
Setelah Diandra masuk ke dalam gedung kantornya, Bella pun melajukan mobilnya menuju rumahnya. Selama dalam perjalanan, sumpah serapah tak henti-hentinya keluar dari mulutnya. Cindy yang berada di sampingnya hanya berusaha menghibur sahabatnya itu.
Bella memarkirkan mobil dengan asal ketika memasuki halaman rumahnya. Ia pun membanting pintu mobil dengan kasar.
"Apa bagusnya sih dia..?" Tanya Bella pada Cindy yang sedari tadi mengekorinya.
"Kalau tampang sih, biasa aja. Tapi kelihatannya dia orang yang sangat tenang. Aku yakin Ryan merasa tenang dan nyaman saat bersama wanita itu." Kata Cindy polos sambil menatap ke langi-langit kamar Bella.
"Appaaa.....??? Kamu belain wanita itu ??" Bella melototkan matanya pada Cindy.
"Bu..bu..bukan itu maksudku Bel..!" mengibaskan kedua tangannya Merasa ketakutan melihat tatapan Bella.
Bella melipat kedua tangannya memalingkan wajahnya dari Cindy dengan kasar. Nafasnya terdengar kasar karena menahan amarah.
"Bel... aku cuma mau jujur. Sepertinya Ryan sangat mencintai wanita itu, sebentar lagi mereka akan menikah. Kamu lepasin Ryan yah... Masih banyak kok di luar sana laki-laki yang lebih kaya dan lebih ganteng dari Ryan. Kamu ini cantik, putri bangsawan, model lagi... siapa sih laki-laki yang bakal menolak kamu ?" Cindy berusaha menghibur Bella.
"Ada Cin.... Ryan..!" Bella tertunduk sedih air matanya pun mengalir dan bersandar di pundak Cindy.
"Sudah..sudah... kamu yang semangat."
"Aku ingin menemui Ryan, untuk terakhir kalinya. Ryan benar, kesalahan semuanya ada padaku. Aku bahkan tidak menyadari kesalahanku dan tidak meminta maaf padanya."
"Bagus dong kalau gitu... Tapi jangan menemuinya sekarang. Tunggu waktu yang tepat."
"Kenapa..? Bukankah lebih cepat akan lebih baik ?"
"Ryan masih marah. Dia tidak akan mau menemuimu. Tunggu sampai semuanya tenang."
"Terima kasuh cindy... kamu memang sahabatku yang paling baik..." Keduanya berpelukan.
******
__ADS_1
Bank X.
Diandra tidak bisa fokus pada pekerjaan. Ia selalu memikirkan pertemuannya dengan Bella siang tadi.
"Bella telah kembali dan masih mengharapkan Ryan. Apakah Ryan juga masih mencintainya ? Jika mereka saling mencintai, berarti aku hanyalah penghalang bagi mereka. Tapi, bukankah Ryan mencintaiku ?? Yaa Tuhan... ada apa ini. Apa aku egois jika menahan Ryan agar tetap di sisiku ? Aku bahkan tidak mau kehilangan dia lagi." Batin Diandra.
" Dian...!" Jihan tiba-tiba membuyarkan lamunan Diandra.
"Eehh Jihan... bikin kaget aja. Eh, bagaimana rasanya jadi sekretaris si boss ?" Tanya Diandra mengalihkan perhatian Jihan.
"Yaahh... gampang-gampang susah sih. Ada enaknya, tapi kadang membosankan. Tapi masih mending sih daripada di teller." Kata Jihan.
"Syukurlah kalau kamu merasa lebih nyaman. Di unit manapun kita bekerja, yang penting kita merasa nyaman, itu yang utama."
"Iya sih... Belum pulang ??" Tanya Jihan.
"Dikit lagi, mau kirim laporan dulu ke kantor Wilayah."
"Ciyeeee.... yang sudah jadian.."
"Aaahhh bisa aja. Kak Dian juga kan bentar lagi mau nikah." Kata Jihan membalas godaan Diandra.
"Sssttt... Jangan keras-keras...! Kamu dengar dari siapa ?"
"Waktu itu kan aku nemenin Pak Boss ketemu sama calon mertua kamu. Yaahh aku dengar semuanya. Udah ah... aku pulang dulu.... Daaaghhh.." Jihan melambaikan tangannya pada Diandra.
"Yahh... orang di kantor sudah pada tau rupanya." Diandra bergumam lirih.
Ddrrttt....drreeett.... Ponsel Diandra bergetar pertanda ada pesan masuk.
📩 "Aku jemput jam 8"
__ADS_1
📨 " Mau kemana kita ?"
📩 Sampai ketemu nanti malam sayang.
"Hmm.... Dia selalu tau bagaimana caranya membuatku berbunga-bunga. Bagaimana bisa aku melepasmu ?"
Katanya dalam hati.
Laporanpun berhasil terkerim ke alamat yang dituju. Ia merapikan meja kerjanya dan mengemasi barang-barangnya. Ia mengambil tas, ponsel dan kunci mobilnya kemudian menuruni tangga keluar dari gedung Bank X menuju parkiran. Ia mengendarai mobilnya dengan perasaan yang senang.
.
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.
Like
Comment
Share
Add Favorite
Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada novelnya.