Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Mengharukan.


__ADS_3

Happy Reading guys 💪😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Begini... Mama sama papa berencana ingin memajukan tanggal pernikahan kalian. Itupun kalau kalian setuju."


"Kalau Ryan sih setuju, pa... Bagaimana sayang ?" Tanya Ryan pada Diandra yang hanya diam menanggapi perkataan Pak Raka.


Diandra diam tak bergeming... Tatapannya kosong, entah apa yang sedang ia pikirkan.


"Sayang...!?" Ryan menyenggol pelan lengan Diandra yang sedari tadi diam mematung dengan kebisuannya.


"Eh, iya... maaf !"


"Kamu kenapa ? Tadi mama bilang ingin segera menggelar acara pernikahan kita. Apa kamu tidak keberatan ?"


"Maaf, Ma... Apa ini tidak terlalu cepat ?" Tanya Diandra.


"Sesuatu yang baik akan lebih baik lagi jika di segerakan." Jawab mama Rika.


"Kenapa nak ? Apa kamu keberatan menikah dengan Ryan ?" pak Raka menimpali.


"Bukan begitu, Pa... Dian mau kok menikah dengan Ryan, hanya saja Dian merasa ini terlalu cepat." Diandra menetikkan air mata kemudian menyekanya dengan kasar dan menundukkan wajahnya.


"Mama mengerti perasaan kamu sayang. Tapi semuanya sudah berlalu. Kami tidak pernah memintamu untuk melupakan papa Varo tapi kamu harus tau nak, papanya Varo sudah bahagia diatas sana. Jika kamu bahagia, maka Ia pun akan bahagia. Tolong nak, kamu harus memulai hidupmu yang baru, buat dirimu bahagia, pikirkan masa depan Varo. Mama berkata seperti ini tidak semata-mata mewakili perkataan ibunya Ryan. Sekarang mama menganggap kamu seperti anak mama sendiri. Layaknya seorang ibu, tentu saja mama ingin yang terbaik buat kamu." Mama Rika Mengusap punnggung Diandra dengan pelan kemudian melanjutkan kata-katanya.


"Nak... tolong pikirkan ucapan mama, bukan hanya demi kamu tapi demi Varo juga."


Diandra kini tak bisa membendung lagi perasaannya. Tangisannya pecah dipelukan Mama Rika. Air mata tak henti-hentinya mengalir membasahi pipinya.


Ryan yang menyaksikan pujaan hatinya terluka pun seakan turut merasakan penderitaan Diandra.


"Sayang... semua terserah padamu. Apapun keputusanmu, aku akan menerimanya dengan lapang dada." Ryan mendekati Diandra kemudian menggenggam tangannya.


"Maafkan aku Ryan..."


"Heiii... maaf untuk apa ?"


"Maaf karena aku belum bisa tegas dengan perasaan aku sendiri. Maukah kamu memberiku waktu sedikit lagi ?" Pinta Diandra dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan menunggumu. Sampai kapanpun." tersenyum lembut sambil menyeka air mata Diandra dengan kesua jempol jarinya.


"Kami mengerti nak, tidak mudah menjadi seperti dirimu. Kamu benar-benar wanita yang kuat. Apapun yang akan terjadi nanti, kamu akan tetap jadi putri papa." Ucap Pak Raka berusaha menenangkan Diandra.


"Papa ngomong apaan sih.... seolah kami akan berpisah saja..!" Gerutu Ryan.


"Huuhhh... dasar anak ini !!" Pak Raka kesal akan ocehan anaknya.


Mama Rika mencoba menghangatkan suasana. Ia tidak tega melihat Diandra yang terus-terusan menangis.


"Kalau begitu, nak Dian istirahat saja dulu di kamar Ryan. Biar Ryan istirahatnya di kamar tamu. Soal Varo biar mama yang urus."


"Gak usah, ma.. Malam ini biar Dian pulang ke rumah aja. Kasian Ibu Mirah sendiri di rumah." Tolak Diandra secara halus.


"Tapi Varo kan lagi tidur nak...!"


"Gak apa-apa, Ma... biar Dian bangunin aja."


"Atau biar Varo nginap disini saja sama Mama."


"Maaf ma... Dian khawatir pas Varo bangun akan ngerepotin Mama. Pasti dia nyariin Dian Ma..."


"Baik Ma..." Sahut Ryan.


Ryan menggendong Varo yang tengah tertidur pulas dan membaringkannya di kursi belakang. Diandra masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan, samping kemudi. Ryan pun ke kursi kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah Diandra.


Meraka akhirnya tiba di rumah Diandra. Ryan menggendong Varo ke dalam kamar Diandra. Setelah membaringkan Varo di tempat tidur, ia pun pamit kepada Diandra.


"Sayang... sudah larut. Aku pamit dulu yah.." Diandra hanya mengangguk.


"Oh iya, kamu jangan mikir yang macam-macam. Aku akan nunggu kamu sampai kapanpun. Aku gak peduli apa kata dunia. Aku hanya mencintaimu, apapun yang terjadi. Tolong jangan menolakku dan jangan berusaha pergi dariku lagi. Jika kamu ingin selamanya seperti ini, aku rela."


Kata-kata Ryan berhasil menyentuh hati Diandra. Sekali lagi cairan kristal bening itu membasahi pipinya.


"Ryan... kenapa kamu begitu baik ?"


"Aku tidak baik, aku hanya mencintaimu.. bukannya kamu sendiri yang mengataiku Cowok angkuh galak sombong? Apa kamu sudah lupa, Hmm... ?"


Diandra tertawa mendengar penuturan Ryan yang berusaha menirukan gaya Diandra.

__ADS_1


"Aku pulang, yah... kamu istirahat. Mimpi yang indah dan segera beri aku jawaban yang membahagiakan."


Ryan mengecup kening Diandra dengan lembut.


Sontak Diandra mendekap erat tubuh kekasihnya itu.


"Terima kasih, sudah mencintaiku."


"Iya... tidak perlu berterima kasih. Aku senang melakukannya."


Ryan pun berlalu dari hadapan Diandra.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Terima kasih bantuan dan dukungannya.


Terus ikuti kisahnya, meninggalkan jejak setelah membaca merupakan salah satu cara untuk menghargai hasil karya seseorang.


Jangn lupa Like, comment, share, add favorite, dan rate 5⭐⭐⭐⭐⭐.


Mohon bantu Vote nya yah readers...


Terimakasih

__ADS_1


❤Author


__ADS_2