Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Akhirnya


__ADS_3

"Hei, bung. Situ lagi ada di Indonesia. Harusnya situ yang ngerti bahasa Indonesia. Jangan jangan situ mo ngejajah lagi" cerosos Keira yang kesal dengan kelemahannya.


Bahasa inggris.


Yap


Bahasa internasional itu adalah pelajaran yang sangat sulit ia contek.


Dia bahkan mengisi kolom jawaban essay pelajaran itu dengan kata 'yes' atau 'no'.


"Hahahaha....." bule itu tiba tiba tertawa kala mendengar ocehan Keira yang tak ia sangka.


"Eeeee... malah tawa ni bule songong. Gue tampol sendal jepit tau rasa lo"


"Kamu emang biasa ngedumel kayak gini?" tanyanya tiba tiba dengan bahasa indonesia, membuat Keira tercengang sekaligus tak enak mengumpati orang yang telah memberinya minum.


"ebuset. Dia ngerti. Mampus gue. Hehe..." Keira nyengenges dengan menampilkan gigi ginsulnya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya tanda damai atau peace.


"Iya ngerti, gue lahir ma gede di Jakarta" tambahnya.


"Apa yang terjadi?" lanjutnya bertanya.


"Diculik" jawab singkat Keira yang lantas berdiri dan melangkah ke ambang pintu tenda yang sedikit terbuka.


"Gelap. Hendra nyari kemana ya" gumamnya tak peduli dengan tatapan keheranan para kumpulan bule yang memperhatikan tingkahnya yang cuek.


"Seriously? kamu abis diculik?"


"heem" jawabnya enteng dan langsung memakan buah apel yang tersedia.


"Sori, bung. Gue kelaperan"


"Nih, makanlah" laki laki itu membawakan sepiring daging asap beserta daun yang Keira kenal adalah lalap. Dia lantas celingukan kearah meja saji yang dipenuhi makanan.


"Kamu mau yang lain?" tanya laki laki itu.


"Nasinya mana?" tanya Keira dengan polos membuat laki laki itu kembali tergelak.


Keira lantas hampir menghabiskan 3 porsi daging asap ditambah kentang tumbuk atau mashed potato.


Semua yang ada disana memperhatikannya sambil menggelengkan kepala.


Saat Keira memasukan suapan terakhir, dia melirik sudut tenda yang tadinya tertutupi orang orang yang mengobrol didepan meja yang diatasnya terdapat hidangan daging babi hutan utuh yang sebagian dagingnya telah di iris.


"hmpp...."


Keira lantas lari keluar tenda dan memuntahkan makanan yang telah masuk ke perutnya.


hoekk


hoekk


hoekk


"Are you okay?" tanya laki laki yang sedari tadi membersamainya.

__ADS_1


"Sialan lo, ngasih gue daging bagong" Keira memukuli bahu lelaki itu bertubi tubi.


"Hei hei stop.. stop it. Yang kamu makan itu daging sapi. Aku juga gak makan daging babi" tukasnya menenangkan


"Serius?"


"he em"


"Yah, sayang dong dibuang. Masih ada?"


"Eee.. sayangnya itu daging terakhir yang tersisa"


"hhh... alamat kelaperan lagi" keluh Keira yang merasa menyesal memuntahkan daging sapi yang rasanya enak itu.


Akhirnya mereka mengobrol dan saling mengenalkan diri.


Laki laki yang kini Keira ketahui bernama Ralph itu tampak terpesona dengan cara Keira mengungkapkan kisahnya hingga terdampar di tempat ini.


Keira sedikit merasa lega ternyata dia terdampar di tempat perkumpulan para pemburu. Bukan pemburu liar, tapi kumpulan para alumni universitas luar negri yang tengah reuni, dan Ralph menyarankan agar melakukan reuni di alam bebas sambil berburu.


bremm


ciiit


Terdengar suara decitan rem mobil berhenti didepan tenda.


"Help.. Ralph.. help me.." suara rintihan wanita meminta tolong keluar dari mobil itu.


Semua orang berlari berhamburan menuju mobil yang mereka kenal adalah mobil teman mereka.


Dan semua terkejut dengan kondisi wanita yang turun dari mobil dengan belati masih menancap di dadanya.


Keira mundur mengambil sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menolong dirinya sendiri.


Dia yakin Isabel memungut senpi yang tadi dia tendang.


Terlihat 2 orang termasuk Ralph memapah Isabel masuk untuk memberikan pertolongan pertama.


"Kamu.." geram Isabel saat matanya bertabrakan dengan mata Keira.


"MATI KAM- UGH"


Kepala Isabel jatuh kebelakang membawa bobot tubuhnya karena lemparan apel yang dilayangkan Keira pada kepalanya dengan kencang hingga buah yang berwarna merah dari negri Paman Sam itu pecah.


Keira melakukan itu karena lagi lagi Isabel menodongkan senpi padanya.


Keira tak mau berspekulasi, dia lantas lari menjauh dari tenda yang berisi kawan kawan Isabel.


Keira berlari sekencangnya mengabaikan Ralph yang terus memanggilnya.


Tidak


Dia harus menjauhi segala yang berhubungan dengan Isabel.


Selain Hendra tentunya.

__ADS_1


wiiuuwiiuuwiiiuuu...


Suara sirine dan kilatan lampu dari mobil yang bergerak berwarna biru putih dan merah itu mendekat.


Keira merasa lega dan terus berlari mendekati mobil mobil itu. Hingga salah satunya berhenti didepannya.


"Apa anda nyonya Florencia?" tanya petugas polisi yang hanya menyembulkan kepalanya di jendela bagian pengemudi.


"hah hah hah.. i..iya.. saya..Keira..Florencia.." jawab Keira sambil mengatur nafasnya.


"Kami menemukan korban" ucap petugas kepolisian itu pada handy talkie. Lalu seorang petugas lagi keluar dan mengambil selimut yang tersimpan di jok belakang.


Tampak beberapa mobil serupa melewati mereka menuju tenda Ralph dan kawan kawan.


"Isabel.. Isabel.. dia ada disana.." tunjuknya pada petugas.


"Tenanglah, nyonya. Kami sudah melacaknya. Anda sudah aman" petugas itu lantas memberikan gelas plastik berisi cairan hangat yang masih mengepul yang dituangkan dari termos.


"Terima kasih" Keira lantas menyesapnya perlahan.


ciiiitt..


Sebuah mobil berwarna silver berhenti tepat dibelakang mobil mereka. Keira memutar kepalanya untuk melihat.


Sontak ia berdiri menjatuhkan selimut yang membungkus tubuhnya dan cangkir berisi minuman hangat itu ke tanah. Lalu berlari kearah sosok yang baru turun dari mobil silver itu dan langsung melompat kearahnya.


"Flo..."


"Hendra..."


Mereka menangis sambil berpelukan. Petugas polisi itu lantas melajukan kembali mobil mereka menuju rekan yang lain untuk mengamankan situasi yang kini terlihat ricuh di tenda itu.


"Aku menemukanmu.. maafkan aku sayang.." ucap Hendra sambil menangis mengecupi seluruh wajah Keira.


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Saat hati ini mulai merapuh...


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Saat raga ini ingin berlabuh...


...Ku berharap engkau lah...


...Jawaban sgala risau hatiku...


...Dan biarkan diriku...


...Mencintaimu hingga ujung usiaku...


...Jika nanti ku sanding dirimu...


...Miliki aku dengan segala kelemahanku...


...Dan bila nanti engkau di sampingku...

__ADS_1


...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...


Back sound nya tolong ya....


__ADS_2