
Leona tinggal di sebuah apartemen sederhana tak jauh dari hotel itu.
Hendra dan pasukan menyisir area sekitar secara terpisah untuk mengetahui pergerakan Leona apakah dia mempunyai pasukan pelindung atau tidak. Sedangkan Keira memilih tinggal di hotel memanjakan diri. Sesuai janjinya dia tak akan mengganggu Hendra.
ting
tong
Keira terusik dari nyamannya berendam air hangat dengan dibubuhi aromatherapy. Dia mengabaikannya karena merasa tak menunggu dan memesan layanan apapun.
Namu matanya yang terpejam terfikirkan akan sesuatu.
Keira memakai pakaiannya secara instant. Dia lantas mencoba menghubungi Hendra, namun tak aktif.
Dia yakin si pemencet bell bukanlah tamu biasa, karena dia terus menerus memencet bell yang tak kunjung ia buka. Jika seorang normal, pastilah akan pergi jika lama tak dibuka. Tapi mereka pasti mengetahui keberadaannya.
Tak mau berspekulasi, dibuka ataupun tidak, mereka pasti memaksa untuk masuk. Keira lantas menaruh beberapa kamera berukuran mikro di beberapa titik agar Hendra bisa melihat mereka dengan jelas, tak lupa dia juga menghubungi Arga dan memberi petunjuk.
Setelah dirasa cukup aman, dia memilih bersembunyi dibelakang pintu.
Sebelum itu dia menyempatkan mengintip pada lubang pintu yang ternyata ditutup oleh sesuatu.
Keira kembali memposisikan diri di belakang pintu sambil memegang erat pemukul baseball yang sengaja ia bawa.
ceklek
ceklek
Mereka mencoba mengutak atik kunci pintu.
Jika mereka mendobraknya maka alarm akan otomatis menyala.
"Jadi dia bekerjasama dengan pegawai hotel ini" tebaknya dalam hati.
__ADS_1
klek
Pintu berhasil dibuka. Keira bersiap dan menghitung orang yang masuk.
1
2
3
4
Keira menunggu orang ke 5 masuk yang sepertinya curiga akan keberadaannya.
Saat orang ke 5 mengintip ke belakang pintu, Keira menyodok kepalanya dengan ujung tongkat dan langsung berlari keluar membuat keempat kawanan yang teralihkan perhatiannya karena suara mengaduh dari rekan terakhir.
Mereka melihat sosok Keira yang melarikan diri keluar lalu mengejarnya.
Keira tak mau terjebak dalam lift, dia lantas masuk ke tangga darurat dan turun 1 lantai, menggedor tiap pintu agar penghuninya keluar dan membuat keramaian, sehingga memperlambat pengejaran mereka.
Keira kembali masuk ke tangga darurat dan turun 1 lantai lagi lalu melakukan hal yang sama. Setidaknya pihak keamanan hotel bisa melihatnya melalui cctv.
Hendra segera kembali saat mendapat kabar jika hotel tengah ricuh. Dia memerintahkan anggota timnya untuk menempati posisi masing masing dan tak teralihkan.
Untung dia memasang gps pada anting anting Keira sehingga bisa dia lacak keberadaannya.
Keira terus turun lantai demi lantai dengan melakukan hal yang sama, sampai salah satu kamar membuka pintu dan langsung menariknya masuk.
Memepetnya ke belakang pintu dan membekap mulutnya.
1 Orang pria berdiri diambang pintu sambil celingukan mengikuti gaya yang lain seolah terusik akan ketukan pintu yang dilakukan Keira. Hingga terlihat kumpulan pria yang berlari mengenakan seragam hotel dan pria itu bertanya.
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Tenanglah tuan, ada penyusup yang melarikan diri. Tolong anda kembali kedalam dan kunci pintunya" ucap salah satu pria berseragam hotel itu.
"Bukankah itu tugas sekuriti?"
"Mereka sedang menghadangnya dibawah tuan. Tolong kembali masuk"
Pria itu pun masuk dan kembali ke ruangannya setelah sebelumnya melirik kearah Keira yang tengah dibekap oleh Ralph sambil memepetnya ke tembok.
Keira meronta minta dilepaskan. Matanya menyorot tajam.
"Aku selalu penasaran dengan wanita sepertimu" bisiknya setengah mengendus lehernya.
dugg
ughh
Keira menyikut burung kutilang Ralph dengan lututnya.
Sontak bekapannya terlepas karena reflek memegang asetnya yang berharga.
"Apa masih penasaran?" tukas Keira sambil mengepalkan tangannya dan dijawab gelengan kepala oleh Ralph.
tok
tok
Keira segera mengintip lubang pintu dan membuka lalu menariknya masuk.
"Sayang, apa kamu baik baik aja?" tanya Hendra yang langsung memeluk Keira.
Keira mengangguk dalam pelukannya. Namun Hendra melihat kondisi miris masa depan Ralph.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Hendra yang dijawab anggukan lalu gelengan kepala dengan wajah yang memerah sambil menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1