
Diandra dan Ryan kini menjadi sepasang kekasih. Kerap kali Ryan meluangkan waktunya meskipun hanya sekedar mengantar dan menjemput Diandra ke kantor.
Seperti biasa, Diandra akan turun beberapa meter dari kantor karena belum ingin mempublikasikan hubungannya dengan Ryan kepada sahabat dekatnya.
"Kenapa harus begini sih sayang ?" Ryan sedikit kecewa akan keputusan Diandra.
"Jangan dulu, belum saatnya. Nanti akan kuberitahu sendiri kepada mereka". tutur Diandra.
"Cepat atau lambat mereka akan tahu, apa kamu malu berhubungan denganku, hemmm ??" Kata Ryan.
"Bukan begitu,,, sudah ah.. aku hampir telat". Kata Diandra.
Diandra hendak membuka pintu mobil, namun tangannya tiba-tiba ditahan oleh Ryan. Dengan sigap Ryan menarik Diandra dan memeluknya, setelah pelukannya lepas ia pun melanjutkannya dengan mencium dahi Diandra.
"Terima kasih sudah menerimaku". Ucap Ryan dengan setengah berbisik.
Diandra hanya tersenyum membalas perkataan Ryan seraya mengusap lembut pipi kekasihnya itu.
Ia pun berlalu...
Tanpa Diandra sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Doni mengepalkan tangannya karena cemburu melihat wanita yang di cintai selama bertahun-tahun kini telah jatuh di pelukan lelaki lain.
"Dian... kamu gak bawa mobil..?" Tanya Doni.
"Eh kamu Don.. iya tadi aku naik taxi online" Diandra berbohong pada Doni.
"Ooh" Menjawabnya singkat.
"Kenapa kamu membohongiku Dian." Gumam Doni dalam hati.
"Don... bahan persentasenya sudah jadi ? Aku mau kamu yang bawain persentasenya" Tanya Dian.
"Iya sudah kok.. kenapa bukan kamu aja yang bawain ? Biasanya kan kamu yang persentase". Timpal Doni.
__ADS_1
"Justru itu, aku mau kali ini kamu yang tampil. Kalau nanti aku mutasi kan bisa digantiin sama kamu". Ucap Dian.
"Lain kali aja Dian.. aku belum siap. Apalagi yang hadir para petinggi-petinggi di kantor Pemerintah". Doni memberi alasan.
"Baiklah... lain kali janji yah..?" pinta Diandra.
" Iya aku janji".
****
Siang itu, Pak Adrian, Diandra, dan Doni menuju ke Kantor Pusat Pemerintahan Kota M. Mereka hendak menghadiri Rapat Pemantapan Kegiatan yang akan diadakan oleh Kota M dan bekerja sama dengan pihak perbankan serta para pelaku usaha di kota M.
Rupanya Ryan pun turut hadir dalam rapat itu. Sesekali ia tersenyum pada Diandra dan dibalas oleh Diandra. Ia pun mengirimkan pesan pada Diandra.
📨 "Awas, jaga mata"
📩 "Memangnya kenapa dengan mataku?"
📨 "Jangan lirik-lirik lelaki lain"
"Kamu kenapa senyum-senyum ?" Tanya Doni pada Diandra.
"Enggg... gak kenapa-napa !" Jawab Diandra enteng.
Doni tak sengaja melihat Diandra dan Ryan saling bertatapan seolah saling mengirim isyarat.
"Apakah Diandra dan Ryan kini menjalin hubungan?" Tanya Doni dalam hati. Seketika ia pun merasakan hawa panas dalam dadanya, ia terbakar api cemburu.
Kini tiba giliran Diandra untuk mempersentasekan rencana kerjanya didepan peserta rapat. Ia pun mulai menjelaskan secara rinci materi yang ada di layar.
Baru kali ini Diandra merasa kurang percaya diri saat tampil membawakan materi. Itu karena ada Ryan didepannya. Diandra pun selesai dan kembali duduk di tempat semula diiringi tepuk tangan para peserta rapat.
Beberapa lama kemudian, rapatpun telah usia. Diandra berdiri dibelakang Pak Adrian yang masih berbincang dengan para koleganya.
Dari kejauhan Ryan yang juga berbincang dengan pejabat pemerintahan sesekali memperhatikan kekasihnya.
__ADS_1
Pak Adrian pun pamit, diikuti Diandra dan Doni dari belakang. Ryan hanya menatap pundak kekasihnya yang berjalan semakin menjauhinya.
Tiba-tiba kaki Diandra terpeleset, dengan sigap Doni yang berjalan di sampingnya segera menangkap tubuh Diandra yang nyaris terjatuh.
Ryan yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah Diandra.
"Kenapa kamu bisa se ceroboh ini Diandra !! " Ryan bertanya dengan nada kesal karena melihat Doni yang masih menahan lengan dan pundak Diandra.
"Tadi aku hampir terjatuh, kakiku terkilir" Jawab Diandra sedikit terbata.
"Ayo duduk dulu Dian" kata Doni sambil membopong tubuh Diandra ke arah kursi di lorong gedung.
Ryan semakin emosi melihat Diandra yang begitu dekat dengan Doni.
"Apa-apaan dia, berani sekali dia menyentuh kekasihku" gumam Ryan dalam hati.
Diandra yang merasakan aura panas dari raut wajah Ryan mulai menjaga jarak dengan Doni.
"Sudah Don, aku gak apa-apa. Aku bisa sendiri". Ucapnya pada Doni.
"Dian, kalau kakimu masih sakit kamu istirahat sebentar disini. Gak apapa kan kamu bapak tinggal disini, biar Doni yang menemanimu" Kata Pak Adrian.
"Gak kok pak, ini sudah baikan". Memaksakan dirinya berdiri.
"Tidak, kamu istirahat dulu disini. Bapak juga ada urusan. Don.. kamu jaga Dian" kata Pak Adrian diikuti anggukan Doni.
"Pak Ryan.. mohon maaf saya permisi dulu. Ada urusan mendesak". Pak Adrian pun berlalu...
_____^^______
Bersambung...
Mohon kritik dan sarannya di kolom komentar yah..
Jangan lupa Like, share, add favorit dan rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
❤ Author