
PADA NUNGGU ADEGAN SELANJUTNYA NEH YAK🤭
SENSOR JANGAN YAAA🤔🤭
Arga dan Aretha bersiap untuk berangkat ke kantor. Mereka memutuskan tinggal di apartemen sederhana Keira karena jaraknya yang lebih dekat dengan kantor dibandingkan dengan rumah mewah Hendra.
Mereka dalam kondisi mood yang sangat bagus setelah semalam meluapkan rasa rindu dengan maksimal.
Mereka tidak perlu khawatir luapan rasa rindu yang membuncah mengganggu anggota keluarga yang lain, karena mereka tahu jika papa dan mama mereka akhirnya resmi bersatu dalam ikatan pernikahan yang sah melalui siaran langsung yang dilakukan Beno saat prosesi ijab qabul dadakan itu diadakan seadanya.
Dan mas kawin yang Hendra berikan saat itu adalah Black Card miliknya yang jumlah saldonya fantastis. Bahkan Keira mungkin tidak bisa menghabiskannya karena sifat wanita itu yang selalu irit.
Keira tentu saja sempat protes, tapi Hendra tak punya apapun lagi untuk dia jadikan mahar.
Kalaupun dia bisa memberi celananya, pasti dia berikan. Tapi tentu saja Keira tak bisa memakainya.
Hendra memberikan 2 pilihan saat itu.
Kartu hitam itu atau seluruh dompetnya.
Tentu saja dia memiliki beberapa kartu hitam lagi.
Keira yang tidak serakah akhirnya hanya memilih 1 kartu saja.
Bahkan Adam yang menjadi wali nikahnya saja sampai terlihat kesal.
"Kamu jadi cewek, matrean dikit napa? Kalo aku yang jadi cewek, udah aku ambil semua dompetnya"
"Yee, maunya. Kalo sama kamu aku bakalan matre. Kamu palingan punyanya kartu ngutang. Ya kan?" sarkas Keira yang menebak jika isi dompet Adam berisi kartu kredit.
Adam mencebik kesal dengan tebakan Keira. Dia tak menyangka jika calon suami Keira yang sekarang bukanlah orang sembarangan.
"Dia nemu jackpot dimana? apa aku harus operasi kelamin biar bisa dapet jackpot" pikir Adam dalam hati.
Adam merupakan sahabat Keira dan Jodi saat di SMA. Mereka kerap membolos dengan melompati dinding yang tingginya hampir 3meter. Tentu saja mereka bahu membahu agar bisa saling menyelamatkan.
Namun kenakalan mereka tak membuat nilai nilai mereka dibawah rata rata.
Dengan kerjasama tim mereka bisa mendapat nilai yang memuaskan, bahkan beberapa nilai mereka nyaris sempurna.
Mereka bertiga dikenal para guru sebagai siswa siswi terbadung dan terkompak.
Mereka bahkan hampir membakar sekolah saat praktek kimia di laboratorium.
__ADS_1
Bukan karena mereka tak tahu mengenai zat berbahaya, namun mereka sendiri yang nekat mencoba, dan mereka berhasil.
Berhasil membakar 1 ruang laboratorium.
Ruang BK adalah kelas ke dua mereka.
Mereka kerap menulis surat pernyataan penyesalan beberapa halaman, namun berakhir tertidur nyaman memenuhi ruang BK.
Dan kenapa Adam diberi julukan Jontor, itu karena saat mereka tengah menjahili tas guru piket yang kerap memergoki mereka menyelinap keluar sekolah, Keira tiba tiba menarik tangan Adam yang hendak memasukan serangga menjijikan kedalam tas guru tersebut.
Keira panik kala melihat guru yang sedang mereka incar datang dari kejauhan.
Keira segera berlari menarik Adam yang tengah tanggung memasukan serangga itu. Akhirnya kaki Adam mengikuti langkah Keira namun kepalanya masih melihat ke belakang karena dia lupa menutup kembali tas guru itu.
Saat dia berbalik, pintu menghadang tubuhnya. Bibirnya mendarat sempurna di pintu kayu setinggi 2 meter itu.
Darah mengucur dari mulutnya. Dua buah gigi depannya rontok, bibirnya bengkak.
Tentu saja hal itu membuat Keira tertawa terpingkal pingkal. Meski mereka tertangkap, namun tak menyurutkan rasa geli di perutnya karena menertawakan kondisi nahas sahabatnya.
