Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Ruang Tamu


__ADS_3

Doni tiba di Rumah Sakit dengan maksud menjenguk sekalian menjemput Diandra. Namun ia tak menjumpai sahabatnya itu, bahkan brankar pasien yang di tempati Diandra kini di isi oleh pasien yang lain.


"Suster, pasien yang tadi ada disini kemana yah ?" Tanyanya pada salah seorang perawat yang bertugas.


"Oh.. maksud bapak Bu Dian ?" Kata suster.


"Iya suster". menunggu jawaban dari suster.


"Baru saja keluar pak !" Kata suster.


"Loh kok bisa..? Memang sudah dibolehkan pulang yah suster ?" tanya Doni lagi.


"Iyaa... sudah bisa kok. Tadi Ibu Diannya dijemput sama seorang pria." Kata suster kemudian berjalan ke arah pasien yang lain.


"Seorang pria..? Apa Pak Ryan yang menjemputnya ? Sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka?" gumam Doni dalam hati.


Kemudian Ia pun kembali ke kantor ingin mengerjakan sisa pekerjaan yang dititipkan Diandra padanya.


Selang beberapa lama, ia pun akhirnya bersiap untuk pulang.


"Jihan...pulang bareng aku aja!" Ajak Doni saat melihat Jihan yang menunggu kendaraan umum lewat.


"Gak usah Don.. aku naik angkot saja". Jawab Jihan.


"Kamu kenapa belakangan ini, menghindar terus dari aku ?" Dengan nada yang agak tinggi bertanya kepada Jihan.


Belum sempat Jihan menjawab, Doni langsung menariknya ke samping sepeda motornya yang masih terparkir. Iapun menaiki motornya dan menyuruh Jihan untuk naik di boncengannya.


"Ayo naik.. ikut aku sebentar aja" ajak Doni sedikit memaksa.


"Baiklah.." Jihan pun ikut naik di sepeda motor Doni.


"Kemana Doni akan membawaku ?" Tanya Jihan dalam hati.


Jalan yang mereka lalui rasanya tak asing bagi Jihan. Ia pun bertanya kepada Doni.

__ADS_1


"Kita mau kemana ? Bukannya ini jalan menuju rumah Dian ?" Tanya Jihan.


"Iya kita kesana. Dia baru saja keluar dari Rumah sakit, kita jengukin dia dulu yah". kata Doni.


Doni dan Jihan tiba di rumah Diandra. Doni sempat kaget melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman rumah Diandra.


Sontak Keduanya langsung kaget melihat siapa yang tengah menemani Diandra di ruang tamu karena memang pintunya tidak tertutup. Apalagi saat itu Ryan tengah memijat kaki Diandra yang masih sakit.


Diandra salah tingkah saat menyadari kehadiran kedua sahabatnya itu, namun berbeda dengan Ryan yang memang tidak begitu suka dengan Doni, Ia hanya bersikap biasa saja dan dengan sengaja membantu memapah Diandra yang ingin berdiri.


"Sayang hati-hati" kata Ryan yang membantu Diandra berjalan ke arah pintu.


"Doni, Jihan... ayo masuk!" Ajak Diandra.


"Dian... dia..?" Doni Sedikit heran dan menatap ke arah Ryan.


Diandra tersenyum pelik kepada kedua sahabatnya, tak tau harus berkata apa.


"Ayo maauk dulu..!" kembali mengajak sahabatnya.


"Ah.. tidak...tidak kok Jihan.." Kata Diandra.


Doni dan Jihan masuk dan duduk didepan Diandra dan Ryan masih setia duduk di samping Diandra. Tak lama kemudian Varo keluar karena mendengar suara Jihan. Varo dan Jihan dari dulu memang sangat dekat.


Varo langsung berlari ke arah pangkuan Ryan, dan menyapa Jihan. Doni yang melihat adegan itu semakin merasa heran.


"Bahkan dengan Varo pun dia sedekat itu ?" Kembali bergimam dalam hati.


"Bagaimana kaki kamu ?" Tanya Doni.


"Kakinya sudah baikan, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku akan menjaganya" Kata Ryan pada Doni, sontak Diandra membelalakkan matanya ke arah Ryan.


"Dian...maaf apakah kalian berdua punya hubungan khusus ?" Tak sungkan Jihan langsung menanyakan hal sensitif pada Diandra.


Dian : "Tidak"

__ADS_1


Ryan : "Ya"


Diandra dan Ryan menjawabnya bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda. Jihan hanya terkekeh mendengarnya.


"Entah kenapa aku lebih mempercayai jawaban tuan ini dari pada jawaban kamu Dian" Ledek Jihan.


"Oh iya nona, perkenalkan saya Ryan, kekasihnya Diandra". Kata Ryan.


"Waaoooww... saya Jihan Tuan. Sahabatnya Diandra."


"Dian.... kamu kok gak cerita sih ?" goda Jihan.


Ryan hanya tersenyum melihat tingkah Jihan, sedangkan Doni tak bisa lagi berkata apa-apa, seketika itu juga hatinya merasa hancur mendengar perkataan Ryan.


Di sisi lain, Jihan tak henti-hentinya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tante Jihan...kok gak pernah lagi datang kesini ajak Varo main ?" Tanya Varo pada Jihan.


"Uuhh sayang... maafin tante yah.. akhir pekan nanti tante kesini kok ajak Varo main sepuasnya". Katanya.


"Jangan akhir pekan ini tante... Soalnya Varo mau berenang sama Om Ryan. Iya kan Om ??" Tanya Varo ke Ryan dan diangguki oleh Ryan.


"Ya sudah... lain kali aja yah sayang" kata Jihan kemudian.


Doni merasa bosan, dadanya terasa sesak melihat kedekatan antara Ryan, Diandra, dan anaknya Alvaro. Ia pun mengajak Jihan untuk berpamitan dan segera melajukan sepeda motornya.


___________


Maaf Update episodenya sedikit.


Tetap ikuti ceritanya.


Like Comment & share


❤⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2