Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Opa selalu jadi juara


__ADS_3

Setelah puas saling serang menyerang, mereka akhirnya istirahat. Bantal sofa berserakan di mana-mana karena dijadikan senjata untuk menyerang musuh. (😆)


"Ck..ck..ck... mereka seperti anak kecil saja." Gumam Bu Mirah memperhatikan tingkah mereka yang bermain perang bantal.


Baik Ryan maupun Diandra, sangat jarang keduanya merasa sebahagia ini. Kalau Hendra tidak usah di tanya lagi. Dia memang tipe pria periang, jadi untuk bahagia saja pasti dia lebih punya banyak cara untuk mendapatkannya. Berbeda dengan Ryan yang cenderung kaku dan dingin.


Beep..bepp !!


Mobil Pak Raka terparkir rapi di halaman rumah Diandra. Mama Rika turun dari mobil diikuti oleh Varo kemudian berlari ke dalam rumah.


"Assalamualaikum..." Varo setengah berteriak.


"waalaikum salam.." Semua menjawab dengan serentak.


"Mama... lihat ini. Varo bawa sesuatu buat Mama dan Papa Ryan." Menunjukkan paperbag pada Diandra.


Diandra tercengang mendengar perkataan Varo yang memanggil Ryan dengan sebutan Papa.


"Papa Ryan...? Mungkin Mama yang mengajarinya." Gumamnya dalam hati.


"Varo bilang apa sayang ? Papa Ryan ?" Tanya Mama Rika.


"Varo bilang Mama dan Papa Ryan." Jawabnya sambil menatap ke arah Diandra kemudian ke Ryan.


"Siapa yang ngajarin ?" Taanya Mama Rika lagi.


"Gak ada Oma... Mama sama Papa Ryan kan mau menikah, jadi sebentar lagi Papa Ryan akan jadi papa benerannya Varo. Iya kan Ma..?" Tanya Varo polos.


Diandra mengangguk tersenyum menjawab pertanyaan anaknya.


"Anaknya papa pintar banget..!" Timpal Ryan kemudian mendekap tubuh kecil Varo. Varo pun membalas pelukan Ryan kemudian duduk manja di pangkuan Ryan.


"Waahhh... berarti Opa sudah dilupain nih...!" Kata Pak Raka yang tiba-tiba muncul duduk di samping Ryan.


"Tidak kok Opa... Opa selalu jadi juara.." Sambil menunjukkan jempolnya.

__ADS_1


Haa..haa..haaa...!!


Semuanya tertawa mendengar ocehan Varo.


Tak lama kemudian Mama Rika dan Pak Raka pamit pulang. Seperti biasa, Ryan ingin tinggal lebih lama dulu. Ia sudah menelpon salah satu asistennya untuk membawakannya baju ganti.


Diandra dan Melda sibuk membantu Bu Mirah di dapur. Sedangkan Ryan asik menemani Varo bermain. Tak lama kemudian hidangan pun mulai di suguhkan. Mereka makan dengan lahap karena jam makan siang mereka molor beberapa jam.


Setelah makan, melda membantu Bu Mirah membersihkan dapur, Hendra dan Ryan berbincang di ruang tamu, Sedangkan Diandra menidurkan Varo yang tampak kelelahan setelah bermain. Saat Varo sudah terlelap, ia pun menyusul Melda yang tengah beres-beres di dapur. Setelah selesai, mereka pun ke ruang tamu menghampiri para pria.


"Varo suda tidur sayang ?" Tanya Ryan.


"Iya sudah...!" Jawab Diandra singkat.


Saat hendak duduk, tangan Diandra tiba-tiba di tarik oleh Ryan. Ia terjatuh tepat di pangkuan Ryan. Ia hendak bendiri namun tenaga Ryan sangat kuat menahannya.


"Ryan... apa-apaan ini, lepasin gak..!"


"Duduk sebentar. Kenapa kamu tidak pernah patuh kepadaku ?"


"Huuffttt..... kenapa sih dia. Belum menikah aja tingkahnya sudah seperti ini. Bagaimana nanti saat kami sudah menikah ??" Gumamnya dalam hati.


"Aaarrgghhh....!" Berteriak membayangkan.


Ternyata teriakannya melonggarkan pelukan Ryan, akhirnya ia pun bisa lepas dari cengkraman CEO mesum galak itu. 😆


"Heiii... kamu kenapa Di ?" Hendra bertanya.


"Eenng... Gak apa-apa..!"


"Siang-siang kesurupan." Celutuk Ryan.


"Apa ?!" Diandra membulatkan matanya setengah berteriak.


"Aaahhh... kalian ini. Bertengkar terus kerjanya. Mel... kita balik aja yuk..!" Menggenggam tangan Melda kemudian menariknya meninggalkan rumah Diandra.

__ADS_1


"Liat kan... gara-gara kamu Hendra dan Melda jadi tidak nyaman berada di rumah ini." Diandra kesal.


"Biarin aja..!" Jawab Ryan penuh kemenangan.


Ternyata, membuat Diandra kesal kini menjadi salah satu hobbynya. Namun siapa sangka hobby barunya itu berhasil mengusir Hendra dan Melda.


"Akhirnya mereka berdua pergi juga, mengganggu saja !" gumam Ryan.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.


Like


Comment


Share


Add Favorite


Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐


Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada nobelnya.


Terima kasih

__ADS_1


❤Author


__ADS_2