melirik Keira kembali. Berjaga jaga kena amukan lagi.
"Ah saya mengerti. Tentu saja saya dan Beno tak menyentuh apapun yang disajikan saat itu. Bukan hanya padanya, tapi pada semua relasi wanita yang memaksa bertemu dengan saya, padahal bisa saya wakilkan. Tapi tunggu.. Isa?"
"Hhhh... Isabel adalah kekasih saya. Mantan kekasih. Awal kami bertemu saat kuliah dia adalah adik tingkatku. Ternyata dia menyelidiki tentang saya sebelumnya sebelum mendekati saya. Pertemanan kami menjadi lebih dekat dan perasaan itu muncul seiring berjalannya waktu.
Kami mulai resmi pacaran dan dia bersikukuh ingin kenal dengan keluargaku. Dia sering datang untuk menghabiskan waktu dengan kami.
Orang tuaku bahkan mengira jika dia pantas menjadi calon istriku, meski aku belum terfikir kearah situ.
Suatu saat, ayahku jatuh sakit dan dia membantu ibu mengurusnya kala senggang. Dia berinisiatif membawakan hasil masakan ibuku dan menyuapinya.
Tapi dia ternyata menabur obat terkutuk dalam bubur ayahku, dan ibuku.. dia.. dia menyaksikan keganasan ayah dalam pengaruh obat.
Aku hancur.. ibuku hancur.. tak hanya itu, ayah bahkan memaksa ibuku yang sudah menopause untuk melayaninya, hingga penyakit yang diderita ibuku sekarang adalah karena efek infeksi.
Sejak saat itu ayahku menggila. Dia menikahi Isa karena hasratnya.
__ADS_1
Dan Isa juga bermain dengan pamanku dibelakang ayahku untuk menyingkirkanku.
Aku difitnah menggelapkan uang perusahaan sehingga aku dikeluarkan dari kartu keluarga ayah dan diusir atas hasutan Isa.
Sekarang, aku akan membuktikan pada ayah jika wanita yang dia puja belakangan ini ternyata busuk.
Ayahku pada dasarnya sangat mencintai ibu dan aku.
Jika saja ayah memang kejam pada kami sedari dulu, mungkin aku tak peduli kalau perusahaan yang ayah bangun menjadi bangkrut.
Kini perusahaan ayahku bahkan menjadi tempat pencucian uang para pejabat pemerintah. Mereka bisa menyembunyikan transaksi meski awalnya sejumlah dana terlihat masuk, namun seketika dana itu seolah raib. Tak ada transaksi penarikan maupun transfer tapi saldo kembali ke semula" panjang lebar Alex menjelaskan masa lalu dan motifnya meretas.
"Hmm.. kalaupun aku memberi akses padamu untuk menembus firewall nya, sistem pertahanan ganda akan memblok nya lalu memutus arus listrik secara otomatis untuk menghindari overload karena sistem pertahanan ganda itu membutuhkan daya yang cukup besar.
Apa Hesty juga orangmu?"
"Hesty? siapa Hesty. Kami hanya bertiga, laki laki semua. Apa itu nama perempuan?"
Hendra terkesiap lalu langsung mendial nomor Arga.
"Ar-"
"Pa, baru saja Arga mau telpon papa. Arga kirim video, coba di cek ya"
tut
Sambungan diputus. Baru saja Hendra hendak menyapanya. Dia lantas memeriksa video yang baru saja terunduh otomatis kala pesan itu masuk.
Hendra meng klik tanda play lalu video itu mulai berputar dengan latar sebuah lorong yang Hendra tebak itu adalah ruang teknisi listrik dibagian bawah gedungnya.
Video itu disaksikan oleh ketiganya dengan Alex duduk disebelah Hendra.
"Hhhh... lebih cepat... ahh..." suara latar yang membuat wajah ketiganya memerah.
Hendra segera menyimpan ponselnya kala menyaksikan pergumulan darurat di ruangan itu.
"Sialan Arga. Ngapain ngirim video kek beginian?" gerutu Hendra yang kemudian saling berpandangan dengan Keira.
glek
Mereka terbawa suasana dan saling mengikis jarak.
Alex yang menutup matanya dan sedikit penasaran memberi jarak jari jarinya agar bisa mengintip pelaku mesum ditempat tak biasa itu.
"Paman?" serunya terkejut kala mendapati laki laki pasangan mesum tersebut adalah pamannya bersama
"Hesty"
__ADS_1