
"Kamu benar-benar membuatku gila Diandra" bathin Ryan.
Ryan mengantar Diandra pulang ke rumahnya. Alvaro yang tengah asyik menonton serial TV kesukaannya kegirangan melihat Ibunya datang.
"Mama....." Alvaro menghambur ke pelukan Diandra.
"Mama dari mana ?" Tanya Varo penasaran.
"Tadi Mama ada urusan penting sayang..." Jawab Diandra.
"Tadi Bu Mirah bilang katanya Mama nginap, Varo jadi sedih..!" Kata Varo memelas.
"Tapi Mama gak nginap kan..?" Ucap Diandra sembari mengacak-acak rambut Varo.
"Iya Mama..." Katanya sambil melihat ke arah Ryan.
"Halo jagoannya Om..." Mendekat ke arah Varo kemudian memeluknya.
"Om Ryan... Varo kangen sama Om. Om sama Mama sudah gak marahan lagi kan ?" Tanya Varo.
"Memangnya mama marah ya sama Om ?" Tanya Ryan pura-pura.
"Kemarin Varo liat mama marah-marah sama Om. Varo jadi sedih. Apa Om Ryan nakal...?" Tanyaa Varo lugu.
"Tidak kok sayang... Om gak nakal dan Mama gak akan marah lagi sama Om..!" Kata Ryan menenangkan Varo.
Ketiganya duduk di sofa di ruang keluarga menemani Varo nonton kartun kesayangannya.
"Sayang... sudah hampir jam sepuluh, waktunya tidur" Perintah Diandra.
"Dikit lagi ya Mama... Varo masih mau main sama Om Ryan,besok Varo juga libur." Pinta Varo pada Ibunya.
__ADS_1
"Nanti kalau Om Ryan sudah jadi papa Varo kita bisa main sepuasnya sayang. Varo mau kan kalau Om Ryan jadi papanya Varo..?" Kata Ryan bersemangat, Ia berhasil membuat Diandra kaget akan kata-katanya.
"Beneran Ma... jadi nanti Varo punya Papa ? Assiiikll...!!" Tanya Varo dengan raut wajah yang ceria seketika.
Diandra tidak menjawab pertanyaan anaknya, ia langsung membawa Varo ke kamar meninggalkan Ryan di ruang keluarga. Setelah Alvaro tertidur ia kembali menemui Ryan.
"Sudah tidur..?" Tanya Ryan.
"Ia..." Jawab Diandra datar.
"Kamu kenapa sayang ?" Merasa aneh dengan sikap dingin Diandra yang tiba-tiba.
"Kamu kenapa sih menjanjikan itu kepada Varo ?" Tanya Diandra kesal.
"Kenapa apanya..?" Tanya Ryan bingung.
"Kamu bilang akan jadi papanya. Aku tidak suka." Bentak Diandra.
"Bukannya kita akan segera menikah ? Setelah menikah anakmu akan jadi anakku juga kan sayang..?" Ucap Ryan meyakinkan.
"Sayang... yang bilang Varo bukan anaknya Mario itu siapa ? Aku hanya akan jadi ayah sambung buat dia. Dia itu masih kecil sayang, Lambat laun dia akan mengerti. Mario akan tetap jadi ayah bagi Varo." Terang Ryan menghibur Diandra sambil menggenggam kedua tangan Diandra.
Sesaat keduanya terdiam, Ryan menuntun Diandra agar duduk di sofa. Ryan memperhatikan lekat wajah kekasihnya yang nampak sedih. Bulir-bulir air mata kini membasahi pipinya.
"Sayang... udah dong..! jangan nangis lagi." kata Ryan berusaha menenangkan Diandra.
"Maafin aku. Aku hanya tidak ingin menghapus kenangan Mario dari ingatan Varo." Ucap Diandra terbata karena isak tangisnya.
"Tidak akan sayang.... Sampai kapanpun Mario akan tetap menjadi ayah Varo. Hadirnya aku di hidupnya Varo untuk melengkapi Mario, anggap saja aku membantu melanjutkan tugas Mario untuk menjaga kalian. Tolong jangan seperti ini sayang... Aku tidak bisa lagi jauh dari kalian berdua." Bujuk Ryan.
Diandra tak bergeming mendengar penuturan Ryan. Keduanya kemudian berpelukan, Ryan mengusap punggung Diandra untuk memberinya kenyamanan.
__ADS_1
"Yakinlah, diatas sana Mario pasti bahagia melihat kita bahagia." Bisik Ryan di telinga Diandra kemudian melonggarkan pelukan keduanya.
Ryan mengambil foto Mario yang terpajang di Meja kemudian menatapnya.
"Terimakasih bro, sudah menitipkan mereka. Aku janji akan menjaga mereka, Percayalah !" Kata Ryan kemudian meletakkan kembali bingkai berukuran 5R itu di tempatnya semula.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Like
Comment
Share
Vote
Add favorite
__ADS_1
Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐
Terimakasih ❤