Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Belum Resmi


__ADS_3

"Kedepan yuk... aku mau ngenalin kamu sama seseorang" Ajak Diandra.


"Siapa sih...!" Tanya Anna penasaran.


Keduanya berjalan menghampiri Ryan yang tengah menunggu hidangan.


"Ryan... ini Anna yang aku ceritakan. Anna.. ini Ryan..!" Diandra memperkenalkan keduanya.


"Halo nona Anna, saya Ryan tunangan Diandra.." Kata Ryan sambil mengulurkan tangannya.


"Whaatttt.....!" Anna histeris menyambut tangan Ryan.


Diandra menyenggol lengan Ryan karena memperkenalkan diri sebagai tunangannya.


"Aaooww.... masih sakit sayang..!" Rintih Ryan merakan ngilu setelah lengannya disenggol dengan kasar oleh Diandra.


Diandra mengelus-elus lengan kekasihnya sembari meniup-nipunya.


"Maaf... abisnya kamu sih..!" Diandra mendumel kesal.


"Kapan kalian bertunangan ? kenapa aku gak diundang" Tanya Anna sambil menarik kursi kemudian duduk di depan Diandra dan Ryan.


"Tidak... kami belum resmi bertunangan" Kata Diandra.


"Tapi dia sudah menerima lamaranku" Timpal Ryan.


" Kata siapa ?" Gerutu Diandra nanun tak di respon oleh Ryan.


Makanan merekapun datang dan langsung di lahap oleh Ryan. Sesekali ia memuji makanan yang ada dihadapannya. Diandra dan Anna hanya terkekeh ringan melihat tingkah Ryan.


"Tumben makan kamu banyak." Kata Diandra.


"Dua hari gak makan, pas makan di temanin wanita special ya otomatis makannya lahap" kata Ryan sambil menyentil hidung Diandra.


"Gombal..!" Diandra memutar bola matanya medengar ucapan Ryan.


Anna bahagia melihat sahabatnya kini mau membuka hatinya.


"Jadi kapan hubungan kalian akan di resmikan?" Kata Anna.


"Tunggu papaku pulang dari Jerman, dia masih sibuk." Kata Ryan.

__ADS_1


"Memangnya aku mau tunangan sama kamu ?" Tanya Diandra seolah mengejek Ryan yang kepedean.


"Harus mau dong..! Kalau kamu kabur, kaki kamu akan aku pasung biar gak bisa kemana-mana lagi." Ancam Ryan.


"Kamu mengancamku ? Dasar pemaksa..!" Diandra menggerutu namun dalam hatinya Ia sangat bahagia mendapatkan cinta dan perhatian dari Ryan.


"Kamu kalau gak di paksa ya kamu gak akan mau " Kekeh Ryan diiringi suara tawa Anna dan Diandra.


"I'm happy for you Dian... Sudah waktunya kamu membuka hati. Kamu cantik dan masih muda, Varo juga butuh sosok ayah di sampingnya, sepertinya Ryan orang yang tepat. Mario pasti bahagia melihan kalian bahagia. Kalian pantas mendapatkannya. Ryan... tolong jaga Diand yah.." Tutur Anna penuh harap.


"Iya...aku berjanji akan selalu menjaga dan melindunginya. Asalkan dia jangan kabur lagi..." Kata Ryan menyentil dahi Diandra.


"Ryan...apaan sih..?! Kebiasaan deh..!" Diandra mendumel kesal.


"Kamu gemesin sayang.." Sambil mencubit pipi Diandra.


"Tuh kan... mulai deh...!" Diandra balas mencubit pinggang Ryan.


Diandra mulai bercerita bagaimana kehidupannya selama di kota M dengan Varo kepada sahabatnya. Ia juga menceritakan kisahnya bertemu dengan Ryan sampai Ia harus datang je kota B mencari kebenaran. Sesekali Anna meneteskan air mata haru mendengar kisah Diandra.


Sudah pukul tiga sore, Diandra dan Ryan pamit melanjutkan perjalanan ke kota M.


Merekapun meninggalkan restoran milik Anna menuju kota M. Butuh waktu tiga jam perjalanan untuk sampai disana.


"Sudah sampai rupanya, maaf aku tertidur." Kata Diandra yang masih berusaha menahan kantuknya.


"Iya... kamu sampai ngorok loh sayang..!" goda Ryan.


"Masa sih... perasaan aku gak pernah ngorok deh..!" Diandra malu-malu.


Ryan turun dari mobil kemudian membukakan pintu buat Diandra. Keduanya berjalan menuju rumah mewah milih Ryan.


"Mana ada orang yang lagi tidur menyadari dia ngorok apa tidak." Kata Ryan.


"Ah... kamu pasti boong. Aku gak ngorok !" Ujar Dian membela dirinya.


"Iyaa...iyaa.. becanda doang. Masuk duly yuk..!" Ajak Ryan sambil merangkul pinnggang Diandra.


"Kenapa kita kesini ? Kenapa gak langsung pulang ke rumahku." Tanya Diandra.


Ryan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk rumahnya.

__ADS_1


"Aku ingin berdua dulu denganmu, ada yang harus aku tuntaskan...!" Kemudian melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah.


Diandra bergidik ngeri melihat tatapan Ryan yang seolah ingin memakannya.


" Awas aja kalau macam-macam" Umpat Diandra dalam hati.


"Kenapa...? kamu takut ? Aku gak bakalan makan kamu kok, palingan dikit" kata Ryan Sambil mengerlingkan matanya menggoda Diandra.


Diandra hanya menuruti kekasihnya. Ia pun tanpa sadar ikut ke kamar Ryan.


"Aku bersihkan badan dulu yah sayang, badanku lengket. Kamu tunggu yah..!" Kata Ryan kemudian menuju kamar mandi.


Diandra merebahkan tubuhnya di ranjang King size milik Ryan. Iapun terlelap karena masih kelelahan setelah perjalanan yang memakan waktu berjam-jam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Terimakasih semua atas supportnya.


Jangan lupa Like, comment, dan share

__ADS_1


Add favorite dan rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2