Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Belum waktunya


__ADS_3

"Sudah larut, aku pulang dulu yah sayang... kamu jangan berpikiran macam-macam" Pinta Ryan pada Diandra.


Saat akan melangkah keluar Diandra tiba-tiba memeluk Ryan dari belakang. Ryan hanya menoleh saat mendapat pelukan dadakan dari Diandra.


" Terima kasih sudah menerimaku dan Varo." Kata Diandra pelan.


Ryan membalikkan badannya dan kini keduanya dalam posisi yang berhadapan.


"Aku yang berterima kasih, karena memberiku kesempatan hadir diantara kalian." Ucap Ryan kemudian mengecup pelan kening Diandra.


Diandra hanya memejamkan matanya menerima kehangatan di keningnya kemudian kembali memeluk Ryan dengan erat.


"Kalau begitu aku nginap saja ya !" Kata Ryan menggoda Diandra.


"Eh... gak boleh..! Belum waktunya" Ucap Diandra sedikit panik.


"Abisnya di peluk terus." Kata Ryan.


Sontak Diandra melepaskan pelukannya dengan kasar.


"Heeyy... gitu aja marah, sini aku peluk lagi." Ryan kembali mendekap Diandra.


Diandra tak henti-hentinya menatap lekat wajah Ryan sambil tersenyum.


"Apa aku begitu tampan sampai kamu tak berkedip menatapku?" tanya Ryan menggoda Diandra dan berhasil membuat kedua pipi Diandra bersemu merah merona.


"Apaan sih..." Kata Diandra asal.


Setelah mengecup bibir Diandra Ryan pun berlalu. Dia mengendarai mobilnya menuju rumah mewahnya.


Jalanan cukup lengang karena malam sudah sangat larut.


Setelah tiba di rumah, ia merebahkan tubuhnya di kasur.


"Aoooww.....!"


Ryan mengeram merasakan sakit dilengannya. Ia lupa bahwa lengannya masih sedikit bengkak akibat kecelakaan.


Drrtt.....drrtt....!


Ponsel Ryan bergetar pertanda ada panggilan yang masuk. Di intipnya sekilas layar ponselnya, ternyata itu panggilan dari Mama Rika.


"Iya.. halo Ma..!"

__ADS_1


"Mama dengar kamu abis kecelakaan ? Apa lukanya serius ?"


"Gak apa-apa kok Ma... lukanya gak serius"


"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati"


"Iyaa..iya.. Mama..!"


"Bagaimana menantu Mama, apa benar kalian bertengkar ?"


"Ehh... Mama tau dari mana ?"


"Pokoknya mama tau, awas saja kalau kamu melukai perasaan menantu mama."


" Tenang mama, semuanya cuma salah paham. Kami sudah baikan."


"Syukurlah, awas saja kalau kamu membuat menantu mama marah, mama gak akan memaafkan kamu Ryan"


"Iya mama... Ryan janji akan jaga mantu mama"


"Ya sudah kamu istirahat"


"Iya.. mama juga istirahat yah.."


"Perasaan anaknya Mama itu Ryan, kenapa malah Diandra yang di bela mati-matian.. Ada-ada saja tingkah mama" Gumam Ryan.


*******


Pagi itu, setelah berolah raga ringan di ruang Gym Ryan kaget melihat kehadiran Hendra.


"Sepagi ini ?" Kata Ryan.


"Siapa suruh menghilang... ada yang harus abang tanda tangani." Menyodorkan beberapa map kepada Ryan.


"Tidak bisa menunggu sampai senin ?" Tanya Ryan.


"Tidak bisa... siang ini berkasnya mau kubawa ke kota J. Paman memintaku berangkat hari ini juga." Kata Hendra kesal.


"Jadi papa sudah pulang ?" tanya Ryan heran.


"Iya... masa kamu tidak tahu ?" Gerutu Hendra.


Hubungan Ryan dengan ayahnya Raka Wijaya memang tidak sedekat dengan ibunya. Mungkin karena keduanya memiliki watak yang sama sehingga keduanya tidak bisa dekat. Bahkan Raka terlihat lebih dekat dengan Hendra keponakannya di banding dengan Ryan yang notabene adalah anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Abang udah sehat kan..?" Tanya Hendra.


"Iya.. kenapa ?" Tanya Ryan.


"Kan aku mau berangkat, kasian kantor kalau kutinggal Sedangkan yang punya kantor malah sibuk ngurisin asmaranya." Sindir Hendra.


"Enak aja...!" Ryan menjitak kepala adik sepupunya.


"Aaooww.... sakit bang" Gerutu Hendra.


"Makanya... hati-hati kalau ngomong." Ketus Ryan.


"Aku jalan dulu bang... masih ada yang harus dipersiapkan sebelum aku berangkat" Pamit Hendra.


"Eh tunggu, apa Melda ikut bersamamu ?" Tanya Ryan.


"Tentu saja..... TIDAK ! Haahaa...!" Goda Hendra.


"Jangan lupa yah, minggu ini ada beberapa pertemuan penting dengan client yang harus abang hadiri. Melda tau kok jadwal kamu bang...!" Kata Hendra kemudian.


Ryan hanya mengangguk, Hendra pun berlalu dari hadapan Ryan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih semua sudah mampir di Novelku.


Terus ikuti lanjutan kisahnya.


Like, comment, share, add favorite dan kasi rate 5 ⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2