
Tok..tok..tok...!
Suara ketukan terdengar dari pintu. Diandra menoleh ke arah pintu yang terbuka perlahan.
"Permisi nyonya, saya membawakan Juice buah untuk nyonya." Kata Angela ramah.
"Terim kasih nona angela, kamu sudah repot-repot. Taruh saja di meja." Kata Diandra tidak kalah ramah.
"Ternyata istrinya boss baik dan ramah. tidak seperti yang kubayangkan tadi." Batin Angela.
"Masih ada yang nyonya butuhkan ?" Tanya Angela.
"Oh tidak, terima kasih." Diandra tersenyum.
"Eh tunggu Angela, apa kamu lagi sibuk ?" Tanya Diandra.
"Mmmhh...tidak nyonya, sekarang ini tidak ada pekerjaan yang mendesak." Jawab Angela.
"Maukah kamu menemaniku disini ? Aku sangat bosan." Pinta Diandra.
"Baiklah nyonya, tidak masalah." Angela mendekat dan duduk di samping Diandra.
"Jangan panggil aku nyonya, aku merasa risih." Kata Diandra sambil menunjukkan ekspresinya yang tidak suka dengan sebutan nyonya.
"Baiklah, aku panggil Nona muda aja ?" Tanya Angela.
"No... itu terlalu formal. Panggil mbak atau kakak saja." Pinta Diandra lagi.
"Baiklah, Mbak......?" Angela menggantungkan kalimatnya karena ia tidak tau siapa nama Diandra.
"Namaku Diandra. Panggil saja Dian." kata Diandra.
"Iya mbak Dian.." Kata Angela berusaha mengakrabkan diri.
"Sekretaris Ryan tidak seperti dugaanku sebelumnya. Penampilannya saja yang terkesan berani, ternyata dia sangat baik dan ramah, sepertinya dia gadis yang baik dan sopan." Batin Diandra.
"Angela, sejak kapan kamu jadi sekretaris suamiku ?" Tanya Diandra.
__ADS_1
"Baru sebulan lebih mbak, itupun hanya sementara karena Mbak Sari cuti melahirkan. Sebelumnya saya di bagian HRD." Jelas Angela.
"Kalau Sari aku tau, sudah beberapa kali dia datang ke rumahku membawa berkas yang harus di tanda tangani suamiku." Sambung Diandra.
"Kalo mbak Dian sendiri apa tidak bekerja ?" Tanya Angela.
"Dulu aku seorang bankers sebagai Manager Pemasaran di salah satu Bank Pemerintah. Tapi setelah menikah, Ryan memintaku ikut kesini dan meninggalkan pekerjaanku di Kota M. Biar lebih Fokus mengurus suami dan anak." Terang Diandra.
"Sayang banget yah mbak... padahal sudah di posisi Manager. Tapi kalau di hitung-hitung sih, buat apa mbak bekerja, toh Tuan Muda pasti mampu menafkahi mbak melebihi dari penghasilan mbak." Kata Angela.
"Sebenarnya sih bukan semata-mata karena materi. Eh, kalau di kantor Ryan bagaimana orangnya ?" Tanya Diandra kepo.
"Kalau itu, saya takut ngomong mbak, takut salah." Tolak Angela.
"Tidak apa-apa, kan kita hanya berdua. Aku bisa jaga rahasia kok..!" Kata Diandra merengek.
"Tapi mbak janji jangan bilang-bilang tuan yah.. saya takut di pecat." Pinta Angela.
"Iya..iya.." Diandra berapi-api.
"Tuan itu terkenal arrogant dan sangat gila kerja. Ia melakukan semua pekerjaannya dengan teliti dan perfectsionis. Ia orangnya sangat dingin, bicara seperlunya. Ia juga tidak suka bertele-tele. Namun ia sangat memperhatikan kesejahteraan pegawainya." Jelas Angela.
"Angela, apa dia genit pada wanita ?" Tanyanya penuh selidik.
"Ooh...tidak mbak. Tuan sangat dingin dan sangat menjaga wibawanya. Bahkan wanita-wanita lah yang terkadang mencari-cari perhatian tuan, tapi tuan tidak pernah tergoda sedikitpun." Terang Angela.
"Benarkah ?" Mata Diandra berbinar-binar.
"Suamiku memang the best. Angela, kamu simpan nomor ponselku dan aku juga akan menyimpan nomor ponselmu. Terkadang aku ingin jalan-jalan namun tidak punya teman. Bisakah sekali-kali aku mengajakmu keluar ?" Tanya Diandra sambil menyodorkan ponselnya ke arah Angela.
"Tentu saja mbak, aku akan siap dua puluh empat jam untuk menemani mbak." Kata Angela tersenyum sambil meraih ponsel Diandra dan mengetikkan nomor ponselnya kemudian menyimpannya di ponsel Diandra.
Keduanya kini bertukar nomor ponsel. Sesekali mereka tertawa cekikikan, entah sudah sampai dimana cerita mereka sehingga keduanya lupa waktu.
Ceklek...!
Pintu terbuka, Ryan masuk dan keheranan menatap kedua wanita itu yang terlihat sangat akrab.
__ADS_1
"Sudah selesai ? Bagaimana rapatnya sayang ?" Tanya Diandra.
"Alhamdulillah lancar.." Jawab Ryan singkat.
"Maaf tuan muda, nyonya, saya permisi dulu."
"Angela, aku akan makan siang di luar bersama istriku. Mungkin agak lama. Jika ada hal pentung langsung hubungi saya." Kata Ryan.
"Baik tuan muda, saya permisi." Angela memberi hormat dan membalikkan badannya hensak keluar.
"Sampai jumpa angela.." Diandra melambaikan tangannya pada Angela dan Angela membalas lamabaian tangan Diandra dan tersenyum kepadanya.
"Apa ini ? Kalian sepertinya sangat akrab." Lidik Ryan.
"Iya.. Angela menemaniku seharian." Jawab Diandra.
"Terus kalian ngapain aja selama tidak ada aku disini ?" tanya Ryan lagi.
"Tidak ada, Kami hanya bergosip... Ooppsst..!" DDiandra keceplosan.
.
.
.
...
.
.
**Beraambung...
Mohon tinggalkan jejak setelah membaca.
Masukkan kritikan kalian di kolom komentar. Komentar yang sifatnya membangun sangat berharga buat author. Jangan lupa untuk menekan tombol like dan mohon vote seikhlasnya.
__ADS_1
Terimakasih ❤**