Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Mempersingkat waktu.


__ADS_3

Pagi yang cerah. Sinar matahari menyusup masuk ke dalam ruangan melalui celah-celah jendela. Diandra menggeliat di tempat tidur dan perlahan membuka matanya. Ia merasa asing dengan design kamar itu. Ia hendak bangun namun ia merasakan ada sesuatu benda berat yang menimpa perutnya. Ternyata itu lengan kekar milik pria yang kini menjadi suaminya.


"Oh... aku hampir lupa. Ternyata aku sudah menikah dengannya." Batinnya.


Ia meraih ponselnya yang sejak semalam di charge di atas nakas samping tempat tidurnya. Di cabutnya kabel cherger itu dari ponselnya kemudian ia nyalakan. Alangkah kagetnya dia saat melihat jam yang tertera di layar ponselnya.


"Astagfirullah... sudah jam 9 pagi.. Aku kok kesiangan sih.." Diandra panik.


"Kenapa sayang... ayo tidur lagi, masih ngantuk." Ucap Ryan dengan suara serak khas bangun tidurnya. Diandra hendak menuju kamar mandi namun tangannya di tahan oleh Ryan. Ia pun terjatuh ke dalam pelukan Ryan.


"Selamat pagi sayang... morning kiss." Ryan menunjuk ke arah bibirnya meminta jatah kepada Diandra.


"Suamiku, ini bukan pagi lagi... tapi sudah siang..!" Tutur Diandra seraya mencoba melepaskan diri dari dekapan suaminya.


"Aku masih ingin bersamamu... sekali lagi boleh dong...?" pinta Ryan.


"Sayang... masih banyak waktu untuk melakukannya. Kasian Varo, mama sama papa yang nungguin kita dari tadi." Ucap Diandra memelas.


"Mereka pasti ngerti sayang... Apalagi Varo, dia pasti senang kalo kita lebih sering buatin dia adek." Ryan kini bangun dari tidurnya namun tetap mendekap tubuh istrinya.


"Kita masih bisa melakukannya di rumah. Sekarang aku mau bersihin badan dulu." Diandra berdiri kemudian berjalan menuju kamar mandi. Dengan sigap Ryan pun bangun menyusul istrinya.


"Kenapa kamu juga ikut masuk ?" Diandra kaget karena Ryan tiba-tiba berada di belakangnya.


"Untuk mempersingkat waktu, lebih baik kita mandinya barengan." Kata Ryan sambil melebarkan senyum dan mengernyitkan alisnya.


"Tapi jangan macam-macam yah.." pinta Diandra.


Percuma saja jika melawan kehendak suaminya, karena semakin ia menolak maka semakin keras pula Ryan bertahan pada pendiriannya.


"Macam-macam sama istri sendiri sah-sah aja kok, dimana salahnya ?" kata Ryan setengah berbisik namun tetap kedengaran oleh Diandra.


"Tuh kan..." Diandra mendumel kesal.


Dia sangat yakin, mempersingkat waktu yang dimaksud suaminya pasti karena ingin sambil melakukan hal yang lain. Dan benar saja, mereka menghabiskan waktu hampir dua jam berdua di kamar mandi.

__ADS_1


Tentu saja Ryan akan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.


drrettt...dreetttt...


Ponsel Diandra bergetar, pertanda ada pesan yang masuk. Ia pun segera membuka pesan yang dikirim oleh Mama Rika.


📩 "Sayang... mama, papa dan Varo pulang duluan yah. Jangan khawatirkan Varo, biar mama yang menjaganya."


📨 "*Iya Ma, maaf sudah merepotkan mama dan papa. Dian juga sudah bersiap-siap untuk pulang kok, Ma.."


📩 "Tidak usah terburu-buru, kalian istirhat saja dulu. kalian pasti sangat lelah.


📨 "Tidak kok, Ma... terima kasih banyak atas perhatian mama*."


Pesan terakhir yang di kirim Diandra tidak mendapat balasan dari Mama Rika.


"Hhuuffttt... Mama Rika tau aja kalau aku lagi capek. Gara-gara anaknya nih... Sarapan saja di lewatkan, padahal aku kan lapar, apa dia gak tau untuk melakukan itu kan juga butuh tenaga" Kata Diandra dengan suara pelan namun sedikit terdengar oleg Ryan.


"Kamu kenapa ?" Tanya Ryan.


"Gak kenapa-napa, tadi mama kirim pesan katanya dia sudah balik duluan sama Papa dan Varo." Kata Diandra.


"Appaaa...? memangnya kamu gak capek ?" Diandra mulai takut.


" Lihat, kekuatanku masih banyak." kata Ryan Sambil menunjukkan otot-ototnya pada Diandra.


Diandra hanya membelalakkan matanya melihat tingkah suaminya kemudian mendekatinya.


"Sayang, apa kamu tidak merasa lapar ?" Dambil mengusap-usap perut ratanya.


"Hhmm... tadi kan aku udah makan ?!" Jelas Ryan.


"Iihh...curang.. kenapa gak ajak-ajak aku."


"Kan tadi kamu juga udah makan aku. haahaahaa.." Ryan tertawa terbahak-bahak setelah berhasil menggoda istrinya.

__ADS_1


Diandra semakin kesal akan tingkah Ryan. Ia pun menuju ke tempat tidur dan menutup semua badannya dengan selimut.


"Kenapa..? kamu mau nambah ?" Kata Ryan lagi-lagi menggoda istrinya.


"Jangan ganggu aku. Aku mau tidur biar laparnya hilang." Diandra ngambek dan Ryan duduk mendekati istrinya.


"Jangan kayak anak kecil ah... kamu semakin sexy kalau seperti ini. bisa-bisa juniorku bangun lagi... Kamu mau makan apa sayang..?" Ryan kini bersikap manis kepada istrinya, Diandra pun membuka selimut yang menutupi badannya.


"Makan apa aja, sudah laper banget yaank...!" Rengek Diandra.


Ryan senang melihat perubahan sikap Diandra setelah menjadi istrinya. Diandra yang kemarin dia kenal adalah wanita mandiri, angkuh, galak dan sedikit ketus kini menunjukkan sisi lainnya yang manja.


"Mau makanan hotel atau kita delivery dari resto kesukaan kamu ?" Kata Ryan memberikan pilihan.


"Hotel aja, biar cepet !" Kata Diandra sambil duduk memeluk pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Ya sudah, aku pesan dulu yah..!" Ryan pun menghubungi reception untuk memesan makanan.


Tak butuh waktu lama, keduanyapun makan dengan lahapnya. Tentu saja, tenaga mereka habis terkuras setelah melewati malam pertama yang sangat panjang. Mereka butuh asupan makanan lagi untuk menambah tenaga persiapan malam kedua dan malam-malam berikutnya.


😅😅😅


.


.


.


.


________________


Terima kasih buat para reader yang selalu setia mengikuti ceritaku.


Author sedih sebenarnya, ceritanya sudah End namun likenya masih kurang.

__ADS_1


Mohon bantuannya yah reader sekalian, jangan lupa meninggalkan jejak setelah membaca agar Author lebih semangat lagi.


Terima kasih 😊😊😊


__ADS_2