
"Bella cukup..! Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia hah..?" Bentak Ryan.
"Bella..? apakah dia mantan kekasih Ryan ?" Tanya Diandra dalam hati.
"Ryan... aku cuma mau tau siapa wanita yang merebut kamu dari aku." jawab Bella dengan cucuran air mata di pipinya.
"Apa...? Merebut katamu ? Tidak ada yang merebut siapa disini. Kita sudah lama putus. Bukankah kamu yang menginginkannya ? Ingat Bel, kamu yang mengkhianatiku." kata Ryan geram.
"Tapi sekarang aku kembali padamu Ryan. Kita bisa memulainya kembali dari awal...!" Kata Bella.
"Haahaahaa..." Ryan tertawa mendengar perkataan Bella.
"Ryan, sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian dengan baik-baik. Lebih baik aku pergi dulu." Kata Diandra pelan.
"Tidak sayang, kamu jangan pergi. Kamu tetap disini. Kamu calon istriku, sudah sewajarnya kamu tetap di sisiku apapun yang terjadi." Kemudian membuka masker yang menutupi wajah Diandra.
"Bel... perkenalkan dia Diandra, Calon istriku !" Terang Ryan yang membuat Bella terbelalak kaget.
"Apa...? Kamu bohong kan Ryan..? Aku tau kamu cuma marah padaku, dan dia hanya pancingan untuk membuatku marah. Iya kan...?"
"Sayang sekali kamu salah. Kami sudah bertunangan dan akan segera menikah." Jelas Ryan.
"Tidak Ryan... kamu keliru.. Aku akan tetap di sisi kamu. Aku gak akan kemana-mana lagi. Aku janji.."
"Keliru..? Aku ingatkan lagi yah...kesalahan apa saja yang telah kamu perbuat padaku. Pertama, kamu berselingkuh di belakangku. Kedua, kamu tidak berinisiatif untuk mengejarku waktu itu. ketiga, kamu bahkan tidak mengakui kesalahan kamu yang sangat besar. Keempat, kamu sama sekali tidak meminta maaf atas kesalahan yg telah kamu perbuat. Apa masih pantas aku menerimamu ? Jangan mimpi kamu Bella... Aku bahkan telah melupakanmu..."
"Hiks..hiks...hiks... Maafkan aku Ryan, aku menyesal.." Bella berlutut di hadapan Ryan.
"Meskipun aku memaafkanmu, semuanya Sudah terlambat."
__ADS_1
"Tapi maafkan aku, aku mohon..."
"Aku memaafkanmu..!!" Ryan meraih tangan Diandra dan menggenggamnya kemudian melangkah pergi.
Ia mengendarai mobilnya menuju Bank X karena Diandra harus kembali bekerja.
"Sayang, maaf untuk hari ini." Katanya sebelum Diandra turun dari mobil.
"Tidak apa-apa, apa kamu yakin dengan keputusanmu ? Kelihatannya dia sangat mencintaimu." Diandra menundukkan wajahnya.
"Heii...apa ini...? Apa kamu cemburu, hhmm..?" Ryan mengangkat dagu Diandra.
"Jujur saja iya, biar bagaimanapun juga kalian pernah saling mencintai. Sedangkan aku hanya orang baru di kehidupanmu."
"Iya, kami pernah saling mencintai, tapi itu dulu. Meskipun kamu orang baru di kehidupanku, tapi kamu sangat berarti bagiku. Tak kan bisa ditukarkan dengan apapun itu. Trust me, I Love You more than you know..!"
"Hhmm... gombal.. Ya sudah aku ke dalam dulu. kalau bisa aku minta selesaikan urusanmu dengan Bella secara baik-baik. Jangan terlalu kasar padanya. Dia itu seorang wanita ok..?"
"Bye..."
Diandra masuk ke dalam gedung kantornya sedangkan Ryan melajukan mobilnya ke RW Hotel. Tanpa ia sadari ada sua pasang mata yang mengamatinya dari kejauhan.
"Ooh... ternyata wannita itu seorang pegawai Bank. Bukan siapa-siapa rupanya. Selera Ryan sangat rendahan." kata Bella meremehkan.
"Iya... pantas saja aku tidak pernah melihatnya di kota ini." Imbuh Cindy.
"Kita harus cari tau banyak tentang wanita itu agar kita lebih mudah lagi untuk menghancurkannya. Jika aku tidak bisa mendapatkan Ryan, maka wanita lainpun tidak boleh menyentuhnya." Tambah Bella.
"Pokoknya kita harus memberinya pelajaran Bel, biar dia sadar akan posisinya." Tambah Cindy.
__ADS_1
"Tenang saja,,,, bukan Bella namanya jika tidak mampu membalasnya."
"Iya Bel... kamu harus semangat." Imbuh Cindy.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung...
Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.
Like
Comment
Share
Add Favorite
Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada novelnya.