Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Kesedihan Melda


__ADS_3

RW Hotel.


Hendra terheran melihat perubahan sikap Melda yang secara tiba-tiba. Berulang kali ia melontarkan candaan-candaan yang menurutnya bisa membuat Melda tertawa, namun hasilnya nihil.


"Sepertinya dia lagi badmood" Gumamnya dalam hati.


Iapun memberanikan diri menanyakannya pada Melda.


"Sayang... sayang...!" Namun tak digubris oleh Melda.


"Sayang... Melda..!" Melda tersentak mendengar teguran Hendra.


"Eh.. iya.. kenapa ?" Tanya Melda gelagapan.


"Kamu yang kenapa ? Dari tadi bengong saja. Apa ada yang kamu pikirin ? Ayo ceritalah..!"


"Gak ada apa-apa kok.. Aku cuma gak enak badan."


"Ada yang kamu sembunyiin ??"


"Hen... tadi Bella kesini."


"Bella...? Bella yang mana ?"


"Bella teman lamaku, mantan kekasihnya Ryan.." Menjawab lesu.


"Trus...? Kenapa memang kalau dia kesini..?"


"Dia berusaha memojokkanku tadi. Mungkin dia berpikir sekarang aku pacaran sama Ryan dan dia mengungkit-ungkit masa lalu kami."


"Terus reaksi kamu gimana ?"


"Aku berhasil bikin dia geram, malah semua kata-katanya aku lawan. Aku juga bingung dari mana keberanian itu muncul. Dia orangnya memang sedikit kasar. Waktu berteman sama dia, kami selalu di tindas. Aku, cindy, dan Loly harus menuruti semua kemauannya. Jika tidak, kami akan di bully habis-habisan."

__ADS_1


"Jangan sedih gitu dong, dia tidak pantas untuk di jadikan teman. Pokonya jangan khawatir, kan ada aku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menindasmu. Kamu cukup berada di sisiku, dan aku akan melindungimu."


"Makasih yah Hen..." Keduanya berpelukan saling memberi ketenangan sesaat. Hendra merasakan ponselnya bergetar dan melepas pelukannya, di ambilnya ponsel dari saku celananya kemudian membaca pesan masuk dari Ryan.


"Sayang, ada pesan dari Ryan. Kita di suruh ke ruangannya sekarang."


"Ada apa yah ?" Tanya Melda.


"Kita kesana sekarang yuk !" ajak Hendra dan diikuti Melda.


Keduanya menuju lift yang tidak jauh dari ruangan Melda, kemudian menuju ruangan Ryan.


Tanpa mengetuk pintu, Hendra dan Melda masuk ke ruangan Ryan dan menghampiri Ryan yang tengah duduk di sofa.


"Kenapa bang ?" tanya Hendra membuka suara.


"Aku mau minta bantuan kalian. Bella sudah kembali ke kota ini."


"Aku atau Yan... Tadi pagi dia sempat bikin keributan kecil di reception, kemudian dia keruanganku. kami sempat bertemu."


Ada sedikit rasa sesak yang di rasakan Melda saat mendengar ucapan Ryan yang secara terang-terangan menunjukkan perhatiannya pada Diandra. Meskipun kini ia telah menjalin hubungan dengan Hendra, namun hatinya masih tersisa buat Ryan. Hendra yang menyadari perubahan sikap Melda dengan sigap menggenggam tangan Melda untuk memberinya kekuatan.


"Apa yang dia katakan padamu ?" tanya Ryan.


"Seperti biasa, dia menyombongkan dirinya di depanku karena kamu pernah sangat mencintainya. Dia berniat kembali padamu, dan tampaknya dia berpikir kalau kita punya hubungan khusus."


"Baguslah kalau begitu. Mungkin lebih baik sepperti ini dulu, dengan begitu dia tidak akan mengusik ketenangan Diandra."


"Apa..? Hanya karena Diandra kamu tega mengorbankan perasaanku Ryan..? Memangnya kamu pikir aku nyaman berhadapan dengan Bella ?"


Batin Melda.


"Aku gak setuju bang.... kasian Melda jika harus terus-terusan berhadapan dengan Bella." Bela Hendra.

__ADS_1


"Tapi Melda sudah tau bagaimana cara menghadapi Bella. Ia kan Mel...? Tanya Ryan.


Melda hanya mengangguk pelan, ia merasa tidak enak jika harus menolak permintaan Ryan.


"Oh iya.. Mama sama Papa mau kembali ke Kota J. Aku bisa minta tolong sama kalian buat mengantar mereka ke Bandara ? Aku harus menemui Diandra dan menjelaskan semuanya. Aku harus antisipasi dari dini, cepat atau lambat Bella pasti tau hubunganku dengan Diandra." Pinta Ryan penuh harap.


"Kalau soal itu abang tenang aja. Biar Hendra yang atur."


.


.


.


.


.


.Bersambung...


Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.


Like


Comment


Share


Add Favorite


Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐


Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada novelnya.

__ADS_1


Terima kasih.


❤Author


__ADS_2