
Belakangan ini, Bella dan Cindy sibuk mencari tahu soal Ryan dan wanita yang tengah dekat dengannya. Bahkan Bella membayar seorang mata-mata untuk mengikuti Ryan.
******
Kriiingg..kring...!
Ponsel Bella berdering, ia menatap sekilas layar ponselnya kemudian langsung menjawabnya.
"**Halo... ada info ?"
"Iya nona... Aku mengikuti Ryan sekarang. Baru saja ada seorang wanita yang datang menemuinya di restoran. Aku akan mengirim alamatnya kepada anda."
"Ok, kerja yang bagus. Akan kukirim uangnya ke rekeningmu**."
Bella tersenyum puas setelah menerima telepon dari orang suruhannya, terlebih lagi setelah membaca pesan masuk dari ponselnya.
"Cindy,,, ikut aku sekarang. Ryan lagi bersama pacarnya di restoran. Aku ingin tau seperti apa wanita yang Ryan dekati." Ucapnya penuh percaya diri.
"Baiklah.. kita pergi sekarang ?"
"Ayok... sebelum mereka pergi."
Bella menancap gas menuju lokasi yang dikirim orang suruhannya, Cindy pun ikut menemani sahabatnya itu.
Saat tiba di tempat tujuan, keduanya masuk ke dalam restoran dengan sangat hati-hati. Ia berjalan pelan menuju meja dekat meja Ryan dan Diandra. Persiapan Bella dan Cindy memata-matai Ryan memang sangat total, keduanya memakai wig dan kaca mata agar tidak mudah di kenali.
Ryan Pov :
"Kedua orang ini sangat mencurigakan." Batin Ryan melirik dua orang wanita di dekat mejanya.
Ryan semakin penasaran, sesaat ia menoleh ke arah dua wanita itu. Sontak keduanya memalingkan wajah agar tak terlihat oleh Ryan.
__ADS_1
"Hmm... rupanya kamu Bel.. Dasar amatiran !" Batin Ryan saat melihat tanda lahir di leher salah satu wanita itu. Yah, Bella memiliki tanda lahir yang cukup menonjol di bagian leher dan itu membuat Ryan gampang mengenalinya.
"Yan... kamu kenapa ?" Tegur Diandra.
"Gak apa-apa kok sayang... Kamu udah selesai makannya ?"
"Aku sudah selesai,,,"
"Kamu pakai masker ini dulu, sambil tunggu aku bayar tagihannnya. Jangan tanya alasannya kenapa, nanti aku jelasin, okay..?"
"Ookkeey.." Diandra menjawab dengan nada bingung.
Ryan menuju kasir membayar tagihannya, dan Diandra pun dengan patuh langsung memakai masker yang di berikan oleh Ryan tadi.
"Dasar pria aneh... kenapa juga tiba-tiba di suruh pakai benda ini." Gumam Diandra dalam hati menatap masker yang ada di tangannya.
Bella dan Cindy kelihatan bersemangat saat Ryan meninggalkan mejanya. Ia berharap akan melihat wajah wanita yang bersama Ryan, karena dari tadi wajahnya tertutupi oleh badan kekar Ryan.
"Kamu juga yang bodoh, harusnya kamu nyuruh preman tadi fotoin Ryan dan ceweknya." Kata Cindy.
"Otak kamu di taruh dimana hah..? Aku mau melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. kalau di foto dari jauh juga wajahnya pasti gak keliatan." Jawab Bella membela dirinya setelah dikatai bodoh oleh sahabatnya.
"Iya juga sih... tapi tetap saja kamu itu bodoh. Tuh laki udah nolak kamu masih saja kamu kejar." Kata Cindy kemudian.
"Diam...!" Bella berdiri meneriaki sahabatnya. Ryan yang sudah berada di mejanya menatap ke arahnya.
"Hmm.... dasar kurang kerjaan. Kamu bisa saya adukan ke polisi dengan tuduhan menguntit saya."
"Yaahhh... ketahuan deh..!" Celutuk Cindy sambil membuka kacamata dan wignya.
"Siapa yang menguntit, aku sama cindy kebetulan aja makan disini." Berjalan mendekati Ryan dan bergeluyut manja di lengannya.
__ADS_1
Ryan menepis sentuhan Bella dengan kasar. Diandra hanya diam mencoba mencerna apa yang ada di hadapannya.
"Bella cukup..! Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia hah..?" Bentak Ryan.
"Bella..? apakah dia mantan kekasih Ryan ?" Tanya Diandra dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung...
Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.
Like
Comment
Share
Add Favorite
Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada novelnya.