
Esok harinya, Ibu Rika tiba di Kota M dengan selamat. Ryan tidak menjemputnya karena sedang meeting dengan pemerintah setempat. Dari Bandara Ibu Rika langsung menuju Mall M Town untuk membeli beberapa keperluannya.
Setelah berbelanja, Ia pun menuju ke salah satu cafe yang ada di mall itu. Ia mengingat akan sosok teman lama dan menelponnya.
Ibu Rika memberitahu bahwa Ia telah tiba di kota M. Ia mengingatkan temannya itu mengenai infestasi yang Ia janjikan di perusahaan temannya. Sayang sekali, teman Ibu Rika sedang berada di luar kota jadi Ia mengutus salah satu staff kepercayaannya untuk mewakilinya menemui ibu Rika.
"Kalau begitu suruh dia ke Cafe sekarang yah" Kata Ibu Rika kepada temannya sebelum memutuskan sambungan telepon.
Tak lama Ibu Rika menunggu, orang yang ditunggu akhirnya datang.
"Maaf nyonya, apakah anda Ibu Rika temannya Pak Adrian ?".
"Iya, saya orangnya. Mari silahkan duduk". Ajak Rika.
Rika memperhatikan dengan seksama wanita yang ada dihapannya. Dibacanya Nametag wanita itu. DIANDRA.
"Apa ini orangnya ?" Gumam Rika dalam hati kemudian mengambil foto tanpa sepengetahuan Diandra kemudian mengirimnya ke Hendra.
📨 "Apa ini orangnya ?" pesan Rika yang mengirim foto Diandra ke Hendra.
📩 "Yahh... betul tante itu dia orangnya".
"Oohh.. jadi ini orangnya, Ryan memang pintar melihat wanita" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Rika pun menyimpan ponselnya ke dalam tas.
Keduanya berkenalan, tapi Rika tidak memakai nama WIJAYA diperkenalannya. Dia hanya ingin mengetahui secara langsung bagaimana keperibadian wanita yang di cintai anaknya itu.
Setelah perkenalan, Diandra pun mulai mengenalkan produk yang akan ditawarkan ke Rika. Seperti biasa, dengan kemampuannya Diandra meyakinkan Rika bahwa Ia tidak salah memilih jenis infestasi.
Setelah membicarakan bisnis.. Rika mulai mendekati Diandra dengan sesekali bertanya persoalan pribadinya.
"Maaf kalau boleh Ibu tahu, apa anda sudah berkeluarga?" Tanya Rika yang membuat Diandra kaget.
"Iya Bu, saya telah menikah dan memiliki satu anak." Jawab Diandra.
"Jadi Suaminya dimana nak ??"Sedikit memberanikan diri menanyakan hal sensitif kepada Diandra meskipun ia tahu akan sedikit melukai perasaan Diandra.
"Suami saya meninggal tiga tahun yang lalu Bu. Sedangkan anak saya sekarang masih duduk di Bangku TK". Menjawab pertanyaan Rika dengan tegar.
"Dari dulu saya ingin punya anak perempuan, tapi Tuhan hanya memberi saya anak laki-laki. Andai saja saya bisa memiliki anak perempuan seperti Nak Dian" Ucapnya memuji Dian dan Dian hanya tersenyum menanggapi kata-kata Rika.
"Anak saya mungkin seumuran dengan Nak Dian, paling selisih 2 atau 3 tahun. Sayang sekali dia belum mau menikah. Semoga saja nanti dia mendapat jodoh seperti Nak Dian.." Kata Rika penuh harap.
Keduanya menghabiskan waktu cukup lama. Diandra merasa nyaman mengobrol dengan Ibu Rika, Ia merasa berada dekat dengan Ibunya sendiri. Ia belum menyadari bahwa wanita yang ada di depannya adalah Ibu dari Ryan Putra Wijaya.
"Kalau begitu, Ibu jalan dulu yah nak... masih ada urusan". Pamit Rika
__ADS_1
"Iya Bu, Dian juga masih ada kerjaan di kantor". Kata Dian.
"Oh Iya, kapan-kapan main ke rumah ibu yah, ajak anak kamu juga" ajak Rika.
"Iya bu, Insya Allah. Saya tinggal tunggu ajakan saja". kata Dian dengan tertawa kecil.
Keduanya pun saling bertukar nomor telepon kemudian berpisah ke arah tujuan masing-masing.
Sebenarnya, tujuan utama Rika datang ke Kota M yaitu ingin mempertemukan Diandra dan Ryan. Soal infestasi itu hanya akal-akalannya saja. Rika yakin bahwa Diandra adalah wanita yang tepat dan baik, dia pantas untuk mendampingi putra semata wayangnya.
Meskipun Rika kini telah menjadi pengusaha sukses, tapi itu tidak membuatnya menjadi wanita yang sombong. Sebenarnya Ia pun dulu dari keluarga yang sederhana, karena kebaikannya membuat Tuan Wijaya jatuh cinta dan mempersuntingnya.
___________________________________
Bersambung...
Terimakasih atas partisipasi para readers.
Tetap di Like, comment dan share yah...
Ikuti terus lanjutan kisahnya
❤❤
__ADS_1