Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Wanita Special


__ADS_3

Tiba saatnya acara penutup kemudian dilanjutkan dengan acara makan siang bersama antara pengelola yayasan, guru-guru beserta orang tua siswa.


Ryan memberanikan diri menemui Diandra dan Alvaro dan menyapanya.


"Ibu Dian... boleh saya gabung ??"


Dian hanya terdiam sambil tersenyum pertanda membolehkan niat Ryan untuk bergabung.


"Boleh kok Pak, tadi bapak yang nabrak Varo kan..?" Tanya Varo polos.


"Husshh.. gak boleh gitu nak." Kodenya sambil menggoyangkan jari telunjuknya.


"Maafkan anak saya pak Ryan" kata Diandra merasa kurang nyaman kepada Ryan.


"Gak apapa, namanya juga anak kecil." kata Ryan pada Diandra kemudian melihat ke arah Varo.


"Varo jangan panggil bapak dong.. panggil aja Om Ryan". Kata Ryan Sambil tersenyum ke arah Varo dan di balas senyum manis dari bibir Varo.


Merekapun menikmati santap siang yang disediakan oleh pihak Yayasan.


Acara sudah selesai, Ruangan yang tadinya padat kini berangsur sepi karena sebagian sudah meninggalkan acara menuju rumah masing-masing.


"Maaf pak Ryan, acara sudah selesai, saya undur diri dulu". Pamit Diandra pada Ryan.


" Ya sudah kita barengan yah, saya antar kamu dan Varo pulang." Ajak Ryan

__ADS_1


"Eehh..gak usah pak. Saya bawa kendaraan sendiri kok pak." Tolak Diansra secara halus.


"Tapi...". Belum selesai bicaranya Hendra datang menghampiri.


Hendra : "Sudah saya bilang kan.. Diandra itu beda. Dia itu wanita mandiri". Sambil merangkul pundak abangnya.


Ryan : "Kamu apaan sih". Berbisik di telinga Hendra yang diikuti tawa Hendra.


Ryan nampak salah tingkah akan tetapi Ia tetap berusaha tenang.


"Kalau begitu saya permisi duluan, Kelihatannya Varo sudah lelah dan mulai ngantuk". Pamitnya kepada Ryan dan Hendra.


"Iya Di.. kamu hati-hati yah.." Kata Hendra sambil melambaikan tangan ke arah Varo dan Diandra.


"Sampai ketemu". Ucap Ryan.


Diandra pun meninggalkan Gedung sekolah dan mengendarai city carnya menuju rumah. Beberapa menit berkendara akhirnya tiba di rumah. Varo langsung menuju kamar kemudian mengganti pakaiannya dibantu Bu Mira. Diandra pun menyimpan tas nya, berganti pakaian kemudian menyusul Varo ke tempat tidur dan menidurkannya. Tak butuh waktu yang lama, Varo akhirnya tertidur didekapan ibunya.


Ditatapnya wajah sendu buah hatinya dengan dalam. Iapun beranjak ke Meja kerjanya kemudian menyalakan laptopnya. Di buka nya salah satu folder yang berisikan foto-foto jadul kebersamaannya dengan mendiang suaminya. Yah... saat ini Diandra benar-benar merindukan sosok suaminya. Lagi-lagi Air matanya berlinang membasahi pipinya.


Ditempat lain, Ryan hanya duduk merenung di sofa. Pikirannya terganggu akan sosok Diandra.


"Apa istimewanya dia, dia hanya wanita biasa. Tidak ada yang special darinya. Diluar sana banyak wanita yang lebih cantik, dan wanita yang jauh lebih cerdas darinya juga banyak. Kenapa aku merasa resah mengingatnya ??" Ujar Ryan dalam hatinya.


Ia merasa jantungnya kini berdetak tak menentu. Lebih cepat dari biasanya. Dia melangkah menuju lemari pendingin yang ada di dalam kamarnya kemudian membuka dan mengambil air mineral lalu meminumnya dengan sekali tegukan. Ia pun merasa lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


"Apakah aku mulai simpatik padanya ? tapi kenapa mesti Dia ???". Ryan Bicara dan bertanya pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Hendra masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu.


"Bukankah cinta itu tidak butuh alasan untuk dirasakan ?".kate Hendra.


"Apaan sih... siapa suruh masuk kekamarku tanpa permisi ?". Gerutu Ryan pada sepupunya itu.


"Makanya bang, pintunya jangan lupa di kunci. Untung yang masuk saya, bukan pegawai abang yang sexy itu." Timpal Hendra.


"Dari tadi kamu nguping yah ?" Tanyanya sedikit malu. "Bang... aku sudah kasi tau kan kalau Diandra itu special. Waktu kuliah dulu banyak pria yang mengaguminya, semuanya ditolak secara halus dan semuanya dijajadikan teman. Jadi gak ada tuh cowok-cowok yang merasa disakiti. Dia memang luar biasa Bang. Meskipun cantik dan pintar, tidak membuatnya menjadi pribadi yang sombong." Terangnya tanpa ada tanggapan dari Ryan.


Ryan membuka laptopnya dan pura-pura bekerja. Namun Hendra tau kalau dia masih mendengarkan kata-katanya, kemudian lanjut berbicara.


"Kalau suka ya bilang, nanti keduluan sama aku. Kalau abang gak maju, aku pastikan aku gak bakal nyerah sampai ia mau menerimaku." Kata Hendra sesikit sombong.


"Udah abang bilang, gak ada wanita yang mampu membuat abang terpesona. Kamu deketin aja dia, abang gak peduli.." Ucap Ryan rada emosi, Hendra pun terkekeh mendengar ucapan abang sekaligus bossnya itu.


"Okeehh.. jangan nyesel ya bang!!!" Ledek Hendra


"Gak bakalan.. !!" Jawab Ryan dengan singkat.


Saat ini Ryan masih tinggal di salah satu kamar hotel miliknya karena dia masih baru di Kota M. Rumah yang akan dia tinggali masih dalam tahap renovasi.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

__ADS_1


Bersambung..........


Jangan lupa di Like dan Comment ya...


__ADS_2