
Pak Adrian meninggalkan Doni dan Diandra karena tiba-tiba mendapat telepon dari istrinya.
"Kita langsung ke Rumah Sakit aja yuk..! " Ajak Doni.
"Iya, baiklah. Tapi Pak Anwar udah nyampe belum Don..?" Tanya Diandra.
"Paling sepuluh atau lima belas menit lagi nyampe." jawab Doni.
Ryan yang sedari tadi menahan dirinya akhirnya buka suara.
"Tidak usah menunggu, biar aku yang antar" ujarnya.
"Tidak usah pak, Diandra adalah rekan saya jadi saya yang bertanggung jawab atas dia". Pungkas Doni.
"Kamu belum tahu siapa saya ?" Kata Ryan rada emosi.
"Sudah..sudah... Maaf Pak Ryan biar nanti saya ke rumah sakit diantar REKAN KERJA saya". Diandra sengaja menekankan kata Rekan Kerja sembari membelalakkan matanya ke arah Ruan agar kali ini Ryan mau mengalah.
"Diandra...kenapa kamu lebih memilih dia daripada aku ?" Gumamnya dalam hati.
"Baiklah.. kalau begitu saya permisi". Ryan kemudian berlalu dari hadapan Diandra dan Doni.
Beberapa saat kemudian, Pak Anwar pun tiba dan membawa Diandra ke Rumah Sakit di temani Doni.
******
Rumah Sakit.
Diandra langsung di bawa ke UGD agar segera di tangani oleh tim medis.
"Kira-kira waktu observasinya berapa lama suster ?" Tanya Diandra pada salah satu suster yang merawatnya.
"Kalau tidak memerlukan perawatan khusus biasanya waktu observasi Paling lama delapan jam bu" jawab suster.
Diandra akhirnya memutuskan untuk menyuruh Doni kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
"Don... kamu kembali aja ke kantor. Tolong Back up kerjaan aku yah..!" Pinta Diandra.
"Tapi kamu kan sendiri disini..!" kata Doni.
"Gak apa-apa, aku baik-baik aja kok. Cuma terkilir doang. Malahan Aku mau minta sama pihak Rumah sakit agar diperbolehkan pulang." kata Diandra.
"Baiklah.. tapi kamu jangan lupa ngabarin aku yah..?!" kata Doni yang dijawab dengan anggukan oleh Diandra.
Setelah kepergian Doni, Ponsel Diandra berdering pertanda ada panggilan masuk. Ia pun melirik sekilas layar ponselnya kemudian menggeser icon telepon berwarna hijau.
"Ya halo.." sapa Dian pada penelpon.
"Kamu dimana sekarang ?" Rada ketus.
"Masih di Rumah sakit" Jawab Dian.
"Aku kesana sekarang" kata penelpon lagi.
tut... tuutt... tuutt...!
Yah, begitulah Ryan saat sedang cemburu. Jutek, judes, angkuh dan sombongnya kumat.
"Kumat lagi kamu... Dasar pria aneh" Gerutu Diandra pada kekasihnya.
Ryan pun tiba di Rumah sakit dan langsung menemui Diandra. Setelah mencari di beberapa bilik kamar, Ia akhirnya menemukan pujaan hatinya.
"Hei...Masih sakit ??" Tanyanya dengan lembut dan Diandra hanya menanggapinya dengan anggukan.
"Tuh kan... memang aneh" Gumam Diandra dalam hati.
"Kenapa kamu diam aja,,? Ryan merasa aneh pada tingkah kekasihnya.
"Kamu aneh!" Cerutu Dian.
"Aneh kenapa ?" Semakin merasa aneh dengan tingkah Diandra.
__ADS_1
"Ya aneh, kadang manis kadang nyebelin". Sambil mengerucutkan bibirnya.
"Memangnya aku mirip kue gitu dibilang manis ?" Ryan terkekeh.
"Aahhh...sudah-sudah. Nyebelin !!" Memutar bola mata dan memalingkan wajahnya dari Ryan.
Cup..!!!
Belum sempat Diandra memalingkan wajahnya dari Ryan, seketika ia merasakan kelembutan bibir Ryan yang mendarat mulus di bibirnya.
"Kamu cerewet". Kata Ryan.
Sontak Diandra merasakan ada hawa panas disekitarnya, tiba-tiba wajahnya merona memerah dan ia pun tersipu malu.
"Kamu kebiasaan, asal nyosor aja !" Katanya sedikit malu-malu.
"Tapi kamu suka kan..?? Goda Ryan.
"Aaoowww...sakit sayang...!" Ryan merasa sakit di bagian pinggangnya karena di cubit Diandra.
"Habisnya kamu suka godain terus..!" Diandra menggerutu.
"Ya sudah kamu siap-siap, kita pulang yuk. Varo udah nungguin kita di rumah". Ajak Ryan.
"Nungguin kita Di rumah..?" Diandra mengulang perkataan Ryan.
"Iya kita... nanti juga aku bakalan tinggal sama kalian bukan ??" Ruan Berkata dengan penuh percaya diri namun Diandra hanya tersenyum mendengarnya.
"Kenapa ? kamu gak mau tinggal sama aku ?" Tanya Ryan penasaran namun Diandra masih tidak menjawabnya. Ryan pun mengalihkan pembicaraan.
"Oh Iya... tadi aku yang jemput Varo di sekolah makanya aku agak lambat kesini.Dia sempat nanyain kamu" kata Ryan.
"Hmm...iya aku hampir lupa. Memangnya aku sudah bisa pulang ??" Tanya Diandra.
"Iya sayang.. aku sudah bicara dengan dokter dan dia memperbolehkanku membawamu pulang." Jawabnya.
__ADS_1
Ryan akhirnya membawa Diandra pulang ke rumah. Kedatangan mereka disambut oleh Varo dengan banyak pertanyaan.