Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Kumat


__ADS_3

"Jadi... Mama yang sudah meyakinkanmu ?" Tanya Ryan penasaran.


"Iya.. Ibu Rika yang memaksaku untuk menerimamu" Jawab Diandra asal.


"Jadi kamu terpaksa ?" Tanya Ryan lagi sedikit kesal.


"Iya... habisnya anaknya Bu Rika tidak bisa meyakinkan aku" kemudian tertawa.


"Awas yah kamu.." menggelitik pinggang Diandra.


"Aaooww... geli Ryan... sudah dong..!" Ryan pun menghentikan tingkahnya kemudian menggenggam tangan Diandra.


"Kamu tahu, aku adalah laki-laki yang paaaaaaling bahagia di dunia ini karena bisa mendapatkanmu" Ucapnya dengan mata berbinar.


"Apa kamu juga tahu, Aku adalah wanita yang paaaaaalliiing sial di muka bumi ini, karena kekasihku itu manusia dari kutub utara" ucapnya menggoda.


Ryan membelalakkan matanya, seolah tidak percaya apa yang dikatakan wanitanya itu. Ia pun dengan refleks memencet hidung Diandra.


"Memangnya aku ini beruang kutub..?" Tanya Ryan kesal.


"Beruang kutub yang ganteng". Diandra menatap dan menggoda Ryan.


Kini ia telah melihat sisi lain dari Diandra yang manja dan suka menggodanya.


"Makanya, jangan lama-lama menatapku, kamu pasti akan ketagihan". Balas menggoda Diandra yang tersipu malu.


Pengunjung resto mulai padat. Beberapa kali ia mendapati pengunjung pria melirik ke arah Diandra. Ia mulai risih kemudian membuka jasnya dan memakaikannya di tubuh Diandra yang memang sedikit terbuka.


"Lain kali jika ke tempat umum jangan pakai pakaian yang terlalu terbuka". Ucapnya datar.

__ADS_1


"Sikap juteknya mulai kumat" Batin Diandra dan hanya mengangguk mendengar perkataan Ryan.


"Sayang, kita pulang yuk...". Kata Ryan mengajak


"Cepet banget... aku masih mau disini". Ucap Diandra manja.


"Kita lanjut pacaran di rumah kamu aja, aku gak suka pacaran di tempat umum" menggoda Diandra dengan mengerlingkan matanya.


"Apa sih..." Diandra tersipu malu.


Keduanya beranjak dari cafe menuju rumah Diandra.


Keduanya turun dari mobil dan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah. Ibu Mirah yang mengintip keduanya dari balik jendela nampak bahagia melihat raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah majikannya itu. Sebelum pintu di ketuk, Ibu Mirah sudah membuka pintu terlebih dahulu. Mereka pun masuk.


"Assalamualaikum Bu.. apa Varo sudah tidur ?" Tanya Diandra.


"Kamu tunggu yah, Aku ganti baju dulu, gak nyaman pakai baju ini" Ucap Diandra kemudian berjalan menuju kamarnya.


Setelah selasai berganti pakaian, Diandra mencari sosok Ryan, namun tak ia temukan.


"Bu... tadi Pak Ryan kemana ?" Tanyanya pada Bu Mirah.


"Ooh.. itu Pak Ryan ke kamar Alvaro". Menunjuk kamar Alvaro kemudian Diandra pun masuk ke kamar itu.


"Heii...kamu disini ??" tanya Diandra dengan senyum


"Iya... aku cuma mau liat Varo. Kalau liat mukanya dia jadi ingat almarhum kakakku." Jawabnya.


"Kamu punya kakak ?" tanyanya heran.

__ADS_1


"Iya... tapi kata Mama dia sudah meninggal pas umurnya 5 tahun. Aku juga gak tau meninggalnya karena apa. Waktu itu umurku masih 4 tahun jadi ingatanku tentang kakak tidak banyak" Jelasnya.


"Ooh.. pantas saja waktu itu Ibu Rika bilangnya gak ingin kehilangan lagi" batin Diandra.


"Kenapa jadi melow gini, ke depan yuk sayang" ajak Ryan.


Mereka menghabiskan waktu mengobrol bersama di ruang tengah sambil nonton tv. Bu Mirah yang mengerti keadaan langsung menyiapkan cemilan untuk mereka berdua. Sesekali tawa terdengar dari keduanya.


"Baru kali ini Bu Dian terlihat sangat bahagia" gumam Ibu Mirah yang meplmperhatikan keduanya dari kejauhan.


"Sayang, sudah larut. Aku pulang dulu, kamu istirahat yah..". Sambil mengelus kepala Diandra.


"Iya.." Jawabnya.


Sebenarnya Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama Ryan.


(Ciye.... Diandra Bucinnya Ryan 🤣🤭)


"Aku jalan dulu, Besok aku kesini lagi, masuklah dan kunci pintunya". Mengecup kening Diandra.


"Kamu hati-hati yah.." Melambaikan tangan kepada Ryan yang mulai masuk ke dalam mobilnya.


____________


Bersambung..


Jangan lupa Like, comment dan Share.


Klik ❤ dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2