Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Candu


__ADS_3

Diandra merebahkan tubuhnya di ranjang King size milik Ryan. Iapun terlelap karena masih kelelahan setelah perjalanan yang memakan waktu berjam-jam.


Ryan keluar dari kamar mandi mendapati wanitanya yang terlelap. Ia mendekatinya kemudian menutup tubuhnya dengan selimut. Di kecupnya kening Diandra dengan pelan. Setelah memakai baju Ia menuju dapur menyiapkan makanan buat mereka.


Diandra terbangun dari tidurnya, kemudian melirik jam di pergelangan tangannya.


"Ya ampun... sudah jam delapan." Gumamnya kemudian berjalan mencari sosok Ryan. Langkah nya terhenti saat melihat tubuh tegap Ryan yang sedang menyiapkan makanan didapur.


"Kamu sudah bangun... ayo makan dulu." Ajak Ryan.


"Kenapa gak bangunin aku ?" Kata Diandra.


"Keliatannya kamu sangat lelah, jadi aku gak tega bangunin kamu." Kata Ryan sambil melangkahkan kaki mendekati Diandra dan menyuruhnya untuk duduk.


Keduanya menikmati makanan sederhana yang telah di siapkan Ryan.


"Ternyata CEO dingin, angkuh, galak, dan sombong ini bisa masak juga." ledek Dian.


"Haahaahaahaa....!" Ryan tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan jujur Diandra.


"Kenapa ketawa ?" Dian keheranan.


"Emangnya aku kayak gitu yah ?" tanya Ryan penasaran.


"Yaelaahhh.... Sudah rahasia umum". jawab Diandra.


"Awas yah...!" ancam Ryan sambil menoel hidung Diandra.


Setelah makan, keduanya menuju ruang keluarga, mereka duduk di sofa sambil menonton acara televisi.


Ryan menggeser bokongnya agar bisa lebih dekat dengan Diandra, kemudian Diandra pun bergeser menjauhi Ryan. Ryan terlihat kesal kemudian menarik lengan Diandra dan kini tak ada jarak diantara mereka.


Keduanya saling beradu pandang. Jantung Diandra berontak, ingin rasanya keluar dari tempatnya, begitupun dengan Ryan, jantungnya terasa berpacu dua kali lebih cepat.


"Ryan..." Kata Diandra lirih.

__ADS_1


"Kenapa sayang..." Kata Ryan yang kini telah merubah posisinya menghadap Diandra dan Diandra diam tak bergeming. Nafasnya seolah berburu dengan waktu.


"Jangan bergerak, biarkan seperti ini. Aku ingin menatap wajahmu sepuasnya, ingin mengganti waktu yang telah terbuang percuma. Aku sangat merindukanmu" Kata Ryan.


Diandra berusaha melepaskan diri dari rangkulan Ruan namun sepertinya itu sia-sia. Otaknya ingin melepaskan diri namun tubuhnya seolah berkata lain.


"Jangan bergerak, jangan sampai aku berbuat lebih" Kata Ryan pelan.


Diandra yang kini terhanyut dengan keadaan, tak sadar ia memejamkan matanya seolah menerima apapun yang akan di lakukan oleh Ryan terhadapnya. Tentu saja Ryan tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Didekatkannya wajahnya ke wajah Diandra, awalnya ia hanya mengecup kening Diandra dengan mesra namun hasratnya meminta lebih. Ia berpindah mengecup bibir ranum Diandra berulang kali. Ia pun tak puas dengan hanya mengecupnya, dilumatnya perlahan bibir tipis Diandra dan di mainkannya dengan perlahan. Diandra pun semakin terbuai akan permainan Ryan.


Setelah keduanya merasa kehabisan nafas, Ryan menghentikan tindakannya. Ia memeluk Diandra dengan erat dan dibalas oleh Diandra.


"Maaf, aku terbawa suasana. Jangan berpikir aku tidak menghormatimu." kata Ryan sambil menggenggam tangan Diandra.


Diandra tak menjawabnya, wajahnya kini terlihat malu, wajahnya merona merah kala itu juga.


"Berjanjilah, apapun yang terjadi kau tidak akan meninggalkanku lagi ?" Pinta Ryan.


"Iya..aku berjanji." Jawab Dian.


"Aku mau pulang, kasian Varo aku tinggal seharian." Kata Diandra setelah lolos dari ciuman maut Ryan.


"Baiklah... aku antar kamu." Kata Ryan dan medekatkan wajahnya ke wajah Diandra hendak menjalankan aksinya lagi.


"Emmm.. No..no..no..!" Kata Diandra sambil menutup bibirnya dengan tangannya.


" Sekali lagi, bibirmu manis, membuatku candu." Kata Ryan.


"Tunggu sampai kita halal..!" Kata Diandra sambil tertawa ringan.


"Kalau begitu besok kita menikah !" Semangat Ryan berapi-api.


"Dasar pria aneh..!" Diandra beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar Ryan.


"Hey... mau kemana ? Apa kau menggodaku ?" Kata Ryan.

__ADS_1


"Aku mau pulang, tas ku ada di kamar kamu" kata Diandra setengah berteriak.


Ryan terkekeh melihat tingkahnya sendiri.


"Kamu benar-benar membuatku gila Diandra" bathin Ryan...


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa


LIKE


COMMENT


SHARE


ADD FAVORITE


RATE 5⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2