
"Sayang, maaf kamu gak bisa ikut" Hendra menghiba.
Keira mengernyitkan dahi.
"Kamu kan belum bikin paspor, gimana mau beli tiket?" Hendra kini kembali ke mode manja.
Keira mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi tiket dan memperlihatkan e-ticket nya pada Hendra.
"Kamu-"
"Kalo mau mergokin suami selingkuh ya harus all out dong"
Hendra menggeleng tak percaya. Dia lantas membandingkan nomor kursinya dengan miliknya yang hanya kelas bisnis.
"Kenapa kamu ngambil kelas VIP?"
"Tentu saja karena aku wanita berkelas" ucapnya sambil menaikan dagunya dengan angkuh membuat Hendra gemas dan menghujaninya dengan ciuman.
Mereka bersiap menunggu mobil jemputan.
"Loh, bos?" Raul bertanya melalui bahasa tubuh kearah Keira.
"Hn, ya. Dia bagian dari tim" ucap santai Hendra yang diangguki Raul.
__ADS_1
Raul adalah sniper yang ditugaskan Hendra untuk mengawasi Leona dari gedung seberang melalui teropong pada senjatanya.
Hendra tak mau kecolongan. Segala sesuatu menjadi memungkinkan mengingat selama 20 tahun lebih dia dibodohi Leona. Terlebih dia dengan apiknya membuat alibi yang kuat sehingga membuatnya yakin jika istrinya telah meninggal.
Raul mengernyitkan dahi selama perjalanan. Matanya tak jarang melirik pada spion dalam untuk melihat kelakuan sang bos yang baru mereka lihat.
Pasalnya Hendra memaksa memangku Keira dan terus melayangkan pertanyaan agar Keira terus mengoceh. Sedangkan dia dengan asik mengendus leher jenjangnya sambil memejamkan matanya.
'Baru tau bucinnya bos dingin'
ciiit..
Raul tiba tiba menginjak rem mendadak kala melihat ada yang tiba tiba menyebrang jalan.
"Makanya liat ke depan" sindir Hendra yang membuat Raul gelagapan dan berkeringat.
Mereka akhirnya tiba di bandara dengan lancar setelah Raul mendapat pelototan maut milik Keira saat kembali melirik nya melalui kaca spion.
Di dalam pesawat, Hendra dengan baik hati memberikan tempat VIP Keira pada Raul agar Hendra bisa bersebelahan dengan Keira.
"Sudah kubilang kamu gak akan bisa jauh dariku" ucap Keira dengan percaya dirinya.
Hendra tak peduli. Memang begitu kenyataannya. Terserah Keira mau mengejeknya. Tak ada yang salah jika bucin pada istri sendiri.
__ADS_1
Hendra terus memantau posisi Leona dengan mengakses satelit melalui titik awal Leona ditemukan.
Tak peduli jika Leona mengganti nomor ponselnya atau me non aktifkan rekeningnya. Toh satelit telah menangkap keberadaannya.
Tiba di bandara internasional Changi, Hendra langsung mengajak timnya untuk langsung makan malam sekaligus membahas strategi
dalam sebuah kamar presidential suite di sebuah hotel bintang lima.
Keira menatap satu per satu anggota yang tengah serius mendengarkan arahan yang Hendra lontarkan. Namun keseriusan itu berubah menjadi salah tingkahnya ketiga anggota yang tepat berhadapan dengan Keira.
"Bos, maaf. Sepertinya istri anda sendiri sudah cukup untuk membuat wanita itu menghilang" gumam salah satu anggota yang mulai berkeringat. Matanya tak fokus dan sesekali menatap manik mata Keira.
Hendra memperhatikan ekspresi mereka.
Aah.. dia mengerti.
Hendra lantas membisikan sesuatu pada Keira yang lantas membuat Keira bangkit dan meninggalkan rapat.
"Fuhhh... " semua menghela lega membuat Hendra menyunggingkan senyum.
"Anda memang luar biasa, bos. Bisa menaklukan wanita seperti itu" celetuk salah seorang yang sedari tadi ditatap tajam oleh Keira.
Hendra terkekeh. Dia memang luar biasa beruntung mendapatkannya.
__ADS_1
"Bos, tampaknya Ralph juga berada di hotel ini. Dia juga membawa tim untuk menyergap target" ucap salah satu anggota yang memantau tampilan yang ditangkap satelit.
"Bagus. Semakin banyak orang yang menyudutkannya, semakin sempit pergerakannya. Biarkan mereka menggiringnya pada kita"