Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Membujuk.


__ADS_3

Diandra tampak murung di balkon kamarnya. Ia menatap kosong ke arah taman, tanpa ia sadari Ryan masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekatinya. Ryan semakin mendekat, kemudian memeluk istrinya dari belakang.


"Hey... maafkan aku." Kata Ryan sambil membenamkan wajahnya di tengkuk istrinya. Namun, tak ada tanggapan sama sekali dari Diandra.


Ryan pun memutar tubuh istrinya, dan kini mereka berdua dalam posisi berhadapan.


"Hey.... Ada apa ini ? Apa aku benar-benar suami yang jahat sampai membuat istriku yang cantik ini menangis ??" Tuturnya sambil menyeka air mata istrinya dengan lembut. Diandra hanya menggeleng tanpa berkata apa-apa. Sesekali isakannya terdengar dan itu membuat Ryan semakin merasa bersalah.


"Sayang... maafkan aku. Aku belum bisa menjadi suami yang baik buatmu. Pasti kak Revan akan marah besar padaku karena membuat kesayangannya menangis." Perkataan Ryan malah membuat Diandra semakin menangis. Kina ia tidak hanya terisak, namun ia benar-benar meluapkan tangisannya seperti anak kecil.


"Wadduuhh...sepertinya aku salah ngomong lagi." Batin Ryan.


"Sudah dong sayang.... maafkan aku. Aku benar-benar merasa bersalah. Tapi tolong jelaskan ada apa sebenarnya ?" Ryan sepertinya sudah mulai kehabisan akal membujuk istrinya yang manja seperti anak kecil.


"Kamu bilang kamu merasa bersalah, tapi kamu tidak tau apa kesalahanmu ?" Diandra mendengus kesal dan tangisannya kian menjadi-jadi.


"Yaa... aku... itu...!" Ucapan Ryan menggantung di udara. Dia bingung harus menjawab apa. Nampaknya istrinya sangat murka.


"Ya aku itu apa..? Masih mau ngeyel..?" Kata Diandra lagi.


"Oke, fine..! Aku salah. Tapi tolong jangan seperti ini sayang. Aku benar-benar bingung dan gak tau harus gimana. Jelaskan padaku apa kesalahanku dan apa yang harus aku perbuat sekarang." Ucap Ryan memelas sambil menggenggam tangan istrinya. Diandra mulai melunak.


"Pertama, Semalam aku minta kamu untuk tidak mandi, tapi kamu tetap melakukannya. Kedua, kamu tidak mau menemaniku. Apa kamu sudah bosan padaku ?" Lagi-lagi air mata Diandra menetes. Ryan lengsung memeluk tubuh istrinya, di dekapnya tubuh mungil itu dengan erat kemudian mengusap punggung Diandra untuk memberinya ketenangan.


"Oohhh Tuhan... Ada apa dengan istriku ? belakangan ini emosinya sangat labil. Berikan hambamu yang cakep ini stok kesabaran yang banyak. Wanita benar-benar aneh." Kata Ryan dalam hati.


"Ada apa, kenapa kau menertawaiku ?" Kata Diandra yang memorgoki suaminya senyum-senyum gak jelas.


"Aku tidak menertawakanmu sayang, aku hanya tersenyum karena bahagia bisa memelukmu lagi." Ryan memberi alasan.

__ADS_1


"Aku mencium aroma-aroma kebohongan." Kata Diandra memici gkan matanya.


"Kebohongan apa ? Aku tidak bohong sayang. Sebagai kompensasi, sepanjang hari aku akan menemanimu." Kata Ryan.


"Benarkah ?" Tanya Diandra dan Ryan hanya mengangguk.


"Tapi aku tidak mau ke dokter sayang. Aku baik-baik saja." Kata Diandra dengan manja.


"Ya sudah kita di rumah saja." Jawab Ryan.


"Tapi aku bosan di rumah." Kata Diandra lagi.


"Ya Tuhan.....kali ini Engkau benar-benar menguji kesabaran hambaMu yang keren abis ini." Batin Ryan.


"Jadi maunya gimana ?" Tanya Ryan berusaha bersabar.


"Kamu becanda kan sayang ?" Tanya Ryan seolah tidak setuju dengan ide istrinya. Bisa-bisa seharian ia tidak akan bisa bekerja dengan tenang jika istrinya ikut, apalagi belakangan ini suasana hati istrinya sangat buruk. Terlebih lagi di kantor Ryan banyak pegawai wanita yang cantik dan sexy. Ia khawatir hal itu akan semakin membuat moodnya bertambah buruk.


"Tentu saja aku serius, apa kamu tidak mau membawaku kesana ?" Lidik Diandra.


"Bukan begitu sayang, aku hanya khawatir kamu akan merasa bosan di kantorku." Kata Ryan.


"Tapi aku lebih bosan berada di rumah ?" Katanya sambil meggulung-gulungkan dasi Ryan.


"Hhmm... wajahnya sudah seprti ini mana tega aku menolaknya. Untung aku sangat mencintaimu, jangankan ikut ke kantor, ikut ke kamar mandipun pasti akan kubawa." Otak Ryan mulai ngeres. 😅


"Baiklah, kamu siap-siap sayang. Dandan yang cantik yah..!" Kata Ryan.


"Kenapa harus dandan ? Apa kamu malu mengajakku kesana ?" Sekali lagi Diandra menggerutu kesal.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, kantorku sangat ramai dan semua yang berkunjung kesana rata-rata orang penting." Jelas Ryan.


"Jadi aku bukan orang penting..?" Diandra semakin kesal.


"Haahhh...salah lagi." Batin Ryan.


"Terserah sayang, kamu mau bagaimana. Kamu tetap istriku yang paling cantik seduania." Ryan mulai menyerah.


Akhirnya Diandra pun bersiap, mengganti pakaiannya ddngan yang lebih formal. Ia pun memoles wajahnya dengan make up natural biar lebih fresh.


"Istriku cantik sekali, ayo sayang kita berangkat..!" Ajak Ryan kemudian menggandeng tangan istrinya.


Keduanya berjalan menuju parkiran. Ryanpun melajukan mobil menuju kantornya dengan kecepatan sedang.


.


.


.


.


**Bersambung....


Tolong keikhlasannya memberikan Vote buat author biar semangat menulis lanjutan kisahnya.


Jangan lupa, memberikan jempol/like setelah membaca.


Terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2