
Setelah kepergian Hendra, Ryan menuju kamarnya guna membersihkan sisa keringat yang terasa lengket di tubuhnya. Ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar terasa lebih segar. Setelah mandi, ia pun mengenakan kaos hitam lengan panjang yang pas di badannya di padukan dengan celana jeans.
Ryan meraih kunci mobilnya yng tergantung di dekat pintu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hari ini hari minggu, Ia berencana mengajak Varo jalan-jalan.
"Kamu sudah datang...?" Kata Diandra menyambut kedatangan Ryan.
"Belum, Menurutmu ?" Jawab Ryan dengan nada jutek.
"Isshh.... Maksudnya sepagi ini kamu datang..!" Diandra kesal merasa diabaikan.
" Kamu mengusirku ?" Kata Ryan melebarkan matanya.
"Bukan itu maksudku, aahhh... sudahlah. Nyebelin!!" Gerutu Diandra.
Cuuppp !!!!
Ryan tiba-tiba mengecup bibir Diandra yang sedari tadi mendumel. Sontak Diandra membelalakkan matanya karena kaget.
"Dasar cerewet !" Ledek Ryan kemudian berlalu dari hadapan Diandra.
"Kebiasaan main nyosor aja." Gumam Diandra.
"Jagoan... kamu sudah siap ?" Tanya Ryan saat melihat sosok Varo.
"Iya.. ayok Om..!" Ajak Varo.
"Tunggu, aku belum siap." Kata Diandra sedikit panik.
"Memangnya Mama mau ikut ?" Tanya Varo heran.
"Iya... Mama harus ikut." Kata Diandra mantap.
"Memangnya Om Ryan ngajakin mama ?" Tanya Varo lagi ingin mengerjai ibunya.
"Eehh... iya juga sih..! Mama gak diajak." Ucap Diandra lesu.
Ryan dan Varo terkekeh melihat tingkah Diandra yang tiba-tiba lemas.
"Ayolah, kamu siap-siap. Aku sama Varo tunggu diluar. " Kata Ryan.
__ADS_1
"Jadi aku boleh ikut ?" Tanya Diandra tiba-tiba semangat.
"Iyaaaa sayaaangg.....!" Kata Ryan kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Diandra. Sontak Diandra menjauhkan diri dari Ryan kemudian berlari kecil menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Ryan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sisi lain dari Diandra yang ke kanak-kanakan.
Mereka menuju taman bermain yang letaknya di pinggir kota M. Akhirnya, setelah memakan waktu empat puluh lima menit mereka pun tiba di tempat tujuan.
"Mama beli ice cream dulu yah..!" pinta Varo.
"Iya... sabar yah kita cari dulu ice creamnya." kata Diandra.
Alvaro berlari sambil mencari-cari letak penjual ice cream. Sesekali ia menoleh kebelakang untuk memberi isyarat kepada Ryan dan Diandra agar segera menyusulnya.
"Varo, jangan lari-lari nak, nanti kamu terjatuh !" kata diandra setengah berteriak.
Diandra hendak berlari menyusul Varo namun tangannya ditahan oleh Ryan. Diandra menoleh kearah Ryan dan tersenyum. Ia pun membalas genggaman tangan Ryan.
"Biarkan saja, dia sudah besar. Kita cukup mengontrolnya dari sini." Kata Ryan pelan kemudian mencium punnggung tangan Diandra dan mengajaknya duduk di salah satu bangku taman.
Diandra tersenyum bahagia, tak henti-hentinya Ia menatap wajah kekasihnya itu.
"Aku tau kalau aku tampan, tapi tidak usah menatapku seperti itu." kata Ryan dan berhasil membuat pipi Diandra merona memerah.
"Mama.. Om Ryan... Varo Lapar !" Rengek Varo sambil memegang perutnya.
"Mau makan apa ?" Ajak Ryan.
"Apa aja Om yang penting makan." Varo bersemangat.
"Ayok kita jalan..." Ajak Diandra.
"Om... Varo capek. Mau digendong !" rengek Varo manja.
"Sini Om gendong..!" Kemudian mengangkat tubuh kecil Varo ke dekapannya. Tangan kanannya menggendong Varo sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Diandra.
Ketiganya menuju Rumah makan yang berada di lokasi taman itu. Varo nampak kegirangan saat pesanan mereka datang. Sesekali Diandra menyuapi putranya, Ryan pun tidak mau kalah, terkadang Ia menggoda Diandra membuka mulutnya minta disuapi.
Setelah makan mereka kembali menuju taman.
__ADS_1
"Mama..kita naik itu yuk..!" Ajak Varo menunjuk ke arah salah satu wahana yang menurut Diandra sangat ekstream.
"Aahh... tidak..tidak... Mama gak Mau sayang.. Mama takut. !" Kata Diandra menolak permintaan anaknya.
"Varo masih kecil sayang, belum bisa naik Halilintar. Kita Naik Bianglala aja yah... Pasti Mama gak takut." kata Ryan.
"Pokoknya mama gak mau naik... Mama takut sayang..!" Tangan Diandra mulai gemetar dan keringatan.
"Sayang, aku takut ketinggian" Bisik Diandra pada Ryan.
"Haahaahaa....." Ryan tidak bisa menahan tawanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Like
Comment
Share
Vote
__ADS_1
Add Favorite
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