Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Melda dan Hendra


__ADS_3

Hendra mulai menyadari apa yang tengah terjadi. Dia pun menghembuskan nafasnya dengan lega.


"Kamu masuk ke perangkapku Ryan" Gumamnya dalam hati.


Melda yang sedari tadi memperhatikan Hendra pun bertanya.


"Kamu kenapa.. cengengesan gitu ?" Melda bertanya.


"Sepertinya aku bakal menang" kata Hensdra.


"Maksud kamu ??" tanya Melda lagi.


"Kamu lihat kan barusan, Ryan sama Diandra seperti ada sesuatu diantara mereka". Jawab Hendra menggebu-gebu.


"Iya sih... bukannya kamu juga suka sama Dian ??" Tanya Melda sedikit cemberut.


"Yaahh aku memang menyukainya. Tapi hanya sebagai teman. Dulu pernah aku mengejarnya, tapi yaahh itu kan di jaman kami masih kuliah. Sekarang aku hanya punya satu wanita yang mengisi relung hatiku" Ucap Hendra dengan mantap.


"Jadi selama ini sikap kamu ke dia..?" bertanya seperti kebingungan.


"Cuma acting, hanya untuk memancing emosi Ryan. Hebatkan ???" kata Hendra sedikit menyombongkan dirinya.


Melda hanya diam menanggapi omongan Hendra. Dia juga bingung dengan perasaannya, apakah dia masih menyukai Ryan cinta sejak kecilnya atau kini dia telah beralih kepada Hendra, pria yang selalu ada untuknya,m dan yang selalu menghiburnya. Tapi tetap saja... Dia akan kecewa karena keduanya mencintai orang lain.


"Mel... kamu kenapa ?" Hendra Menggenggam tangan melda dan hanya ditanggapi dengan gelengan kepala oleh Melda.


"Duduk yuk..." Mengajak Melda duduk di sofa.


"Maafin aku yah... selama ini aku gak jujur sama kamu".


Ucap Hendra yang tak dimengerti oleh Melda.


Deg....!!!


Melda mengangkat wajahnya yang dari tadi menunduk.

__ADS_1


"Dengerin aku yah, Hari ini aku mau jujur tapi kamu gak boleh bicara dulu" Hendra Menarik nafas panjang kemudian melanjutkan perkataannya.


"Sebenarnya aku suka sama kamu. Hanya saja aku gak berani mengutarakannya karena aku tau kamu menyukai Ryan, Ryan adalah cinta pertamamu bahkan sejak kalian masih kecil".


Melda ingin memotong pembicaraan Hendra namun dicegah oleh Hendra dengan meletakkan telunjuknya di bibir Melda.


"Dari awal Aku sudah berniat menyatakannya saat aku yakin akan perasaan Ryan ke kamu. Saat aku benar-benar yakin bahwa Ryan tidak mencintaimu. Maukah kamu mendampingi hari-hariku, Melda ??"


"Apa ini Hendra.. maksud kamu apa ??" Ucap Melda dengan suara bergetar, air mata pun menetes di pipinya.


"Seperti yang kamu dengar. Aku mohon berdamailah dengan hatimu sendiri. Sambutlah aku, bukalah hatimu untukku." Bujuk Hendra.


Melda semakin bingung dengan perasaannya. Bahagia, terharu dan bingung bercampur jadi satu. Ia bahkan masih bingung dengan oerasaannya. Ia pun mengusap air mata di pipinya yang merona.


"Baiklah aku mau, tapi ada syaratnya.." kata Melda


Hendra : "Apapun syaratnya akan kupenuhi asalakan bisa bersamamu".


"Aku mohon beri aku waktu, dan ajari aku untuk mencintaimu". Tutur Melda Dijawab anggukan oleh Hendra kemudian kembali menggenggam tangannya.


Hendra melepaskan pelukannya.


"Aku minta kamu rahasiain hubungan kita dari Ryan dulu yah.." Kata Hendra.


"Kenapa ?" tanya Meld bingung.


"Aku mau kerjain dia dulu, aku mau runtuhin tuh gunung Es nya.. Belagu banget jadi orang". Kata Hendra.


"Hmm...jangan jahat-jahat. Kasian dianya..?" Ucap Melda manja.


"Tidak kok sayang.." sambil menoel hidung Melda manja.


Kebahagiaan kini terpancar di wajah Melda. Wajahnya merah merona. Sesekali dia mencubiti perut pria yang kini menjadi kekasihnya itu dengan gemesshh.


"Aaoowwww sakit sayang". Kata Hendra.

__ADS_1


"Biarin...". Melda menggoda Hendra


"Ya sudah... kita siap-siap yuk... Sudah waktunya pulang" kata Hendra.


"Eeh..iya yahh waktunya gak terasa". Ucap Melda.


"Mulai sekarang waktu akan terasa gak cukup buat kita". Ucapnya menggoda Melda.


Melda hanya menanggapi dengan tatapan penuh cinta pada Hendra dan menyunggingkan senyum manis di bibirnya.


"Sebentar malam kita dinner yah.." ajak Hedra.


"Sok Romantis...!!" kata Melda.


"Harus dong sayang... ini tuh moment yang aku tunggu-tunggu sejak lama". tambah Hendra.


"Udaah aah.., anterin aku pulang yah....".


"Iya sayang...ke kutub utara pun aku anterin" Gombal Hendra.


"Aaahhh...gombal teruss". Merajuk dengan manja.


Keduanyapun meninggalkan kantor.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Bersambung....


Mohon kritik dan sarannya buat para readers tersayang.


Please Like, Comment dan share


Klik ❤ dan ⭐⭐⭐⭐⭐


❤ Author

__ADS_1


__ADS_2