Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Pelarian Keira


__ADS_3

"HENTIKAN, SIALAAN... APA YANG KAU INGINKAN, DASAR IBLIS" teriak Hendra sambil meluapkan amarahnya memukul dashboard mobil.


"Hahahaha... apa yang kuinginkan? terlambat, sayang. Aku hanya menginginkanmu menderita hahahha...."


"A.. aahh...." suara ******* kasar terdengar dari mulut lelaki itu yang kini terjatuh menimpa tubuh Keira.


"Apa kau sudah selesai lagi, bodoh?" sarkas Isabel yang kecewa karena pertunjukannya hanya sebentar.


Wajah Hendra sudah dipenuhi keringat dan air mata. Tangannya bergetar menyaksikan keganasan manusia manusia laknat itu.


"Hei.. jawab aku, bodoh. Kau benar benar sudah selesai?" tanya Isabel yang kemudian sepertinya berdiri untuk mendekat.


Namun tubuh kekar itu tiba tiba berguling ke samping. Tepatnya digulingkan dengan susah payah oleh Keira.


Keira mencabut belati yang ia tancapkan pada bajingan yang berusaha menodainya. Beruntung persiapannya berguna dengan mengikatkan belati pada paha luar kaki kanannya.


Panggilan video itu masih tersambung. Hendra bisa melihat dengan jelas tubuh istrinya yang hanya dibalut dalaman itu berlumuran darah.


"Sialan kamu-"


jlebb


Umpatan Isabel yang kemudian menodongkan senjata api itu terpotong kala Keira dengan tepat sasaran melempar belati padanya. Ingat jika Keira adalah seorang pelempar handal. Kenakalannya di sekolah sedikitnya ada sisi positifnya.


Senpi dan ponselnya terjatuh kala dia merasakan benda tajam menghujam dada sebelah kanannya.


Keira lantas bangkit dan memungut kemeja dan celana panjang lelaki itu lalu memakainya dengan gerakan tergesa.


Meskipun longgar, dia mengikatnya dengan sabuk.


Keira lantas menendang jauh senpi dari jangkauan Isabel. Dia tak tahu jika Hendra sedang terhubung melalui sambungan video.


Ponselnya jatuh dengan posisi telungkup.


Hendra bisa melihat sekilas Keira yang sudah berpakaian kebesaran itu melangkahi ponsel dan terlihat bergegas pergi.


"Sayang.... wanita pintar.. tunggu aku.." Hendra sedikitnya merasa lega karena Keira bisa membela dirinya. Dia menangis tergugu.


"Pak, saya mendapatkan lokasi ponsel" ucap Alex melalui sambungan bluetooth.


"Ehem.. kirimkan lokasi" sambut Hendra.


Mobilnya lantas melesat ke lokasi tujuan. Prediksinya Keira tak akan pergi jauh mengingat dia pasti kabur hanya dengan berlari.

__ADS_1


ciiit


Mobil mobil itu tiba di lokasi.


"Susuri area ini" titahnya pada sebagian pengawal yang langsung berpencar.


Hendra memasuki rumah kayu itu, tampak pemandangan mengenaskan dari mayat lelaki bertubuh kekar yang sudah terkujur kaku dengan luka tusukan pada perut sebelah kirinya.


Bau amis darah menyeruak di ruangan itu, namun mayat Isabel tak mereka temukan. Hanya ceceran darah menuju tanah yang diyakini tempat memarkirkan mobil SUV itu.


"Bos.. tampaknya Isabel masih hidup, dia kabur dengan membawa mobilnya"


"1 mobil 2 orang, cari dia. Sisanya susuri hutan ini. Istriku pasti mencari sumber air atau pemukiman"


Mereka mengikuti perintah Hendra. 1 mobil lantas berlalu meninggalkan lokasi untuk mencari keberadaan Isabel.


Mereka yakin dengan luka yang didapat Isabel, meski menggunakan mobil dia tak mungkin bisa pergi jauh. Dia pasti sudah kehabisan darah terlebih dahulu.


"Istri bos lumayan mengerikan" gumam salah satu pengawal yang menaiki mobil. Dia cukup tercengang saat melihat kondisi mengenaskan di rumah kayu itu. Dia pikir istri bos nya ini adalah wanita biasa nan lemah.


Keira terus berlari menembus rimbunan tanaman liar dan pohon pohon yang menjulang tinggi. Dia memastikan arahnya tepat ke tempat terang dekat hutan itu.


