
Kantor Wijaya Group.
Ryan turun dari mobil, kemudian berjalan memutari mobil ke arah kursi penumpang untuk membukakan pintu untuk istrinya. Ia pun menggandeng istrinya, kemudian menyerahkan kunci mobil kepada security untuk memarkirkannya. Hari ini Ryan memang tidak memakai jasa sopir, karena setelah pekerjaan yang penting sudah selesai, ia hendak mengajak istrinya keluar untuk berjalan-jalan.
Keduanya berjalan beriringan menuju ruangan CEO. Para karyawan yang melihat kemesraan keduanya tampak kagum, namun ada juga beberapa yang kelihatan kecewa melihat CEO pujaan mereka datang dengan seorang wanita. Sebagian memang sudah tau bahwa Ryan telah menikah, namun mereka belum pernah melihat sosok istri yang CEO. Tetapi, ada juga yang sama sekali tidak mengetahui tentang pernikahan sang CEO.
Para karyawan yang berpapasan dengan mereka menunduk hormat dan memberi salam, seperti biasa Ryan hanya cuek tak menanggapi sapaan mereka. Berbeda denvan Diandra, ia pun menyapa balik dan tersenyum kepada para karyawan itu.
"Wah... tidak hanya cantik, istri CEO juga sangat ramah." Bisik salah seorang karyawan kepada rekan kerjanya.
Tibalah keduanya di lantai delapan, dimana keberadaan ruangan Ryan.
"Selamat pagi, Tuan muda..." Sapa Angela sekretaris Ryan.
Ryan hanya diam saja tak menanggapi sekretarisnya. Angela nampak bingung dengan sikap atasannya, meskipun Ryan terkesan dingin, namun ia akan tetap membalas sapaan dari Angela.
"Siapa wanita yang bersama boss? Tidak biasanya boss membawa seorang wanita ke kantor." Gumam Angela dalam hati. Ia memang belum tau kalau atasannya itu sudah mempunyai istri karena ia adalah sekretaris sementara yang menggantikan sekretaris sebelumnya yang cuti melahirkan.
Diandra memperhatikan sekretaris suaminya dengan seksama kemudian ikut masuk kedalam ruangan suaminya. Angela pun ikut masuk dengan maksud memberikan jadwal kegiatan Ryan hari ini.
"Permisi tuan muda, ini jadwal anda untuk hari ini." Kata Angela sambil menyerahkan sebuah map kepada Ryan.
"Kosongkan semua jadwalku hari ini." perintah Ryan.
"Tapi tuan, hari ini ada rapat penting yang harus tuan hadiri. Ini mengenai project besar di Negara Bagian S." Jelas Angela.
"Tidak apa-apa sayang, aku bisa tunggu kamu disini saat kamu rapat. Aku tidak apa-apa kok." Kata Diandra.
"Kamu yakin..? aku bisa minta bantuan papa untuk menggantikanku." Kata Ryan.
"Tidak..tidak... kamu harus mengikuti rapatnya. Kamu harus profesional. Aku gak mau nanti Papa pikirnya gara-gara aku kamu jadi tidak fokus sama pekerjaanmu." Terang Diandra.
__ADS_1
"Lebay banget sih nih cewek..." Gerutu angela dalam hati.
"Baiklah, karena istriku yang minta jadi aku akan mengikuti rapatnya." Kata Ryan menggenggam tangan istrinya dan menciumnya.
"Apaaa...? Si boss udah nikah ? Dan wanita ini istrinya ? Istrinya biasa aja, gak cocok sama si boss. Kalau sama aku kayaknya Lebih serasi deh... Nasib..nasib.." Gumam Angela dalam hati dan memperlihatkan wajahnya yang kurang bersemangat.
"Angela, kamu kenapa ? Apa kamu sakit ?" Tanya Ryan heran.
"Eh, iya Tuan saya tidak apa-apa hanya sedikit shock." Jawab Angela polos.
"Shock..? karena ?" Ryan semakin heran.
"Enng... maaf tuan. Maksud saya bukan begitu. Saya permisi ke toilet sebentar tuan." Angela pun berlalu, ia takut semakin lama ia berada disana pikirannya akan semakin kacau.
"Sayang, sekretaris kamu aneh !" Kata Diandra.
"Aneh kenapa ? Dia itu hanya sementara. Dia yang menggantikan Nurul semntara waktu selama Nurul cuti lahiran." Jelas Ryan.
"Apa dia yang membuat kamu betah berlama-lama di kantor ? Bekerja dengan wanita muda, cantik dan sexy." Kata Diandra seolah mendikte.
"Ya ampun sayang... belakangan ini aku memang banyak kerjaan. Bukan karena siapa-siapa..!" Kata Ryan mencoba membela dirinya. Inilah salah satu alasan ia tidak ingin mebawa istrinya ke kantor. Ia takut jika istrinya akan berpikiran macam-macam karena Ryan di kantor I di kelilingi oleh wanita-wanita cantik dan juga sexy.
"Kamu jujur saja, apa kamu mulai bosan sama aku ? Aku kan tidak secantik dan sesexy mereka-mereka." kata Diandra ber api-api.
"Sayang, kamu kok gitu sih... Kamu yang paling cantik dan paling sexy di mataku." Ryan mendekap tubuh istrinya, dan berhasil membuat Diandra luluh.
"Benarkah ?" Mata Diandra berbinar-binar.
"Ya ampun... istriku ini benar-benar menggemaskan" Batin Ryan.
"Iya sayang... mana mungkin aku segila ini mencintaimu jika aku berbohong. Kamu dan Varo adalah segalanya bagiku." Mengecup kening Diandra.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu rapat sana... Aku akan menunggumu sambil baca novel kesukaanku." Kata Diandra.
"Memangnya kamu bawa Novel kesini ? tapi aku tidak liat kamu bawa apa-apa." Tukas Ryan.
"Iddiihh.... gaptek. Novelnya ada di smartphone sayang." Sambil menunjukkan aplikasi Noveltoon yang ada di ponselnya.
"Ooh... baiklah, aku ke ruang rapat sekarang. Doakan yah, semoga rapatnya berjalan lancar." Kata Ryan sambil berlalu.
"Sayang tunggu...!" Ryan kembali menoleh.
"Apalagi Tuhan....!" Ryan mendengus kesal dalam hati namun tetap tersenyum. Diandra berjalan mendekati suaminya kemudian mengecup bibir suaminya. Yang tadinya Ryan merasa kesal akan tingkah aneh istrinya, kini ia berbunga-bunga dan semakin berssmangat mengikuti rapat itu.
"Semangat sayang...!" Diandra menyemangati suaminya.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung....
Like dan Vote Please...
Biasakanlah memberikan apresiasi kepada author biar author lebih semangat dalam berkarya.
__ADS_1
Terima kasih 🥰**