Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Obat tidur.


__ADS_3

Malam itu Ryan sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya melayang-layang memikirkan kelanjutan kisahnya dengan Diandra.


"Apa benar kecurigaan Mama bahwa Mario adalah kak Revan ? Tapi bagaimana mungkin ? Bukankah kak Revan sudah meninggal saat usianya lima tahun ?"


Ryan semakin bingung memikirkan semuanya. Ia bahkan merasa khawatir jika yang dikatakan Mamanya itu benar, akan mempengaruhi hibungannya dengan Diandra.


"Tidak...tidak... jangan sampai Tuhan. Diandra sudah berjanji dia tidak akan meninggalkanku lagi."


Ryan meraih ponselnya yang berada diatas nakas di sisi ranjangnya kemudian mengirim pesan pada Diandra.


📨 Sayang... apa kamu sudah tidur ?


Ryan mulai gelisah, karena pesannya belum juga di balas. Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Dan yah, panggilan itu dari Diandra.


"Halo sayang...untung kamu segera menelponku."


"kenapa belum tidur ?"


"Iya, aku sangat merindukanmu."


"Bukankah tadi kita sudah bertemu ?"


"tapi aku selalu merindukanmu. Oh iya tadi dompet kamu ketinggalan di mobil."


"Hhm...pantas saja aku cari-cari tapi gak ketemu. Tapi aku sudah curiga sih, jatuhnya pasti di mobil kamu."


"Diandra...."


"Hmmm... kenapa ?"


"Apa kamu mencintaiku ?"


"Apaan sih... udah malam"


"Jawab dulu..."


"Harus dijawab ? kamu ini seperti anak kecil saja. Aku matikan teleponnya yah.."


"Kalau di matikan aku akan kesana."


"Ya ampun... CEO galak menjelma lagi." Diandra tertawa.


"Apa ini lucu ? Aku hanya ingin kamu menjawabnya."


"Ryan... kita melangkah sejauh ini apa coba namanya ? Tentu saja aku mencintaimu, sangat mencintaimu."


"Syukurlah... berjanjilah apapun yang akan terjadi jangan pernah meninggalkanki LAGI...!"

__ADS_1


Ryan dengan sengaja memperjelas kata LAGI.


"iya..aku berjanji. Sekarang tidurlah. Besok kita harus bekerja."


Pangggilanpun terputus. Sekali lagi Ryan mencoba untuk memejamkan matanya. Sepertinya mendengar suara Diandra dan berjanji tidak akan meninggalkannnya adalah obat tidur yang paling ampuh untuknya.


Pagi hari, Ryan melangkahkan kakinya menuju dapur menghampiri kedua orang tuanya.


" Pagi ma, pa..." Sapa Ryan pada keduanya.


" Pagi ini kamu jemput Diandra yah nak.." Pinta Mama Rika.


"Ma... Diandra sedang bekerja. Kasian dia jika ijin terus."


"Nanti Mama akan menelpon Pak Adrian."


"Ma... kalau mama seperti ini, Diandra tidak akan suka. Mama tolong bersabarlah sedikit, setelah Diandra selesai bekerja Ryan akan langsung menjemputnya."


"Tapi mama...." Mama Rika belum selesai bicara langsung dipotong oleh Pak Raka.


"Ryan benar, Ma... kita tunggu sampai Diandra selelesai bekerja agar dia juga tidak kaget mendengar berita ini." Imbuh Pak Raka.


"Baiklah... Mama ikut saja apa kata kalian."


Sore harinya, Ryan kembali menghubungi Diandra.


📩 "Sepertinya bakal lama. Kenapa ?"


📨 "Ada hal penting yang ingin mama bicarakan denganmu. Apa aku bisa menjemputmu sebentar ?


📩 "Masalah apa ?"


📨 "Entahlah, aku juga gak tau sayang."


📩 "Baiklah, aku akan mengabarimu setelah pulang dari kantor."


📨 "Baiklah sayang"


Ryan menghela nafas panjang saat mendapat kabar dari Diandra. Ia merasa tidak enak jika mendesak Diandra namun ia pun tidak sanggup membiarkan ibundanya yang tercinta menunggu lama.


Pukul 19.00


Diandra menelpon Ryan dan memberitahukan bahwa ia sudah selesai. Diandrapun menuju rumahnya dan ternyata Ryan sudah lebih dulu berada disana.


"Kamu dari tadi disini ?"


"Belum lama kok.."

__ADS_1


"Aku bersihin badan dulu yah sekalian ganti baju." Sambil berjalan menuju ruang tidurnya.


Ryan menunggu Diandra di ruang keluarga sambil menemani Varo yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya. Keduanya nampak semakin akrab, layaknya anak dan ayah.


"Kita berangkat sekarang ?"


"Ayo...,!" Seru Ryan.


" Jagoan, Om tinggal dulu yah... Om sama Mama ada urusan. Nanti kalau Varo libur kita jalan-jalan lagi, oke..?"


"Iya, Om... " jawab Varo singkat.


"Anak mama jangan nakal yah.. Mama jalan dulu sayang." Kata Diandra kemudian mencium pipi Varo.


"Oke, Mama..." Sambil mengacungkan jempol ke arah Ibunya.


Ryan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Saat tiba di halaman, ia pun memarkirkan mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Diandra dan menggandeng tangannya menemui Mama Rika yang sudah menunggunya di ruang keluarga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan buat author.


Terus ikuti lanjutan kisahnya.


Jangan lupa Like, comment , add favorite dan rate 5


bintang.


Jangan Lupa Vote nya buat Author.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2