Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Kebenaran terungkap.


__ADS_3

Sebelumnya...


Ryan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Saat tiba di halaman, ia pun memarkirkan mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Diandra dan menggandeng tangannya menemui Mama Rika yang sudah menunggunya di ruang keluarga.


"Selamat malam, ma...pa..!" Sapa Diandra pada Mama Rika dan Papa Raka yang tengah duduk di ruang keluarga.


"Dian... duduk sini sayang, dekat mama." Mama Rika Menepuk sofa yang masih kosong di sampingnya memberi isyarat pada Diandra agar duduk di sebelahnya. Diandra pun mendaratkan bokongnya disamping Mama Rika.


"Maafkan mama nak, karena mengganggu waktu istirahatmu." Ucap Rika sembari menggenggam punggung tangan Diandra.


"Gak apa-apa kok, Ma... Kata Ryan ada hal penting yang ingin mama sampaikan pada Dian ?" Tanya Diandra.


Sesaat semuanya terdiam, Mama Rika menundukkan wajahnya, dan air matapun membasahi pipinya yang mulai keriput.


"Loh... kenapa mama nangis ? ada apa sebenarnya ?" Diandra penasaran kemudian menatap ke arah Ryan.


"Diandra, begini....." Ryan ingin menjelaskan semuanya pada Diandra.


"Tidak, nak. Biar mama yang menjelaskan." kata Mama Rika memotong perkataan Ryan.


"Semalam, saat Ryan membawa dompetmu mama melihat ada kertas yang jatuh kemudian mama berikan pada Ryan, dan saat Ryan membuka dompetmu mama melihat beberapa foto di dalamnya." Mama Rika tak mampu melanjutkan perkataannya karena merasakan sesak di dadanya.


"Maaf ma, itu foto papanya Varo. Mulai sekarang Dian akan mengeluarkan foto itu dari dalam dompet Dian." Ucap Diandra merasa bersalah.


"Tidak, nak. Bukan itu maksud mama." Mama Rika mengeluarkan selembar foto dari dalam tasnya kemudian menunjukkannya pada Diandra.

__ADS_1


Diandra bingung, diraihnya foto itu kemudian memperhatikannya dengan seksama. Ia sangat kaget dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Ia merasa semuanya serba kebetulan.


"Ma... apa maksudnya ini ?" Tangan Diandra gemetaran membandingkan kedua foto jadul yang ada di tangannya. Foto di tangan kanannya adalah foto kecil Mario yang disimpannya selama ini, sedangkan di tangan kirinya memegang foto yang diberikan Mama Rika barusan. Anehnya lagi, kedua foto itu memuat orang yang sama, anak laki-laki yang usianya sekitar empat atau lima tahun. Benar-benar mirip.


"Iya, nak... Mama hanya ingin memastikannya. Apa benar foto ini milik papanya Varo ?" Tanya Mama Rika dan Diandra hanya mengangguk pelan membenarkan pertanyaan Mama Rika.


Air mata Diandra kini mengucur deras. Kebenaran tentang orang tua kandung Mario akhirnya terkuak, namun sayang sekali, semuanya terungkap disaat Mario sudah pergi untuk selamanya.


"Apa maksud Mama kalau Mario adalah anak Mama yang hilang ?" Tanya Diandra seraya mengusap air mata di pipinya.


Mama Rika semakin sedih, Papa Raka hanya mengusap punggung istrinya agar Ia merasa tenang.


"Sudahlah, Ma...!" Ucap Papa Raka.


"Maksud mama...?" Ryan menimpali.


"Sudah saatnya kamu tau yang sebenarnya, nak..." kata Papa Raka. Ia pun menceritakan semuanya kepada Ryan.


Revan adalah anak pertama Pak Raka, hasil dari pernikahannya dengan Evelyn istri pertamanya. Namun saat melahirkan Revan, Evelyn meninggal dunia. Evelyn dan Raka menikah karena perjodohan oleh kedua orang tua mereka. Sepeninggalnya evelyn, Raka kembali dijodohkan dengan adik kandung Evelyn yang bernama Emilia agar Revan mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Namun Raka menolak perjodohan itu dengan alasan dia ingin kembali kepada Rika. Raka dan Rika saling mencintai sejak lama, namun demi tuan Wijaya, Raka rela melepaskan Rika dan menikahi Evelyn meskipun hati dan perasaannya hanya tertuju pada Rika seorang.


Ketika Revan berusia empat bulan, Raka nekat menikahi Rika agar Tuan Wijaya mengurungkan niatnya untuk menikahkan Raka dengan Emilia. Pernikahan Raka didengar oleh Emilia dan itu membuatnya sangat murka. Emilia merasa direndahkan dengan penolakan Raka.


Segala macam upaya di lakukan oleh Emilia untuk menghancurkan rumah tangga Raka dan Rika. Sampai suatu ketika Emilia nekat menculik Revan untuk membuat perhitungan dengan Raka.


Emilia membawa kabur Revan kecil dengan mobilnya, namun peristiwa naas terjadi. Saat Emilia mengendarai mobilnya ke tempat Ia akan menyembunyikan Revan, mobilnya kehilangan kendali dan terjun bebas ke dalam jurang. Mobilnya meledak beberapa saat kemudian, jenazah Emilia hangus terbakar.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon kritik dan saran dari para readers.


Maaf jika typo bertebaran dimana-mana.


Jangan lupa terus ikuti kelanjutan kisahnya.


Tolong meninggalkan jejak setelah membaca dengan cara klik like, comment, add favorite dan beri rate 5 bintang.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2