Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Perasaan yang sama


__ADS_3

Malam sudah sangat larut, Ryan merasa kecewa karena setibanya di rumah Diandra Varo sudah tertidur.


"Maaf Nak Ryan, Varo sudah tidur dari tadi." Kata Bu Mirah.


"Gak apa-apa bu, lagian ini sudah larut malam. Ryan akan kembali besok." kata Ryan kemudian melirik ke arah Diandra.


"Ryan... apa kamu tidak merasa lapar ? Aku lapar...!?"


"Maaf aku sampai lupa mengajakmu makan. Apa di sini ada sesuatu yang bisa di makan ?"


"Tentu saja ada mie instant."


"Apa itu menyehatkan ?"


"Tenang saja, kita tidak akan mati hanya karena seporsi mie instant."


Keduanya menuju dapur, Diandra memasak dua porsi mie instant dan Ryan menunggunya sambil duduk di kursi makan. Alangkah bahagianya ia menyaksikan pemandangan di hadapannya. Melihat Diandra yang sibuk memasak meskipun hanya mie instant namun sangat menyegarkan mata Ryan.


Setelah makan Ryan akhirnya pamit pada Diandra.


"Boleh kan aku kembali mengunjungi Varo besok ?" Tanya Ryan pada Diandra yang kelihatan murung.


"Tentu saja boleh... Varo juga pasti senang bertemu denganmu. Apalgi...." kalimat Diandra menggantung.


"Sudah..sudah... jangan bahas masalah itu lagi. Kita jalani semuanya. Varo masih sangat kecil untuk mengerti semuanya. Aku yakin, Varo anak yang cerdas, Suatu saat Ia pun akan mengetahui dan memahami situasinya. Percayalah..!" Ryan memegang kedua pundak Diandra, dan menatap kedua matanya. Diandra pun membalas tatapan Rysn dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia mengangguk pelan mendengar ucapan Ryan.

__ADS_1


"Istirahatlah, aku akan kembali besok." Ryan mengecup kening Diandra dengan mesra. Diandra hanya menikmati sentuhan Ryan. Sesaat ia pun menyadari, perasaannya pada Ryan sama persis dengan apa yang di rasakannya pada Mario saat itu.


"Maafkan aku Mario..." Batin diandra.


*********


Pagi itu, Diandra nampak lesu. Tidak biasanya Ia bermalas-malasan di hari libur. Ibu Mirah yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh Diandra memberanikan diri untuk bertanya kepada majikan yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.


"Nak Dian... kamu kenapa ? Apa ada masalah ? Ceritalah sama Ibu..."


Diandra menoleh ke arah Bu Mirah, air matanya menetes pelan membasahi pipinya yang nampak pucat. Ternyata semalaman Diandra tidak bisa tidur lela memikirkan apa yang telah mebimpa keluarganya. Bayangan Mario dan Ryan menari-nari dalam pikirannya secara bergantian.


"Ibu....!" Diandra mulai terisak dan menghambur ke pelukan Ibu Mirah. Didekapnya tubuh ibu Mirah dengan erat.


"Ada apa... menangislah nak. Dengan menangis akan membuat hatimu sedikit tenang. Setelah puas menangis ceritalah pada Ibu." Bujuk Bu Mirah sembari membalas dekapan Diandra mengusap punggungnya untuk memberikan ketenangan.


"Jika ibu boleh memberi saran, Nak Dian harus melanjutkan hubungan antara nak Dian dan Pak Ryan. Ibu merasa tidak ada yang salah pada hubungan kalian."


"Tapi, bu... apa kata orang nantinya ?


"Sejak kapan nak Dian mempedulikan perkataan orang lain ?" Timpal Ibu Mirah.


" Dian gak enak bu sama keluarga Ryan.. mereka adalah keluarga yang terpandang, Dian gak mau keluarga mereka mendapat cemoohan dari orang-orang karena Dian."


"Tidak akan nak.. Justru mereka akan senang, ini adalah keputusan yang sangat baik buat kalian. Varo akan mendapatkan kasih sayang seorang ayah dari orang yang memang mempunya ikatan darah dengannya. Nyonya Rika dan Tuan Raka sendiri tidak perly khawatir lagi akan cucu kandung mereka. Jangan pisahkan mereka lagi nak.. Nyonya Rika sudah kehilangan putranya, jangan jauhkan lagi dia dengan cucunya."

__ADS_1


"Meskipun Dian tidak menikah dengan Ryan, Mama Rika tetap bisa mengunjungi cucunya, Bu..."


"Tetap saja nak.. hal itu akan terasa berbeda. Pikirkan baik-baik perkataan ibu. Ini memang sudah jalannya nak... Jalani segalanya. Jangan biarkan Mario merasa sedih. Dia akan bahagia diatas sana melihatmu berbahagia dengan keluarganya. Kalian pantas bahagia."


"Baiklah Bu... Diandra akan memikirkannya sekali lagi. Terima kasih... Karena Ibu selalu ada buat Diandra. Ibu sudah seperti Ibu kandung Dian."


Keduanga saling berpelukan, tiba-tiba Varo muncul dengan mata yang masih mengantuk.


.


.


.


.


.


**Bersambung....


Terimakasih sudah mengikuti kisah Diandra dan Ryan.


Intip juga kisah Mama Rika dan Pak Raka di novel sebelah yah.. Judulnya "Mahligai Cinta".


Mohon tinggalkan jejak setelah membaca.

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2