
Deg....!!!
Jantung Diandra berdegup kencang mendengar perkataan Mama Rika.
"Menantu... Iya, aku adalah istrinya Mario. Dan Mario adalah Revan anak Mama Rika yang hilang." Batin Diandra.
"Kalau begitu nyonya silahkan di minum teh nya. Saya permisi kebelakang sebentar." Ibu Mirah pamit ke belakang. Ia merasa tidak enak berada diantara mereka. Biar bagaimanapun dia adalah orang luar.
"Dian... bagaimana keadaanmu nak ?" tanya Papa Raka.
"Dian baik-baik saja kok Pa... Maaf semalam Dian langsung pulang."
"Tidak apa-apa nak. Kami mengerti."
"Dian hanya kaget kok, pa... Tapi sekarang Dian baik-baik saja." Dian berusaha tersenyum di depan mertuanya.
"Dian... maksud mama sama papa kesini ingin membicarakan soal kalian. Mama harap, kenyataan ini tidak merubah keputusanmu untuk menikah dengan Ryan. Mama tau jika kalian sangat mencintai satu sama lain. Bukankah dengan terkuaknya kebenaran ini akan semakin menguatkan hubungan kalian ?"
"Iya, Ma... Dian sudah pikirkan semuanya. Semoga saja keputusan Dian ini memang keputusan yang terbaik untuk semuanya. Maafkan Dian Ma kalau selama ini membuat mama kecewa."
Deg...!!!
Jantung Ryan seakan berpacu dengan waktu. Ia kaget mendengar pernyataan Diandra.
"Sayang... Apakah kamu akan membatalkan pernikahan kita ?" Ryan bertanya dalam hati penuh harap-harap cemas.
"Apapun keputusanmu, aku akan menerimanya. Kebahagiaanmu adalah hal yang utama bagiku." Imbuh Ryan dengan senyum yang dipaksakan, dalam hatinya terasa perih.
"Diandra akan melanjutkan pernikahan ini, Ma..pa..!" Menatap mertuanya secara bergantian.
Sontak Ryan mengangkat wajahnya menoleh ke arah Diandra dengan kasar. Ia seakan tak percaya akan apa yang baru saja di dengarnya. Senyum terukir di wajah tampannya, begitupun dengan Mama Rika dan Papa Raka. Keduanya tersenyum dan saling bertatapan penuh haru.
Ryan mendekati Diandra kemudian menggenggam tangannya.
"Terima kasih sayang, karena tak menolakku." kemudian menciumi punggung tangan Diandra.
"Mama... Apa Mama mau menikah dengan Om Ryan ?" tanya Varo polos.
"Iya, sayang... Varo mau kan tinggal sama Om Ryan ?" tanya Ryan bersemangat.
__ADS_1
"Tentu saja Om.. Oma, berarti nanti Om Ryan jadi papanya Varo kan Oma..?" Balik bertanya kepada Mama Rika.
"Iya sayang... Sekarang kita akan bersama selamanya. Varo akan punya papa, punya Oma dan Opa." Kata Mama Rika sambil memeluk Varo.
Sangat jelas terlihat raut kebahagiaan terpancar dari wajah Varo, Opa dan Omanya. Ryan pun tersenyum bahagia menatap wajah wanita yang tidak lama lagi akan menjadi istrinya. Keduanya saling bertatapan dan saling bergenggaman tangan. Diandra menyandarkan kepalanya di bahu Ryan.
"Kau tau, aku adalah pria yang bahagia di dunia." bisik Ryan lirih di telinga mungil Diandra.
"Dan kau tau, aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini.." Balas Diandra. Keduanya kembali bertatapan dan saling melempar senyum kebahagiaan.
Tiba-tiba Varo mendekati ibunya duduk diantara Ryan dan Diandra.
"Mama... apa boleh Varo memanggil Om Ryan Papa..?" Tanya Varo.
Ryan dan Diandra saling bertatapan kaget. Tidak lama kemudian, Diandra akhirnya tersenyum dan mengangguk pelan seraya menjawab pertanyaan anaknya.
"Boleh kok sayang..." Jawab Diandra mengacak rambut Varo.
"Mama... tadi Oma sama Opa ngajak Varo jalan-jalan. Apa boleh ?"
"Tentu saja boleh.. tapi ingat Varo jangan nakal dan tidak boleh merepotkan Oma sama Opa."
"Kalau gitu Varo ganti baju dulu, biar kerennn..!" Kata Diandra.
"Ma... Dian bawa Varo ke kamar ganti baju dulu." Kata Diandra. Mama Rika hanya tersenyum dan mengangguk menjawabnya.
Diandra membawa Varo ke kamar untuk siap-siap. Setelah mengganti bajunya ia pun menemui oma dan opanya.
"Oma... Varo sudah siap..!"
"Ganteng banget cucu Oma... ayaok kita berangkat ?!"
"Diandra kamu gak ikut ?" Tanya Mama Rika.
"Maaf ma.. Lain kali saja. Masih ada yang ingin Dian kerjakan di rumah. Mumpung hari libur."
"Ya sudah.. Mama berangkat dulu... Ayok Ryan..!"
"Gak Ma... Mama sama papa saja yang pergi. Aku mau bantu-bantu Diandra disini." Sambil mengedipkan matanya ke arah Mama Rika.
__ADS_1
"Baiklah... Mama mengerti..!"
"Titip Varo yah Ma... hati-hati...!" Diandra melambaikan tangannya saat Mama Rika dan Varo sudah berjalan menjauh darinya. Sedangkan Papa Raka sudah menunggu di mobil.
"Kamu kenapa gak ikut..!" Kata Diandra menyenggol kasar lengan Ryan dan melirik tajam kearahnya.
"Ya aku mau disini saja sama kamu." Jawabnya sambil mencubit gemesh kedua pipi Diandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung....
Terimakasih sudah mengikuti kisah Diandra dan Ryan.
Intip juga kisah Mama Rika dan Pak Raka di novel sebelah yah.. Judulnya "Mahligai Cinta".
Mohon tinggalkan jejak setelah membaca.
Jangan Lupa klik Like dan commentnya.
Tambahkan ke daftar baca/favorite dan beri rate 5 bintang. Mohon di Vote jika berkenan.
Terimakasih 🥰***
__ADS_1