
Perusahaan IT Hendra berhasil memenangkan kejuaraan dalam turnamen sistem keamanan jaringan internasional.
Sesuai janji Arga pada calon mertua nya, bahwa dia akan mempersembahkan kemenangan turnamen tersebut sebagai maskawin untuk Aretha.
Tentu saja hadiahnya luar biasa, dan Hendra sangat puas dengan tekad calon menantu idaman nya.
Hari yang ditunggu pun tiba.
Pernikahan Arga dan Aretha
Mereka mengusung tema modern wedding yaitu garden party,
Keira keukeuh tak mau pesta pernikahan digelar dengan mewah. Yang terpenting adalah memberitahu seluruh dunia jika anak anak mereka telah resmi dipersatukan dalam ikatan yang sah secara agama dan negara. Tak perlu membangkitkan jiwa iri para pesaing bisnis maupun pribadi.
Arga tampil dalam balutan jas berwarna putih. Senada dengan gaun Aretha dengan model kemben.
Sedangkan Hendra dengan Tuxedo hitamnya dengan dasi kupu kupu.
Saat Keira memasuki area pernikahan Hendra tertegun melihat penampilan Keira yang biasanya cuek, sedikit tomboy dan polos tanpa make up, kini bermetamorfosis menjadi wanita anggun dengan balutan dress putih selutut, dengan rambut sedikit bergelombang dengan make up yang pas dengan gaun nya, tampak lebih muda dari usianya.
Keira
Hendra
Arga dan Aretha
"Pa, kedip pa, kedip. Inget yang jadi pengantin tuh Retha sama Arga, bukan Mami sama papa"
Gumaman Aretha mengembalikan Hendra pada dunia nyata setelah terbang ke dunia khayalan jika dia hendak mempersunting bidadari.
What?
Mempersunting?
Hendra segera mengenyahkan pikiran konyolnya.
Dia kembali pada mode cool nya.
Tapi gak bisaðŸ˜
Matanya selalu otomatis melirik pada Keira yang tengah tersenyum menampilkan gigi ginsul yang tampak manis menyalami para tamu undangan.
Dan pikirannya seperti sensor. Selalu mencari keberadaan Keira.
Tiba waktunya acara dansa.
__ADS_1
Pihak Wedding Planner mempersilahkan masing masing pengantin berdansa dengan wali nya terlebih dahulu. Memberi kesempatan kepada para orang tua untuk memberi wejangan dan melepas anak anak yang telah mereka besarkan dengan cinta kepada pasangannya.
"Apa kau bahagia, honey?" tanya Hendra pada anak gadisnya. Mereka bergerak seirama alunan musik yang mengiringi.
"Sangat. Aku sangat bahagia. Terima kasih, papa. Karena menerima pilihan Retha. Do'a kan kami selalu agar bisa menjaga perasaan dan keutuhan rumah tangga kami"
Aretha sedikit menitikan air mata kala mengucapkan perpisahan dengan sang papa yang selama ini telah mengurusnya seorang diri.
"Terima kasih juga, karena telah memberikan cintamu sepenuhnya untuk Retha, dan menjaga juga mengurus Retha yang nakal ini seorang diri"
Aretha sedikit tertawa mengingat kenakalannya yang selalu mencari perhatian sang papa.
"Apa kau tau, honey?" tanya Hendra.
"Hm?"
"Sebenarnya, orang yang mau papa jodohkan dengan kamu adalah Arga"
"What?"
Aretha menghentikan langkahnya. Namun Hendra menuntunnya untuk melanjutkan dansa terakhir mereka sebagai ayah dan anak gadis. Karena setelah ini, Aretha akan mengikuti suami kemanapun dia pergi.
"Yap. Papa dari awal bertemu dengannya, sebelum dia magang di perusahaan, papa sudah menyukainya dan berharap dia berjodoh denganmu. Ternyata Tuhan mendengar do'a papa"
Air mata Aretha menggenang di pelupuk. Dia lantas memeluk erat sang papa, menumpahkan rasa haru nya.
"Terima kasih.. terima kasih karena do'a papa, Retha dipertemukan dengan pilihan Tuhan yang terbaik untuk Retha.
Retha juga berharap, papa menemukan orang yang tepat" cup
......................
"Apa kamu bahagia, sayang?" tanya Keira pada Arga.
"Sangat. Aku sangat sangat bahagia. Bagaimana dengan mama?"
"Tentu saja mama bahagia. Sekarang mama benar benar punya sepasang anak. Buatkan cucu yang banyak buat mama biar mama gak kesepian"
Arga tergelak dengan penuturan sang mama.
