
MAAP NI YAK, TADINYA MO DIBARENGIN UP NYA
EEH..
KEBABLASAN🤦🏻♀️🙇🏻♀️
......................
"Senang ketemu lagi Kei" sapa Ralph yang sedari tadi mengembangkan senyum kala melihat Keira baru saja masuk.
"Dia.." tanya Keira pada Hendra sambil menunjuk Ralph yang dijawab anggukan oleh Hendra.
"Sialan kamu ngerjain aku" umpat Keira yang kemudian melayangkan tos padanya.
"Lah ini ngapain?" tunjuknya pada Alex.
"Alex mau perpanjang kontrak sewa. Katanya ribet kalo beli harus nge maintain sendiri" jawab Hendra yang kemudian menggiring istrinya untuk duduk disebelahnya, berhadapan dengan kedua orang yang kagum padanya.
"Dan ayah, ibu mengirim salam untukmu tentunya" ucap Alex yang kemudian menyodorkan kotak beludru berwarna biru tua berisi set perhiasan.
"Mereka bilang tak mau ditolak. Terimalah sebagai tanda terimakasih mereka atas bantuan kalian. Mungkin ini tak sepadan dengan nyawa yang anda pertaruhkan. Tapi kami benar benar berterimakasih"
Alex juga menyodorkan map yang berisi pemindahan kepemilikan saham perusahaan sebesar 1%.
"Ini terlalu banyak, Alex" ucap Keira berkaca kaca. Dia tak mengharapkan hal seperti ini.
"Percayalah. Ini bahkan tidak ada apa apanya dibanding pengorbanan yang telah kalian lakukan untuk kami" ucap tulus Alex.
Keira tersenyum haru tanda menerima kebaikan keluarga Alex.
"Bolehkah aku mencobanya?" tanya Keira antusias yang dijawab anggukan oleh Hendra.
"Cantik" ucap Keira terpesona melihat pantulan kalung berlian yang ia coba melalui cermin.
"Kamu lebih cantik" ucap Hendra seraya mengecup samping kepalanya.
"Ekhem" timpal kedua lelaki jomblo yang menonton kemesraan mereka dari sofa.
"Adeuuuh, kesian yang jomblo" ejek Keira yang kemudian dibalas tatapan sinis Alex dan tawa renyah Ralph.
"Dah, yuk makan yuk. Ga usah nontonin aku terus, tar berliannya meleleh lagi. Nih anggap aja aku gentiin daging sapi kamu yang aku muntahin waktu itu, ok"
Keira pikir perwakilan perusahaan dari luar negri akan datang sekitar 2 atau 3 orang, tapi ternyata hanya 1 orang. Berhubung masakan yang Keira buat lumayan banyak, jadi dia memanggil Arga dan Aretha untuk mekan siang bersama mereka.
Ralph ternyata adalah CEO yang baru menggantikan sang ayah yang baru baru ini terkena stroke.
__ADS_1
Saat dia baru pulang dari liburan berburunya, dia mencari tahu megenai pasangan ini. Dan untungnya perusahaan Hendra telah beberapa kali memberikan penawaran pada perusahaan sang ayah tetapi diabaikan.
Ralph mempelajari produk yang Hendra tawarkan, dan ternyata sangat ia butuhkan.
Beberapa kali perusahaan manufakturnya mengalami kebocoran data, sehingga sesaat sebelum launching, sudah muncul produk yang sama dengan merek yang berbeda.
Mereka kecolongan. Dan justru mereka yang dituntut sebagai penjiplak.
Untuk itulah perusahaan keluarganya membutuhkan jasa keamanan Hendra di bidang IT.
Waktu istirahat selesai. Arga dan Aretha sudah kembali ke tempatnya masing masing.
Namun mereka berempat masih betah membahas yang tak tahu arahnya kemana karena ada Keira yang selalu meramaikan suasana.
"Maaf pak, ada yang ingin bertemu bapak" seru Sarah melalui sambungan intercom.
"Siapa? Setau saya hari ini hanya ada 2 orang yang sudah janji temu. Dan saya belum selesai dengan mereka.
"Maaf, tapi ibu ini bilang sudah lama membuat janji dengan anda, pak" jawab Sarah yang mengundang pelototan dari Keira.
"Ibu? berarti cewek dong?" gumam Keira dalam hati.
"Baiklah pak Hendra, kurasa itu pertanda saya harus segera pergi. Lain waktu saya akan berkunjung kembali" ujar Ralph kemudian.
Pun dengan Alex yang ikut membubarkan diri.
