
"Baiklah Bu... Diandra akan memikirkannya sekali lagi. Terima kasih, Bu... Karena Ibu selalu ada buat Diandra. Ibu sudah seperti Ibu kandung Dian."
Keduanga saling berpelukan, tiba-tiba Varo muncul dengan mata yang masih mengantuk.
"Mama... Varo lapar."
"Ayi sini nak... kita buat sarapan sama-sama. Varo mau makan apa ?"
"Mau makan roti selai strowberry dan Susu coklat Ma.." Jawab Varo semangat.
"Oke... Mohon ditunggu Tuan Varo pesanannya."
Diandra membuatkana sarapan untuk Varo, sdangkan Varo hanya duduk menunggu Ibunya membuat sarapan. Sesekali candaan dilontarkan oleh keduanya sambil menunggu sarapannya jadi.
Akhirnya roti strowberry dan susu coklat Varo terhidang di meja. Varo sangat menikmati sarapannya.
Setelah sarapan, Diandra memandikan Varo. Varo adalah anak yang pintar, tentu saja dia tidak lupa menyikat giginya saat mandi.
"Hhmmm.. anak Mama sudah wangi." Diandra mengendus-endus aroma khas balita di tubuh Varo.
"Siapa dulu dong... anaknya Mama sama Papa..!" Kata Varo.
Perkataan Varo sempat membuat dada Diandra terasa sesak. Semakin hari Diandra semakin menyadari akan pentingnya sosok ayah buat Varo.
"Maaf jika mama egois nak" batin Diandra.
"Mama.... Kenapa bengong ?" Tanya Varo heran karena dari tadi Diandra diam sambil menatap kosong kearahnya.
"Tidak... Mama gak bengong sayang.. Mungkin mama cima capek."
"Mama istirahat saja dulu. Oh iya Ma... apa hari ini Om Ryan mau datang ?" Tanya Varo yang mulai merindukan sosok Ryan.
"Mama juga gak tau sayang..."
"Apa boleh Varo meminjam ponsel mama ?"
"Buat apa ?"
__ADS_1
"Varo mau video call sama Om Ryan. Biasanya hari libur begini Om Ryan ajak Varo main, kemarin Om Ryan sudah janji sama Varo Ma..." Rengek Varo.
Diandra benar-benar bingung, entah apa yang harus dia lakukan saat ini. Ia benar-benar malu pada keluarga Ryan. Tapi Ia pun tidak tega menolak permintaan anak semata wayangnya. Ia pun melangkah menuju kamarnya dan mengambil ponselnya kemudian diberikan kepada Varo.
Tok...tok...tok... !!!
Suara ketukan tiga kali terdengar dari depan. Tak lama kemudian suara itu kembali terdengar. Rupanya Bu Mirah sesang mandi makanya ia tidak membuka pintunya. Diandra segera menuju ruang tamu dan membuka pintunya.
"Assalamualaikum nak...!"
"Waalaikum salam... Mama... papa Raka... Silahkan masuk..!" Ajak Diandra saat melihat siapa yang telah bertamu sepagi ini.
Mama Rika ikut mengekor di belakang Diandra disusul Pak Raka dan Ryan.
"Maafkan kami nak datang sepagi ini. Mama mau ketemu sama Varo. Semoga nak Dian tidak keberatan."
"Apa yang mama katakan, tentu saja tidak ma.. Varo kan cucu Mama. Mama juga berhak atas Varo." timpal Diandra.
Tiba-tiba ponsel Ryan berdering ada panggilan Video dari nomor Diandra.
"Loh... ini kenapa ada panggilan ?" tanya Ryan.
Ryan langsung berdiri mencari keberadaan Varo dan ingin memberinya kejutan. Ternyata Varo ada di dalam kamarnya.
"Surprise....!" teriak Ryan.
"Om Ryan....!" teriak Varo dan berlari ke arah Ryan kemudian memeluknya.
"Kita kedepan yuk, ada Oma sama Opa di depan." ajak Ryan.
"Yang benar Om...?"
"Lihat saja..!" Keduanya berjalan bergandengan menuju ruang tamu menemui Oma dan Opanya.
"Oma.. Opa... "Varo berlari ke arah Mama Rika kemudian memeluknya.
"Cucu Oma... Ganteng banget pagi ini." Ucapnya sambil memeluk Varo.
__ADS_1
"Gimana kabarnya Varo ?" Tanya Pak Raka.
"Varo sehat Opa... Kenapa Oma kelihatan bersedih ? Tanya Varo penasaran melihat mata Rika yang nampak sembab.
"Tidak kok sayang, mata Oma tadi kelilipan di jalan."
"Makanya, Oma harus rajin pakai kacamata."
Semuanya tertawa mendengar perkataan Varo.
Diandra meninggalkan ruang tamu menuju dapur. Ia membuatkan minum untuk ipar dan mertuanya. Yah... begitulah panggilan Diandra kepada mereka saat ini.
Diandra membawa nampan berisi beberapa cangkir dan teh yang sudah di seduh kemudian di suguhkan kepada keluarganya. Ibu Mirah pun membawakan beberapa cemilan untuk disandingkan dengan teh.
"Oh iya Ma,, pa.. Perkenalkan ini Ibu Mirah... Sudah lama Ibu Mirah tinggal dengan Dian. Dia juga yang mengasuh Varo saat Diandra bekerja."
"Selamat pagi tuan dan nyonya..." sapa Bu Mirah.
"Selamat Pagi Bu Mirah... terima kasih selama ini sidah menjaga menantu dan cucu saya." Kata Mama Rika.
.
.
.
.
.
****Bersambung....
Terimakasih sudah mengikuti kisah Diandra dan Ryan.
Intip juga kisah Mama Rika dan Pak Raka di novel sebelah yah.. Judulnya "Mahligai Cinta".
Mohon tinggalkan jejak setelah membaca.
__ADS_1
Terimakasih***