"Terima kasih, mama sudah bersusah payah membesarkan dan bersabar dengan Arga. Terima kasih karena mama juga sudah bersabar dengan papa"
degg
Keira menghentikan gerakannya.
"Kamu.."
Arga menuntun sang mama untuk kembali bergerak mengikuti alunan musik yang berasal dari grand piano.
"Ya. Arga tau, ma. Arga juga paham kenapa mama tidak mau pesta besar besaran, juga karena inget papa kan? Pernikahan mama sama papa dulu digelar dengan sangat meriah dan menghabiskan tabungan. Karena mama dan papa berfikir jika ini adalah moment sakral yang bisa terjadi sekali dalam seumur hidup. Namun kemeriahan itu tidak membuat pernikahan mama terbebas dari badai rumah tangga"
__ADS_1
Keira sedikit menitikan air mata. Beban yang selama ini ia simpan sendiri, ternyata diketahui sang anak.
"Arga selalu berharap, mama menemukan kebahagiaan mama tanpa Arga"
Arga lantas menyudahi dansanya dengan sang mama yang diakhiri dengan kecupan Arga di pucuk kepala satu satunya wanita dalam hidupnya selama ini, yang kini harus melepaskan diri demi keberlangsungan hidup nya.
Kemudian Arga dan Aretha dengan kompak saling menyambut dan memberikan cita pertama mereka pada orang yang tepat.
Aretha membimbing Hendra agar menyambut ibu mertuanya.
Begitu pun dengan Arga yang membimbing sang mama agar meraih bapa mertuanya.
"Arga titip mama Arga, pa. Kesayangan Arga selama ini" ucapnya yang langsung meraih wanitanya dalam pelukannya. Lalu mereka melanjutkan dansa mereka.
Sedangkan Hendra dan Keira kini tertegun saling berhadapan, dengan sebelah tangan saling merangkul, dan sebelah tangan lagi saling bertaut.
Merasa dijebak oleh anak mereka masing masing, mereka menjadi canggung dan langsung melepaskan diri. Melancarkan tenggorokan masing masing yang tiba tiba tersangkut sesuatu.
Namun kemudian, tangan kiri Hendra terulur, berharap Keira mau menyambutnya.
"Shall we?" pinta Hendra yang dijawab anggukan dan uluran tangan Keira.
Bagaikan 2 pasang pengantin yang mengelilingi lantai dansa, kini para tamu pun ikut memenuhi lantai dansa dengan pasangan mereka masing masing.
"Halo, besan. Apa kau siap kesepian mulai sekarang?" tanya Hendra dengan senyum dan tatapan teduh.
"Haha.. aku tidak akan kesepian. Mereka akan selalu bersamaku. Apa kau lupa jika putrimu lengket padaku?"
"Mmmm ya.. tapi itu sebelum mereka bersatu. Kita lihat setelah malam ini. Putriku akan terus lengket pada anakmu dan mengabaikanmu"
Keira kesal dengan ucapan Hendra. Lalu melepas pagutan tangannya dan menepuk lengan Hendra.
Hendra tergelak, lalu kembali meraih tangannya dan menuntunnya agar melanjutkan dansa antar besan.
"Hahaha.. jangan khawatir. Kita akan sama sama kesepian. Hubungi aku jika kau membutuhkan teman. Bahkan jika kamu kekurangan kurir, aku bisa menggantikan 2 pegawaimu yang berbulan madu" Hendra menawarkan diri.
"Serius?"
"Apa gaji keduanya bisa kumiliki?"
Keira kembali menepuk lengan Hendra yang kembali tergelak.
Entahlah, berinteraksi dengan Keira kini menjadi kesukaannya. Dia merasa nyaman kala berinteraksi dengannya.
Sungguh beruntung laki laki yang bisa mendapatkan hatinya. Pikir Hendra.
"Kenapa kamu gak keberatan saat aku menolak pesta yang mewah?" tanya Keira.
"Retha pernah bilang padaku jika calon mertuanya sangat pelit dan tak mau menghamburkan uang" jawab asal Hendra yang dibalas cubitan panas di pinggang Hendra yang kembali tergelak.
Interaksi mereka disaksikan pasangan pengantin yang sudah mengambil tempat di meja khusus pengantin.
__ADS_1
"Perasaan ini hari bahagia kita deh. Kenapa mereka yang jadi pemeran utamanya?" tukas Aretha sembari menerima suapan buah dari Arga.
"Biarkan mereka bahagia dengan dunia mereka sendiri. Sayang" Arga kemudian mengecup bibir Aretha yang tengah mengunyah sembari menggerutu.