Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Di Mobil


__ADS_3

ting..tong...!


Seseorang memencet Bel rumah. Bu Mirah bergegas menuju pintu dan membukanya.


"Eh, nak Ryan... masuk nak." Ajak Bu Mirah.


"Varo udah tidur bu..?"


"Iya... Varo baru saja tertidur. Sepertinya sangat kelelahan, seharian bermain terus sampai lupa tidur siang." Jelas Bu Mirah.


"Heehee anak itu. Sama seperti saya dulu bu, paling malas kalau di suruh tidur siang. Makasih yah Bu sudah jagain Varo seharian."


"Iya nak... Varo sudah ibu anggap seperti cucu ibu sendiri."


Diandra tiba-tiba muncul. Lagi-lagi Ryan terpesona dengan penampilan Diandra. Penampilan yang biasa saja namun selalu tampak luar biasa di mata Ryan.


"Udah Dari tadi...?" Tanya Diandra.


"Baru saja. Malam ini kamu....."


"Malam ini aku cantik ? Aku sudah tahu kok." kata Diandra memotong kalimat Ryan.


"Eh dasar GR... padahal aku mau bilang sebaliknya loh.. Tdk biasanya kamu sejelek ini." Goda Ryan.


"Appaa..? Ya udah aku gak jadi ikut. Pergi aja sana.. Tidak usah pedulikan wanita jelek ini."


"Sudah... jangan membantah. Kalau marah kayak gini kamu tambah jelek." Ucap Ryan sambil menarik tangan Diandra menuju mobilnya.


Diandra duduk di samping Ryan dengan wajah yang cemberut. Dia menatap ke arah jendela mobil sambil komat-kamit seolah sedang membaca mantra.


"Kenapa ? Kamu mengumpatku ?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Siapa juga yang sedang mengumpat ?" Jawab Diandra.


Ryan menggenggam tangan Diandra dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan nya masih fokus memegang kemudi. Ia tersenyum menatap lurus ke depan.


"Apa kamu tau, kamu sangat lucu kalau lagi cemberut begini. Sangat berbeda dengan Diandra yang kulihat di pesta malam itu."


Tiba-tiba senyum manis tercipta di wajah Diandra mendengar kata-kata Ryan.


"Pesta ?"


"Iya... pesta peresmian RW Hotel. Malam itu kamu memakai gaun berwarna hitam. Aku suka melihatmu dari kejauhan. Hanya saja waktu itu aku masih belum punya keberanian untuk berkenalan denganmu."


Diandra hanya terdiam mendengar kata-kata Ryan. Ia pun menggenggam tangan Ryan sambil menatap wajah kekasihnya dengan penuh bahagia.


"Aku akan disampingmu selamanya sampai maut memisahkan. Maaf jika aku egois, kali ini aku tak akan melepaskanmu. Apapun alasannya." Kata Diandra dalam hati.


"Apa aku terlalu tampan sehingga kamu menatapku seperti itu..?" Tanya Ryan yang ingin menggoda Diandra.


"Iya... kekasihku ini sangat tampan. Pantas saja Bella tidak mau melepasnya." kata Diandra membalas menggoda Ryan.


"Iya.. iya... aku tau. Aku juga mencintaimu."


Ryan mendadak mengerem mobilnya mendengar ucapan Diandra.


"Apa...? Katakan sekali lagi."


"Katakan apa ?" Diandra pura-pura tidak tau. Dia memang jarang mengungkapkan cintanya, bahkan dia tidak pernah mengatakannya pada Ryan.


"Bilang kalau kamu mencintaiku."


"Tidak mau...!" tolak Diandra.

__ADS_1


"Katakan... kalau tidak...?" Ryan memajuka wajahnya mendekati wajah Diandra.


"Aku mencintaimu" Diandra segera mengatakan yang diinginkan Ryan karena tidak ingin jika Ryan akan berbuat lebih apalagi saat ini keduanya masih di dalam mobil di jalan yang padat.


Namun mendengar kata-kata Diandra, Ryan malah semakin mendekatkan wajahnya. Diandrapun sepertinya menginginkan hal itu, tanpa sadar ia memejamkan matanya.


Ryan mendaratkan bibirnya di bibir Diandra. Ia menyentuh bibir Diandra dengan lembut. Tangan yang tadinya memegang kemudi kini berpindah ke wajah Diandra. Diandra pun terbawa suasana memutar sedikit tubuhnya menghadap Ryan, dengan reflex dia memegang pinggang Ryan. Ryan pun mulai memainkan lidahnya, mengabsen satu per satu gigi Diandra dan Diandra pun membalasnya. Setelah sadar mereka masih di dalam mobil, keduanya melepas ciuman panas nan romantis itu.


"Kita lanjutkan nanti.." Kata Ryan tersenyum penuh kemenangan dan menancap mobilnya.


Diandra tersipu malu, mengingat betapa rakusnya dirinya tadi. Ini adalah pertama kalinya dia menikmati ciumannya dengan Ryan. Andai saja mereka telah sah menjadi suami istri, mungkin mereka akan melakukannya di mobil tadi. 😆😆😆


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon maaf atas segala kekurangannya.


Tetap ikuti kisahnya, jangan lupa meninggalkan jejak setelah membaca. Bantu support author agar lebih semangat menulis kelanjutan ceritanya. Mohon kritik dan sarannya di kolom komentar.

__ADS_1


Jangan lupa Vote.


Terimakasih


__ADS_2