Selama hampir seminggu, bibir itu bengkak membuat Keira memberinya julukan 'Jontor'.
Keira tak tahu, selama kekompakan dan kenakalan mereka, Adam telah memupuk perasaan lain di hatinya.
Adam menjauh saat itu. Kenyataan pahit membuatnya tak sanggup untuk melihat kehidupan kedua sahabatnya.
Adam pikir, setidaknya mereka masih bersahabat tanpa ada ikatan komitmen diantara mereka. Jika saja Jodi tak menyatakan perasaannya pada Keira, mungkin dia juga tak akan mengungkapkannya.
Dari kejauhan, Adam mengawasi kehidupan mereka yang awalnya bahagia meski hidup dalam ekonomi yang sederhana.
Keira, wanita itu benar benar pujaannya. Dia tak pernah terlihat mengeluh dengan kondisi ekonomi yang pas pasan seperti itu.
Adam sempat terpikir ingin merebutnya setelah dia sukses menjadi seorang dokter.
Hingga berita perceraian dan kehidupan carut marut yang Keira alami, Adam telah mempersiapkan diri untuk mengambil langkah untuk memperistri Keira setelah dia menjanda.
Tanpa dia duga, Keira menemani Jodi hingga akhir hayat Jodi.
Bertepatan dengan dipindahkannya Adam ke pelosok untuk pengabdian profesinya sebagai tenaga medis kepada masyarakat.
Dia berjanji saat kembali dia akan langsung melamar Keira.
Namun lagi lagi dia harus menelan pil pahit. Siapa yang tahu Keira terjebak dalam pernikahan anaknya yang memiliki mertua seorang duda kaya.
__ADS_1
Arga dan Aretha merasa lega. Terutama Arga yang terharu akan senyum dan tawa dari bibir sang mama yang akhirnya bisa kembali dia lihat meski melalui layar ponsel.
Aretha merengkuhnya, menyadarkannya bahwa saat ini yang bersamanya adalah istrinya.
Aretha tak melepaskan Arga sedikitpun malam itu. Dia terus mengalihkan perhatian sang suami dari mamanya dengan pelayanannya yang membuat Arga tak kuasa membendung hasratnya untuk menghabiskan malam itu dengan erangan dan teriakan.
Mumpung gada siapa siapa🤫
Aretha memberi pesan pada sang papa agar pulang membawa mami resminya ke kediaman sang papa. Biar mereka tak saling mengganggu.
Tentu saja hal itu disetujui Hendra.
Hendra yang masih berfikir tentang rundown malam pertamanya, yang bingung harus melakukan apa terlebih dahulu sebelum acara puncak, dibuat gugup oleh kata kata absurd Keira yang selalu menjurus pada kegiatan ples ples yang sudah sangat lama tak ia lakukan.
Dia lupa bagaimana cara memulai.
Dia bahkan gugup saat memecahkan 2 buah telur dan memasukannya dalam mangkuk. Setelah itu dia mulai mengocok telur dengan alat pengocok.
Hendra kembali dibuat gelisah kala dia mengocok telur, suara alat yang dia gerakan untuk mengocok seolah menertawakannya, karena suaranya terdengar seperti
kocak
kocak
kocak
Jari lentik Keira terulur menyusuri tangan Hendra dari arah belakang nya.
Hendra semakin gugup, dan gerakannya semakin cepat. Keringatnya mengucur deras kala tangan lentik itu naik ke lengan bagian atas lalu ke pundak turun ke punggung. Menyelinap kebawah ketiak dan berhenti di dada bidangnya.
"wooow..." bisik Keira saat meremas otot dada Hendra yang kencang. Berputar putar disana tepatnya dibagian tombol penting yang membuat desiran di tubuh Hendra meningkat.
"Aaahhh... Flo.. telurnya kapan mateng kalo diginiin terus?" Hendra mendesah tak berdaya dengan hasutan Keira pada tubuhnya.
Keira menutup mulutnya dengan tangan karena berhasil menjahili besan ples ples nya.
Dilihatnya telur itu sudah berbusa karena kocokan Hendra yang kuat dan cepat.
"Tinggal masukin aja terus digoyang goyang dikit biar gede" jawab serak Keira.
HAYOOO
PADA TREPELING KEMANA OTAKNYA🤭🤭🤭
__ADS_1