Keira sempat menaiki pohon untuk menghindari kejaran babi hutan. Beruntung dia pandai memanjat tanpa kesulitan. Sekali lagi kenakalannya sangat berguna kali ini.


Dia memanfaatkan memindai area sekitar dari ketinggian dan menemukan sinar terang dari lahan yang tampaknya berupa padang rumput diluar hutan ini. Dan jaraknya tampaknya cukup jauh jika ia berjalan. Tapi itu adalah satu satunya jalan keluar baginya. Setidaknya dia bisa meminta pertolongan pada orang lain.


Dengan nafas terengah Keira berlari menuju cahaya diujung matanya yang sudah tampak dekat.


Harapan. Dia masih memiliki harapan selamat. Air mata lolos mengiringi rasa leganya saat berhasil keluar dari rimbunnya hutan.


Keira menangis sambil terus berlari menuju cahaya yang berasal dari tenda besar. Sepertinya itu merupakan tenda sebuah acara pesta.


Bagus, lebih banyak orang lebih baik. Semakin besar kesempatannya selamat.


Srett..


"Tolong.. a-ku.."


brukk


Keira pingsan seketika saat baru saja membuka tenda yang tertutup itu.


......................

__ADS_1


Sayup sayup terdengar suara bisikan yang saling bersahutan.


"Hei, dia bangun dia bangun" ucap salah satu suara baritone yang bisa Keira tangkap melalui indra pendengarannya. Namun ucapan itu dalam bahasa inggris.


"Engh.. dimana aku?" gumam Keira setengah sadar.


"Hei, nona. Kau sudah sadar? apa yang kau rasakan?" tanya suara dengan bahasa asing itu.


"Hah?" suara lemah Keira bertanya memastikan pendengarannya tak salah jika yang dia dengar adalah benar bahasa inggris. Atau telinganya hilang mode bahasa indonesia? pikir absurd nya.


"Apa yang kamu rasakan, nona. Apa kau baik baik saja?" laki laki yang sedari tadi berusaha bertanya pada Keira kini terlihat jelas dan kembali bertanya dengan intonasi perlahan seandainya Keira kesulitan memahami bahasa mereka.


"Ngomong kok belibet" gumamnya yang terdengar aneh bagi mereka yang hampir semuanya mengernyitkan dahi.


"Apa katanya?" laki laki itu bertanya pada laki laki lain yang kini Keira bisa melihat dengan jelas jika jumlah mereka lumayan banyak, dan mereka semuanya adalah laki laki berparas bule dengan masing masing menyilangkan senapan laras panjang di punggung mereka.


Keira terkesiap dan langsung bangkit dan mundur ketakutan. Duduk meringkuk memeluk lututnya dan menatap satu per satu orang yang mengerubunginya.


'Apa mereka ada disini untuk menangkapku? Ya Tuhan.. aku berhasil kabur dari kandang macan masuk ke kandang buaya' batinnya dengan tubuh gemetar.


"Bubar lah, kalian menakutinya" ucap seorang lelaki yang berada di belakang sambil menyesap rokoknya sambil bersandar di meja.


"Baiklah, kuserahkan padamu. Ini acaramu, jadi dia adalah tamu mu"


Kumpulan itupun membubarkan diri. Dan laki laki yang menyesap rokok itu membuang rokoknya dan berjalan menghampirinya lalu berjongkok.


"Kau lapar?"tanya nya masih dalam bahasa yang tak Keira mengerti. Dia menyesal selalu melewatkan pelajaran bahasa inggris.


Bola matanya bergerak cepat ke kiri dan ke kanan. Tampak ketakutan.


Laki laki itu mengerti ketakutan yang dipancarkan mata belo Keira.


"Minum?" dia menyodorkan botol air mineral yang masih tersegel.


Keira meraihnya dengan cepat dan membukanya lalu menenggaknya hingga tandas.


"Hei, pelan pelan. Apa kau bisa bahasa inggris?" tanyanya kemudian setelah melihat Keira lebih tenang.


"Hah? inglis?" Keira lantas menggelang sebagai jawaban jika dia tak mengerti.


BESYOK LAGEEEE


ADOOOOH VIEWERS NYA RATUSAN JEMPOLNYA BELASAN

__ADS_1


HELP YA GAIS DUKUNG DAN HARGAI KARYAKU


😘😘😘


__ADS_2