Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Idola Kampus


__ADS_3

Penandatangan MOU pun telah selesai, Pak Adrian (Pak Boss) dan Diandra pun kembali ke kantor. Setibanya di kantor, Dian hanya memeriksa emailnya. Berhubung hari ini deadline pengiriman laporan mingguan ke Kantor Wilayah, Dian menelpon ke rekan kerjanya yang bertugas di Kantor Cabang Pembantu agar segera melengkapi permintaan data yang diminta sebelumnya. Diandra pun dengan sigap memeriksa email yang masuk dan segera menyimpannya di folder khusus laporan mingguan.


"Reno.. data dari KCP 1 dan KCP 2 sudah aku download. Tolong kamu edit lagi yah.. Kamu satuin datanya". Perintah Dian kepada Reno staff admin Unit pemasaran.


"Baik Bu, masih ada lagi Bu ?" Kata Reno.


"Oh iya.. sore ini aku ada janji dengan client. Jadi laporan kamu aku periksa sebentar yah. tadi Pak Reza sudah aku telpon, nanti laporan dari KCP 3 dikirim langsung ke email kamu. Siap-siap lembur yahh..". Tutur Dian sembari menepuk bahu Reno.


"Baik bu.. maaf.. Baik Kak". Timpal Reno kemudian 🤭😁


Pukul 14.30


Diandra menuju RW Hotel diantar oleh Pak Anwar supir kantor. Kali ini dia seorang diri menemui Pimpinan RW Hotel dikarenakan para staff mempunyai kesibukan masing-masing. Kota M memang kota kecil dan syukurnya belum mengenal yang namanya kemacetan, jarak tempuh dari kantor Diandra ke RW Hotel hanya sekitar lima belas menit.


Diandra pun masuk ke Lobby Hotel dan menyapa reception sekedar memberi tahu bahwa ia sudah buat janji dengan Ibu Melda dan Pimpinan Hotel. Dengan ramah reception pun memanggil salah satu pelayan agar menemaninya ke ruang Ibu Melda.

__ADS_1


Setelah bertemu, Ibu Melda pun mengantarkan Diandra ke lantai dua dengan menggunakan lift. Mereka pun sampai di depan ruangan Pak Ryan. Sontak Diandra terkaget melihat pria tinggi berstelan rapi yang keluar dari Ruangan Pimpinan itu.


" Hendra.... kamu ngapain disini ?". Menatap takjub ke arah pria itu.


"Heii... Diandra... sang idola kampus. Aku bekerja disini". Hendra Berdecak pinggang sambil geleng-geleng kepala seolah tak percaya siapa yang ada di depannya."Ah bisa aja kamu.. jangan-jangan kamu Pimpinan disini ??". Tanya Dian antusias.


"Namaku Hendra Adi Wijaya, bukan Ryan Putra Wijaya". katanya sambil mengulurkan tangan dan menjabat tangan dan disambut oleh Diandra.


"Jadi kalian berdua sudah kenal ?? Baguslah biar Ibu Dian bisa lebih mudah lagi berkomunikasi dengan Pak ryan" Kata Melda.


"Aku disini bantuin abang sepupuku sekalian belajar mengelola bisnis". Ucap Hendra.


"Pak Hendra ini Asisten pribadi pak Ryan,.. Eh kok berdiri sih.. duduk dulu yuk sebelum dipanggil sama Pak Ryan". Ajak Melda ke arah sofa yang berada di depan Ruangan Pimpinan.


Tak lama mengobrol akhirnya bel yang ada di Meja Hendra yang posisinya tidak jauh dari Sofa pun berbunyi pertanda Ryan memanggil Hendra ke ruangannya.

__ADS_1


"Sebentar ya Di, aku kedalam dulu". Hendra Berlalu dari hadapan Melda dan Diandra.


"Bu Dian, kalau begitu saya permisi dulu yah Bu, masih ada kerjaan. Gak apa-apa kan saya tinggal ??" Kata Melda.


"Silahkan Bu Melda, makasih banyak yah atas bantuannya, maaf sudah merepotkan". Sambil menyalami tangan Melda.


"Iya Bu Dian.. semoga suskses yah pertemuannya dengan Pak Ryan". Melda Membalas jabat tangan Dian dan segera berlalu.


Hendra adalah teman dekat Diandra waktu di kampus. Diandra memang dikenal bunga-bunga kampus dijamannya. Selain cantik, Diandra juga salah satu mahasiswi yang berprestasi. Sedangkan Hendra, dia sendiri adalan Macannya kampus. Hendra pernah dekat dengan Diandra, hampir jadian malah. Akan tetapi Diandra mengurungkan niatnya menerima cinta Hendra karena disaat yang bersamaan ada beberapa gadis yang tengah dekat dengan Hendra. Meskipun keduanya tidak sempat berpacaran, namun mereka tetap berteman dengan baik. Tak ada dendam diantara keduanya.


---------------------'x


Maaf jika Novelnya kurang greget.


Mohon Kritik dan sarannya di kolom komentar. Jangan lupa Like yah...

__ADS_1


Terima kasih 😉


__ADS_2