
Sang surya kini menenggelamkan keangkuhannya di ufuk barat. Warna kebiruan berganti dengan polesan jingga yang menghiasi langit senja kala itu, kemudian berangsur menghitam pertanda gelap merajai malam.
"Sudah malam, kita pulang yuk...!" Ajak Jihan.
"Kita makan dulu, abis itu aku anterin kamu pulang". Kata Doni.
"Boleh.. Mau makan apa ?" Tanya Jihan.
"Terserah mau makan apa". Jawab Doni.
"Makan sate Mang Danu aja" Jihan memberi ide.
"Oke.. kita jalan yuk!" ajak Doni.
Keduanya meninggalkan pantai dan menuju warung sate langganan mereka. Setelah makan Doni langsung mengantar Jihan pulang ke rumah kontrakannya.
*******
RW Hotel
"Pagi pak.." sapa para pegawai pada Ryan yang baru saja memasuki hotel. Ryan hanya tersenyum membalas sapaan para pegawainya.
Setelah menaiki lift, Ia pun tiba di rungannya.
"Hendra... ke ruanganku sekarang". Perintah Ryan melalui telepon.
Hendra pun masuk ke ruangan Ryan tanpa mengetuk pintu dan langsung duduk di depan Ryan.
"Knapa bang.. tumben pagi-pagi udah manggil". kata Hendra.
"Sebentar malam kamu makan malam di rumahku yah.. Sudah beberapa hari mama disini. Dia ngajak kamu ke rumah". Jawabnya datar.
"Jadi bibi ada disini ? kok abang baru ngomong sih..!" katanya pura-pura gak tau.
Padahal rencana ibu Rika kemarin di bantu oleh Hendra, jadi tentu saja Hendra sudah tau akan kedatangan Ibu Rika. Tiba-tiba Hendra berpikir ingin mengerjai Ryan sekali lagi.
"Boleh ajak teman gak..?" tanyanya cengengesan.
"Mau ngajak siapa ?" Ryan merasa heran.
"Diandra..!" jawabnya singkat, sontak Ryan membelalakkan matanya menatap Hendra dengan amarah.
__ADS_1
"Gak boleh... Jangan coba-coba kamu !" Dengan ketusnya mengancam Hendra.
"Emang kenapa ?" bertanya pura-pura.
"Aku harus ngasih tau kamu yah, sekarang aku....." kalimat Ryan menggantung.
"Kenapa emang..?" tanya Ryan penasaran.
"Pokonya kamu gak boleh ajak dia. Titik !" Jawabnya dengan nada tinggi.
"Loh kenapa gak boleh ? aku mau ngenalin dia sama Bibi !" Kata Hendra ngotot.
"Kamu tuh yah... dibilangin gak boleh ya gak boleh..!" jawab Ryan lagi.
"Iya bang... tapi kenapa coba ??" Hendra sedikit kesal karena Ryan belum juga mengakuinya.
"Aku yang bakal ngajak dia..!" ucapnya sedikit frustasi.
"Eng.... ada apa ini ?" Tanya Hendra sedikit menggoda.
"Aku...aku..sama Diandra..." Ryan terbata.
"Kenapa sama Diandra ?" Ledek Hendra.
Hendra tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Ryan sambil betepuk tangan.
"Aku gak salah dengar kan bang ?"Sekali lagi Hendra meledek Ryan. Ryan pun tak menghiraukan pertanyaan adik sepupunya itu.
"Bang... sejak kapan ? Jahat banget sama adik sendiri. Abang nikung aku !" Katanya pura-pura sedih.
"Ye...siapa yang nikung. Emang dia dari dulu gak suka sama kamu" Jawab Ryan enteng.
"Emangnya Dian suka sama abang ? Gak percaya aku !" Goda Hendra.
Sekali lagi Hendra tertawa mengingat perkataan Ryan.
"Ketawa mulu.. kerja !" Kata Ryan mengalihkan pembicaraan.
"Iyaa... iya..." jawab Hendra kemudian berlalu dari hadapan Ryan.
Ryan mengambil ponsel dari saku celana kemudian mengirim pesan pada Diandra.
__ADS_1
📨 Pagi sayang... gimana kaki kamu hari ini?
📩 Pagi juga... sudah baikan.
📨 Kamu ke kantor hari ini ?
📩 Iya
📨 Kamu sibuk ?
📩 Iya lagi periksa laporan yang kemarin aku tinggal.
📨 Sebentar malam kamu sama Varo siap-siap, nanti aku jemput. Mama ngajakin kita makan malam di rumah. Besok dia sudah mau kembali ke Kota J.
📩 Oh ya..? Mudah-mudahan kerjaanku cepat kelar.
📨 Ya sudah, selamat bekerja sayang. I love U
"Kok gak dibalas" gumam Ryan.
Akhirnya Ryan memutuskan untuk menelpon Diandra.
"Iya... kenapa?" Tanya Diandra dibalik telepon.
"Kenapa pesanku gak dijawab ?" Ryan sedikit kesal.
"Emangnya harus dijawab ? kan gak ada unsur pertanyaan di kalimatnya" jawab Diandra asal.
"Gak ada pertanyaan, tapi ada pernyataan jadi kamu harus tanggapi" kata Ryan menggerutu.
"Apaan sih.." kata Diandra sedikit malu.
"I Love you Diandra.." kata Ryan dengan nada rendah.
"Iya..." jawab Diandra singkat.
"Itu doang...?" Ryan mulai kesal lagi.
"Udaahh dong... aku lagi kerja sayang..!" kata Diandra sedikit menahan bibirnya agar tidak kedengaran rekan kerjanya.
"Bilang apa barusan..? Aku gak dengar. Sekali lagi" bujuk Ryan dengan manja.
__ADS_1
"Udah ah... dagh..!" Diandra mematikan sambungan teleponnya.
Diandra hanya tersenyum, wajahnya kini merona mengingat tingkah kekasihnya. Sedangkan Ryan, dia seakan tak percaya kini Diandra mau memanggilnya SAYANG.