Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Perbedaan Status.


__ADS_3

"Hmm... dasar kamu ini. Mana ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Semenjak kepergian kakakmu, Papa memang menjaga jarak denganmu. Papa takut jika kamu juga akan pergi meninggalkan papa, maka Papa akan merasakan rasa sakit itu lagi." Air mata menggenangi pelupuk mata Papa Raka namun berusaha ia bendung.


"Papa... Ryan sayang sama Papa, dan tidak akan meninggalkan papa." Keduanya berpelukan.


"Mungkin besok mama kamu akan datang."


"Benarkah, pa..?"


"Kamu sama Dian jemput mama di Bandara. Papa ada pertemuan dengan Pak Gubernur dan Kapolda. Biar Hendra saja yang mendampingi papa. Kamu bisa kan Hendra ?"


"Tentu saja bisa, Om !"


"Ya sudah lanjutkan makan kalian.."


******


Keesokan harinya di Kantor Diandra.


Tok..tok..tok...!


"Permisi Pak Adrian..!"


"Masuklah Dian...!" seru Pak Adrian.


"Maaf pak mengganggu sebentar. Jam istirahat nanti saya mau ijin, ada keperluan diluar. Kalau diijinkan, Mungkin sekitar jam tiga sore saya kembali ke kantor."


"Iya tidak apa-apa. Asalkan semua pekerjaanmu sudah beres tidak masalah."


"Baik pak, terima kasih banyak. Saya permisi."


"Tunggu, Dian..!"


"Iyya.. pak !"


"Bagaimana hububganmu dengan Pak Ryan..? Kapan kalian akan bertunangan ?"


Diandra kaget, tidak percaya akan apa yang di dengarnya barusan. Seketika wajahnya memerah karena malu dengan pertanyaan atasannya itu.


"Anu pak... itu.. kami belum sampai kesana."

__ADS_1


"Tidak usah sungkan, Ibu Rika itu teman saya semasa sekolah. Dia sudah menceritakannya kepadaku."


Diandra hanya menunduk tak bergeming mendengar penuturan Pak Adrian.


"Ternyata si boss kepo juga." Batin Diandra.


"Kalau tidak ada lagi, saya permisi dulu, Pak !"


Diandra pamit kemudian berjalan menuju meja kerjanya dan bergegas menyelesaikan pekerjaannya.


Drrreett...ddrrrett...!


Ponsel Diandra bergetar pertanda ada pesan masuk.


πŸ“© "Sayang, sebentar kamu bisa kan menemaniku menjemput mama di airport ?"


πŸ“¨ Iya bisa kok.


πŸ“© Aku jemput jam 12 yah


πŸ“¨ Oke πŸ˜‰


πŸ“© Itu doang ?


πŸ“© Bilang sayang kek, apa kek !


πŸ“¨ Iya sayang, I love U 😘


πŸ“© I love you more 😍😘


Tanpa Ia sadari, seutas senyum tertarik di bibir tipisnya. Ia pun geleng-geleng kepala mengingat berbagai tingkah konyol Ryan yang sering menggodanya.


**********


Jam 12 tepat, Ryanpun menjemput Diandra. Sesuai permintaan Diandra, Ryan hanya menunggunya di parkiran. Tentu saja, Diandra belum siap mempublikasikan hubungan mereka mengingat statusnya dan status Ryan yang berbeda jauh. Meskipun Ryan dan keluarganya tidak mempermasalahkan akan hal itu, namun Diandra sampai sekarang masih belum bisa untuk mengabaikannya.


"Maaf yah menunggu lama." Kata Diandra.


"Tidak kok sayang, kan baru nyampe juga. Kita berangkat sekarang..?"

__ADS_1


"Iya... ayok..!"


Ryan melajukan mobilnya menuju bandara. Sesekali ia melirik ke arah Diandra yang duduk di sampingnya. Diraihnya tangan Diandra lalu digenggam ke pangkuannya tapi masih tetap fokus menatap kedepan dengan kemudinya.


"Kenapa tidak mengajak sopir ?" kata Diandra membuka suara.


"Aku cuma pengen berdua aja sama kamu. Berdua itu lebih baik !" Seru Ryan.


"Kan sebentar ada mama kamu !"


"Iya, aku tau. Tapi saat ini bukankah kita lagi berdua ?"


"Iya..iya.. Aku cuma khawatir kamu capek."


"Jadi kamu mengkhawatirkanku sayang ?"


"Aaahhh... terserah aja deh."


"kalau Khawatir apa susahnya bilang. Gratis kok ! Sama tunangan sendiri aja gengsinya setinggi langit."


"Hsahaashaaa.... Emang pede banget yah kamunya..!" Celutuk Diandra.


"Biarin, sama tunangan sendiri juga."


Ryan kemudian menciumi punggung tangan Diandra.


Diandra hanya diam menatap perlakuan Ryan. Ia pun sebenatnya menyukai diperlakukakn dengan dengan romantis oleh kekasihnya. Meskipun Kadang-kadang ia merasa risih mengingat status dan usianya kini bukan lagi gadis remaja, melainkan wanita dewasa yang telah memiliki anak.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon bantuan/support buat author dengan meninggalkan jejak setelah membaca. Ingat, Like dan Comment itu gratiss yahh gaess...


❀Author


__ADS_2