
Tepat pukul 21.30 Diandra menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum beranjak, dia terlebih dahulu merapikan berkas-berkas yang berserakan di mejanya serta mematikan perangkat computer yang masih menyala.
"Akhirnya selesai juga" Batin Diandra.
"Alexa, Doni, Reno... aku duluan yah.. Kasian Varo aku tinggal seharian." Ucap Dian yang kelihatan cemas.
"Iya kak, hati-hati yah... peluk cium buat si ganteng Varo", jawab Alexa diiringi anggukan dan lamabaian Reno dan Doni.
Diandrapun meninggalkan kantornya, sesekali dia menguap pertanda kantuk mulai menghampirinya. Tapi dia teringat, harus membeli beberapa kebutuhan Varo. Dia pun menepikan mobilnya dan masuk ke dalam minimarket.
Selesai membayar di kasir, dia memeriksa kembali belanjaannya jangan sampai ada yang terlupa sambil berjalan menuju pintu keluar.
Bbbuuugggghh... Prrraanng... !!!
Saat akan membuka pintu seseorang lebih dulu membuka pintu dari arah luar yang mengakibatkan keduanya bertabrakan. Barang belanjaan Diandra terjatuh dan berserakan dilantai. Dengan sigap Diandra memasukkan kembali barang belanjaannya kedalam kantong kresek berlogo minimarket itu dibantu sosok pria yang menabraknya.
Deg...!!!
"Anda..!! Maaf, tadi saya gak sengaja." Tutur Ryan yanh merasa bersalah karena menabraknya
"Pak Ryan.. !! gak papa pak. Saya juga salah kok gak liat-liat dulu" Jawab Diandra keheranan.
"Jam segini Baru pulang..?" Tanya Pak Ryan.
__ADS_1
"Iya pak... tadi ada kerjaan yang harus diselesaikan hari ini." tutur Dian.
"Mau aku antar..? Ini sudah larut, gak baik cewek jalan sendirian". Ajak Ryan.
" Ah.... gak usah pak. Saya bawa kendaraan kok. Terima kasih". Tolak Diandra secara halus.
"Oow.. ya sudah, anda hati-hati dijalan". Kata Ryan kemudian.
"Baik pak, saya jalan duluan.." sembari tersenyum pelik dan menganggukkan kepalanya sekali.
Diandra berlalu dari hadapan Ryan. Ryan tak berhenti menatap punggung Dian yang berjalan menjauh darinya. Dianpun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
Dalam perjalan pulang begitu banyak pertanyaan dalam benaknya. Tanpa dia sadari dia ngoceh bertanya pada dirinya sendiri.
Diandra tiba dirumahnya. Meletakkan barang bawaannya di dapur setelah itu menuju ke ruang tidur anaknya. Ternyata Pangerannya sudah tidur.
"Bu Mira.. tadi Varo rewel gak ??". Tanyanya pada Bu Mira yang lagi merapikan belanjaan yang baru di bawa Diandra.
"Gak kok Bu... Varo anak yang pintar. Ngerti dia kalau Mamanya lagi sibuk." Jawabnya bersemangat.
" Ya udah, Ibu istirahat juga. Udah jam 10 lewat bu.. Nanti Ibu sakit". pinta Diandra pada pengasuh anaknya yang sudah dianggapnya seperti Ibu sendiri.
"Iya bu.. ini sudah siap-siap mau mimpi ketemu sama Min Ho". Ucapnya senyum-senyum malu.
__ADS_1
"Haahaa ibu apaan sih.. suka drakor juga ternyata. Ya sudah aku ke kamar yah Bu.." Pungkas Dian.
Diandra menatap wajah kecil anaknya yang tertidur pulas. Rasa lelah yang ia rasakan hilang seketika saat melihat buah hatinya itu. Tak terasa usianya kini menginjak 5 tahun. Ia pun mulai mengerti sediki demi sedikit tentang segala hal. Betapa hancurnya hati Diandra saat ia menanyakan sosok ayah yang telah lama meninggalkannya. Diandra hanya menjawab seadanya, mengatakan bahwa sang ayah kini telah berada di Surga. Tak dapat dipungkiri, Diandra pun masih sangat merindukan sosok almarhum suaminya.
Sampai sekarang pun, Diandra belum mampu melupakan kenangan manis diantara mereka. Bahkan belum bisa membuka hatinya untuk orang lain. Almarhum masih bertahta di relung hati Diandra. Entah sampai kapan...
Diandra pun terlelap, menuju alam mimpinya. Dalam mimpi dia bertemu dengan suaminya, membawakan sebuah kotak dan berisi batu berbentuk hati. Setelah menyerahkan kotak itu, suaminya pun berlalu dan menghilang diantara kabut tebal.
Diandra terlonjak kaget...
"Mimpi itu lagi... apa maksudnya ini ??". Gumamnya lirih.
Ia pun langsung memanjatkan do'a untuk suami tercintanya.
"Kamu yang tenang disana sayang, aku dan anak kita baik-baik saja". Katanya setelah berdoa Kemudian melanjutkan tidurnya.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Bersambung.....
Jangan lupa kritik dan sarannya.
Terimakasih
__ADS_1