Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Wanita Hebatku.


__ADS_3

Doni merasa bosan, dadanya terasa sesak melihat kedekatan antara Ryan, Diandra, dan Alvaro. Ia pun mengajak Jihan untuk berpamitan dan segera melajukan sepeda motornya.


Jihan merasa heran karena jalan yang mereka lalui bukanlah jalan yang menuju kontrakan Jihan, melainkan jalan menuju pantai. Tak lama kemudian, Doni memarkirkan sepeda motornya di tepi pantai.


"Kenapa kita kesini, Don..?" Tanya Jihan dengan suara pelan.


"Temanin aku dulu yah.." pintanya kemudian diangguki oleh Jihan.


Keduanya terdiam melepas pandangan ke arah laut yang membentang luas, hanya terdengar suara desiran ombak yang memecah kesunyian di senja itu.


Akhirnya, Jihan pun berinisiatif membuka suara untuk mencairkan suasana.


"Don... aku gak akan bertanya, karena aku tau perasaan kamu sekarang. Kamu jangan sedih.." Ucap Jihan menenangkan Doni.


Doni akhirnya menyandarkan kepalanya di bahu Jihan.


"Cuma kamu yang ngertiin aku Ji... Aku benar-benar menyesal tidak mengungkapkan perasaanku dari dulu ke Dian. Andai saja...". Belum habis perkataan Doni, namun Jihan langsung memotongnya.


"Sssttt... jangan berkata seperti itu. Tidak ada kata terlambat. Setidaknya kamu harus mencoba". kata Jihan menahan rasa sesak di dadanya.


"Tidak mungkin Ji... aku sadar, Pak Ryan memang merubah hidup Diandra. Kamu liat sendiri kan bagaimana Diandra akhir-akhir ini. Dia lebih ceria dan bersemangat di banding hari-hari kemarin. Meskipun aku terluka, aku bahagia melihat Dian bahagia". tutur Doni.


Keduanya bertatapan, bulir-bulir air mata menetes di pelupuk mata Jihan.


"Aku juga Don... meskipun kamu tidak membalas cintaku, berada di sampingmu dan melihatmu bahagia sudah lebih dari cukup buatku. Tapi jika kamu sedih seperti ini, aku jauh lebih sedih". Batin Jihan.


"Hey... kenapa kamu yang nangis..! " kata Doni.

__ADS_1


"Heeheee... gak aku cuma mikir bagaimana jika aku di posisi kamu" kata Jihan.


"Dasar bodoh... hanya lelaki bodoh yang akan menolakmu". Kata Doni namun semakin membuat Jihan merasa sedih.


"Benarkah...?" bertanya dengan menundukkan wajahnya.


"Jangan bilang kalau kamu lagi suka sama seseorang ??" bertanya penuh selidik namun Jihan hanya terdiam.


"Ayo ngaku... siapa orangnya? Kamu tinggal bilang, kalau dia nolak kamu akan aku hajar sampai babak belur". Kata Doni.


"Gak Don... biar rasa ini aku simpan dalam-dalam" Tutur Jihan.


"Tadi aja ngasih nasihat jago banget... Kamu ungkapin aja ke dia. Kamu mana tau perasaannya dia" Ujar Doni.


"Aku udah tau kok perasaan dia." jihan menjawab dengan enteng.


"Trus...?". tanya Doni penasaran.


Doni seketika terdiam, tak mapu berkata-kata lagi. Seketika Ia membuang pandangannya dan menyapu wajahnya dengan kasar.


"Ji.... tolong kasi tau aku kalau yang ada dipikiranku ini salah. Kamu gak suka kan sama aku ?" Memegang kedua bahu Jihan dan memnggenggamnya dengan erat.


Jihan hanya tertunduk lesu, air matapun kembali mengalir di kedua pipinya. Suaranya kini terdengar sesenggukan.


"Ji.... maafkan aku. Aku tidak tau" Sontak ia memeluk sahabatnya itu. Jihan masih mematung tanpa membalas pelukan Doni.


"Kenapa kamu menyukaiku ?" Tanya Doni.

__ADS_1


Jihan mengangkat wajahnya dan menjawab pertanyaan Doni.


"Cinta tidak butuh alasan untuk hadir dan memilih. Aku tidak tau mengapa rasa itu berarah kepadamu, aku benar-benar tidak tau". dengan kasar Jihan menyeka air matanya sendiri.


"Don... aku gak menuntutmu untuk membalas cintaku" Ucapnya kemudian.


"Aku akan selalu ada buat kamu Ji... Selama ini aku begitu bodoh tidak menyadarinya. Maafkan aku..". Kata Doni.


"Tidak.. jangan seperti itu. tidak ada yang salah.." Menatap mata Doni yang mulai digenangi air mata.


"Mulai sekarang, aku akan belajar mencintaimu" tutur Doni menggenggam tangan Jihan.


"Jangan dipaksakan Don.. bukannya aku cukup kuat, heemm? Jangan mengasihaniku" Ia pun tersenyum, Doni memegangi kedua pipi Jihan dan menyeka titik air mata dengan kedua jempolnya.


"Kamu wanita hebatku, tidak akan sulit untuk jatuh cinta kepadamu" Kata Doni.


Keduanya tertawa kecil. Senja kala itu menjadi saksi bahwa Doni akan membuka hatinya untuk Jihan.


"Oh iya, Ji... kamu tau Pak Ryan itu siapa ?"Tanya Doni.


"Kekasihnya Dian, kan..?" Jihan menjawab dengan santai.


"Haahaa... kamu itu". Memencet hidung Jihan.


"Laaahh terus siapa dong..?" tanya Jihan keheranan.


"Dia itu pimpinan RW Hotel, customer di kantor kita" Jawab Doni.

__ADS_1


"Apa.... ??? Pak Ryan yang katanya angkuh, sombong, dingin, galak, dan arrogan itu ???" Seperti tak percaya dengan ucapan Doni.


Doni hanya mengangguk dan terkekeh melihat tingkah Jihan yang keheranan.


__ADS_2