Bersamaan dengan keluarnya kedua pria lajang itu, masuklah seorang wanita seumuran Keira berpenampilan glamor.
"Tante? Sedang apa tante disini?" tanya Ralph terheran dengan kedatangan bibi nya di perusahaan ini.
"Suka suka tante dong mau pergi kemana aja" tukasnya judes.
Wanita itu memang seperti itu. Ralph bahkan tak percaya om nya bisa tertarik dengan waniita semacam itu, meski memang parasnya cukup cantik.
"Nirmala.." Hendra tercenung. Ada getaran di suaranya. Saat Keira melihatnya, Hendra bahkan bergetar dengan mata membola.
"Halo Hendra, kita ketemu lagi" sapa wanita itu dengan angkuh. Matanya kemudian mendelik pada Keira tanda tidak suka.
"Apa kamu lupa dengan perjanjian kita?" tanya wanita bernama Nirmala sambil bersidekap.
Ralph dan Keira menontonnya, menunggu maksud kedatangannya.
"Aku tak pernah melakukan perjanjian apapun denganmu Mala" jawab Hendra kemudian dengan menekan suaranya. Terdengar kesal.
"Heh. Dasar pembohong. Lalu siapa wanita ini?" tunjuknya dengan sorot mata pada Keira.
"Aku istrinya. Kenapa?" jawab Keira tak kalah angkuh.
__ADS_1
Keira membalas sikap Nirmala yang bersidekap dengan kepala mendongak.
"Heh. Mimpi, kamu. Hendra itu sudah janji padaku untuk tak menikah lagi selain denganku"
"Ppftt..." Keira menahan semburan tawanya yang kemudian tawanya menggelegar di ruangan itu membuat Nirmala, Ralph dan Hendra teralihkan perhatiannya. Terutama Hendra yang tersadar dari lamunannya.
Ya, Nirmala adalah adik sepupu dari Leona yang mengejarnya sesaat setelah Leona baru beberapa hari dimakamkan.
"Apa yang lucu" suara Nirmala menggema. Membuat Keira seketika menghentikan tawanya dan berganti mode jutek on.
"Kamu yang lucu karena mimpi di siang bolong" ucap datar Keira sambil menampilkan aura pembunuhan yang menyeramkan. Disini Ralph yang bergidik karena tahu keberingasan Keira pada lawannya saat melihat Isabel.
"Tante, udahlah. Cari duda yang lain aja. Pak Hendra sudah punya istri, tak baik merusak hubungan-"
"Diam kamu, anak kecil" ucapan dingin Nirmala membungkam Ralph.
"Aaa.. 1 lagi dateng badut yang ngaku ngaku punya sesuatu untuk menjebak suamiku" Keira berkata dengan tenang. Dia mengerti sekarang. Penyebab kegelisahan Hendra sewaktu menyebut nama Leona dalam mimpinya.
"Asal kamu tau ya, Leona sudah memberi wasiat kalau dia meninggal, maka aku yang harus menggantikannya menjadi istrinya" tegas Nirmala berapi api.
"Wasiat? hmmm.. apa dia membuat wasiat itu dalam surat yang ditandatangani notaris untuk disahkan?"
"A-" ucapannya langsung dipotong Keira kala melihat gurat gugup tak percaya dengan jawaban Keira.
"Atau hanya ucapannya yang selewat? karena setauku dia tidak merencanakan kematiannya sendiri bukan?"
"A-" lagi lagi ucapannya yang terlihat ragu untuk diucapkan, dipotong Keira.
"Atau kamu yang jangan jangan mensabotase mobilnya agar dia kecelakaan?" tebak Keira.
degg
Hendra cukup terkejut dengan tebakan Keira. Dari mana dia tahu kalau mobil Leona disabotase? Hendra memang tak menghiraukan ucapan polisi yang memeriksa TKP. Fokusnya hanya pada tubuh Leona yang sudah kaku diatas brankar di kamar mayat.
Dia jadi teringat dan berniat menggali lagikasuk kecelakaan istrinya.
"Sok tau kamu. Darimana kamu tau saya yang mensabotase rem nya?" bentak Nirmala yang justru membuat Hendra lebih terkejut. Tapi Keira hanya menampilkan senyum miringnya.
"Aku bahkan tak tau kalau mobilnya benar benar disabotase. Apalagi tentang rem nya" jawab Keira dingin dengan senyum iblisnya.
"Aku hanya menebaknya" tambahnya membuat Nirmala langsung keluar melesat membawa kedongkolan.
PUAS YA GAIS
GAK DIGANTUNG OTHOR LAGI😙
YOK TINGGALIN JEJAK😉
__ADS_1