
"Hari ini aku gak ke kantor yah, tolong handle jadwalku". Ryan menutup teleponnya.
"Kamu sudah bangun..?"Tanya Diandra menghampiri Ryan.
"Iya.. terima kasih yah semalam sudah ngerawat aku". tersenyum.
"Sarapan dulu, kamu belum benar-benar pulih" ajak Diandra diikuti Ryan dari belakang.
"Baju kamu sudah kukeringkan". Menunjuk ke arah stelan jas Ryan yang di gantung dan telah rapi.
"Baju kamu aku bawa dulu, nanti akan kukembalikan" Sahut Ryan yang diikuti anggukan oleh Diandra.
Varo sudah siap dengan seragamnya, begitupun Diandra sudah rapi dengan stelan kerjanya. Usai sarapan mereka pun bersiap-siap keluar.
"Diandra... sebentar siang mobil kamu sudah bisa dijemput. Biar orangku saja yang mengantarkannya ke kantormu." Ucap Ryan.
"Tidah usah repot-repot biar aku sendiri yang mengambilnya". Tolaknya.
"Baiklah.. aku antar kalian aja yah.." ajak Ryan.
"Jangan.. kamu kan sedang sakit, belum pulih total" Tolak Diandra.
"Aku sekalian pulang ke rumah.. kan searah juga". pungkas Ryan.
"Baiklah.." Diandra akhirnya setuju diantar oleh Ryan.
"Terimakasih Om.." Alvaro menyalami tangan Ryan dan Diandra dan menciumnya kemudian berlari masuk ke kelasnya.
Ryan kembali melajukan mobilnya menuju kantor Diandra. Diandra pun turun dari mobil Ryan.
"Lain kali jangan melakukan hal-hal gila lagi". Ucapnya kemudian melangkahkan kakinya menuju gedung kantor.
__ADS_1
"Aku gila ?". batin Ryan.
Iapun menancap gas menuju hotel.
xxxxxx
Seminggu berlalu tak ada pertemuan antara Ryan dan Diandra. Ryan fokus bekerja, menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Dalam seminggu terakhir, Ryan sempat melakukan perjalanan bisnis ke City Town selama 3 hari mengikuti rapat Direksi dari perusahaan yang di kelola ayahnya. Pas hari Minggu ia akhirnya tiba di kota M.
Pagi itu,
"Mama... Lomba olah raganya di mulai hari ini. Mama ke sekolah yah liat Varo lomba. Kali ini Varo gak akan nangis Ma..." berkata kepada ibunya seraya mengacungkan jempol.
"Iya sayang... Mama pasti datang" Kemudian keduanya berjalan ke arah mobil dan menuju ke sekolah Varo.
Usai mengantarkan Varo, Diandra langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Pukul 10.00.
"Iya Dian, kerja yang bagus". Ucap Pak Adrian.
"Satu lagi pak, anak saya akan mengikuti lomba di sekolahnya siang ini. Apa boleh saya ijin sebentar untuk menyaksikan lombanya Pak ?" Tanya Diandra sedikit khawatir.
"Asalkan pekerjaan kamu sudah selesai silahkan saja.". Jawab Pak Adrian ramah.
"Terima kasih pak, saya permisi dulu". Dengan semangat Diandra merapikan mejanya kemudian menuju sekolah Varo.
Sekolah Varo memang dikenal sebagai salah satu sekolah Favorite di Kota M. Tidak jarang pihak sekolah mengadakan lomba untuk mengasah kreatifitas siswanya.
Diandra tiba di sekolah Varo, sontak Ia kaget melihat siapa yang tengah mendampingi Varo mengikuti lomba estafet.
"Ryan...". Gumamnya tak percaya.
__ADS_1
1.....2.....3..... Mulai....!!!
Para peserta lomba mulai berlari. Para ayah mendapat giliran lari lebih dulu. Diandra semakin tak percaya melihat Alvaro yang menyemangati Ryan yang sedang berlari.
"Papa.....ayoo... cepat Paa....!!!"
Ingin rasanya Ia menangis melihat adegan Ryan dan anaknya itu. Tapi dia pun tak mampu merusak kebahagiaan Varo yang Sangat jelas terlihat dari raut wajahnya.
Ryan kemudian tiba digaris deretan para anak, menyerahkan estafetnya kemudian Alvaro pun lari sekuat tenaga. Diandra yang menyaksikan anaknya lomba hanya mampu menatapnya dengan berlinang air mata.
Ternyata,, Alvaro meraih juara kedua. Diandra langsung menghampiri anaknya dan memeluknya. Ryan pun berjalan menuju ke arah mereka.
"Kamu terlambat !!" Kata Ryan datar. Diandra hanya diam tak membalasnya.
"Iya nih.. Mama payah.. andaikan tadi mama datang lebih awal kita pasti juara. Iya kan Pa....? Eh, maksudnya Om!" meralat kata-katanya.
"Gak apapa sayang, kali ini sudah bisa dapat juara 2, lain kali pasti pemenang asalkan semangat latihannya." Kata Diandra menghibur anaknya.
Diandra semakin merasakan pukulan yang hebat didadanya saat melihat Varo dan Ryan melakukan tos di hadapannya. Mereka berdua terlihat kompak layaknya Ayah dan anak. Mood nya sangat buruk saat itu.
Setelah penyerahan hadiah, ia segera membawa Varo pulang ke rumah kemudian kembali ke kantor.
_________€€________€€__________
Bersambung....
Terus bantu Thor yah like comment and sharenya novelnya.
Jangan lupa ikuti terus ceritanya dan mohon masukan dari para readers.
❤ Author
__ADS_1