
Dengan gagahnya, sang fajar pun mulai menyapa para penduduk Bumi. Aroma embunpun menambah kesegaran di pagi ini.
Setelah melakukan segala rutinitas paginya di rumah, seperti biasanya Diandra mengantar Alvaro kesekolah kemudian menuju kantornya.
Hari ini jadwal Diandra Diandra cukup padat. Setelah penandatanganan MOU dengan salah satu instansi pemerintah, dia juga akan menghadiri Acara Wisuda yang diselenggarakan oleh salah satu Universitas yang bekerja sama dengan kantornya. Kemudian diakhir hari harus melaporkan segala aktifitas unitnya seminggu terakhir ke kantor Wilayah.
*ddrreettt...drreettt...*
Ponsel Dian bergetar pertanda ada panggilan masuk dan dia pun segera menjawabnya.
Dian : "Iya halo...".
Melda : "Selamat pagi bu Dian, sy Melda dari RW Hotel".
Dian : "Oh.. iya bu.. bagaimana kabarnya?" Tanya Dian dengan ramah.
Melda : "Alhamdulillah baik Bu Dian. Saya hanya ingin menginformasikan bahwa Sebetar Jam 3 sore Pak Ryan punya waktu luang. Bagaimana apa Ibu bersedia ?".
Dian : "Waahhh tentu saja Bu, saya bersedia. Moment yang langka loh Bu Melda bisa bertemu dengan Pimpinan RW Hotel".
Melda : "Baik bu, saya akan atur schedule Pak Ryan sore ini untuk bertemu dengan Ibu Dian".
__ADS_1
Dian : "Terima kasih Bu Melda atas bantuannya".
Melda : "Tidak usah sungkan, kembali kasih Bu Dian".
Keduanyapun mengakhiri pembicaraannya. Sepertinya Dian sangat antusisas dan bersemangat karena bisa membuat janji dengan pemilik RW Hotel. Tiba-tiba Dian sadar akan padatnya Jadwal hari ini.
"Ya ampun... bagaimana caranya yah ?? Semuanya bersamaan. Mana bisa tubuhku yang mungil ini di bagi-bagi". Seperti meratapi kecerobahannya yang dengan asal membuat janji dengan client. Bukan, CALON CLIENT.
"Kalau mau dibatalkan gak mungkin, betapa susahnya menemui Pimpinan RW Hotel". Dia pun berpikir dan keliahatan lesu.
Kemunculan Alexa dan Dino yang secara tiba-tiba dihadapannya seperti membawa angin segar dari Surga. Diapun segera beranjak dari kursinya dan berlari kecil ke arah Alexa dan Dino.
"Doni...Alexa.. hari ini sibuk gak ?". Tanya Dian.
Dian berbalik ke arah Doni seolah menunggu jawaban darinya.
"Kalau aku sih cuma nginput hasil prospekan kemarin. Emang napa ?" tanya Doni.
"Hmmhh..gini.. Pagi ini aku mau menemani Pak Boss menghadiri Penandatanganan MOU dengan salah satu instansi pemerintah Kota M, trus menghadiri Acara wisuda Universitas Maju Bersama. Nahh.. barusan Bu Melda nelpon, katanya sore ini Pak Ryan pemilik Hotel RW tuh gak ada acara jadi Bu Melda mau atur jadwal buat aku ketemu sama Pak Ryan. Kalau aku hadiri Acara wisuda pasti lama,.. Bikin janji denga Pak Ryan kan susahnya minta ampun". Curhat Dian rada frustasi.
"hahaahaahaa..." tiba-tiba Doni tertawa.
__ADS_1
"Kok ketawa sih... ada yang lucu ??" keheranan.
"Iyalaahh lucu. Curhat panjang lebar ternyata ada maunya. Aku ngerti.. paati kamu mau nyuruh aku nemenin Pak Boss kan.??" kata Doni.
"Yee...makanya jangan sok tau. Bukan nemenin Pak Boss, tapi menghadiri acara Wisuda Mahasiswa Universita Maju Bersama dodooll...".
Doni nampak cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Iyaa deh... nanti aku yang hadiri".
"Alexa, kamu temenin Doni yah.. biar Doninya gak BT disana". Imbuh Diandra.
"Baik kak.." Jawab Alexa.
Meskipun Diandra adalah seorang manager, tapi dia sangat ramah dengan para staffnya. Dia sendiri tidak ingin jika hubungannya dengan bawahan seperti ada sekat diantara mereka. Dia tetap menganggap bawahannya seperti sahabat. Contohnya Alexa, meskipun dia berstatus magang tapi Diandra tidak ingin dipanggil IBU, dia lebih suka jika dipanggil KAKAK, katanya biar lebih nyaman dan akrab.
"Okeehh... satu masalah teratasi". Bathin Diandra
****************************************************
Hi readers... terima kasih sudah like novel perdanaku. Mohon di comment juga yahh. Ditunggu kritik dan sarannya.
__ADS_1
Terimakasih ☺️😉