Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Tamu tak diundang.


__ADS_3

Ryan terus-terusan menggoda Diandra dan membuatnya marah. Diandra mulai lelah, ia pun menyusul Varo ke dalam kamar sedangkan Ryan mememilih tidur di kamar Varo.


***


Setelah makan malam, Ryanpun pamit pulang ke rumahnya. Ia sangat puas seharian menemani Varo bermain, tentu saja sambil menggoda Diandra.


Ryan mengemudikan mobil sportnya menuju rumah. Saat turun dari mobil usai memarkirkan mobilnya, ia melihat ada sebuah mobil yang terparkir namun tak ia kenali. Perasaannya mulai tak nyaman.


"Mobil siapa ? Sepertinya bukan mobil Papa ataupun Hendra." Bergumam lirih sambil mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah.


Pelayan yang membukakan pintu menyapa Ryan dengan hati-hati.


"Selamat malam tuan muda."


"Malam... ada tamu ?"


"Iya tuan..!" Pelayan hanya menjawab singkat kemudian kembali menutup pintu saat Ryan mulai berlalu.


Ryan menghentikan langkahnya ketika melihat siapa yang tengah duduk di ruang tamu.


"Bella..." Membelalak kaget.


Sontak Bella berbalik menatap Ryan kemudian beranjak dari duduknya dan menghabur memeluk tubuh Ryan.


"Ryan, aku sudah kembali. Aku merindukanmu.." Ucapnya sambil memeluk erat pinggang Ryan.


Ryan hanya mematung tak membalas pelukan Bella kemudian mendorong pelan tubuh langsing Bella agar melepas pelukannya.


Bella adalah anak dari mantan Walikota kota M, wanita yang pernah di cintai oleh Ryan. Bahkan keduanya sempat bertunangan. Tiga tahun yang lalu yang bertepatan dengan kecelakaan Mario, Ryan sengaja berkunjung ke kota M dari Kota J hanya untuk memberi kejutan pada kekasihnya itu. Bukannya memberi kejutan, malah dia yang mendapat kejutan saat tiba di kota M.


Flashback On.


Hari ini adalah ulang tahun Bella, Ryan berkendara selama sepuluh jam dari kota J hanya untuk memberi kejutan kepada Bella kekasihnya. Namun betapa kagetnya dia saat memasuki salah satu restoran yang akan di reservasinya untuk makan malam dengan Bella.


Saat berbicara dengan waiters, dari kejauhan ia melihat sosok wanita yang tidak asing baginya. Ia pun mendekat, dan ternyata dugaannya memang benar. Wanita itu tak lain adalah Bella kekasihnya.

__ADS_1


Ia mendapati kekasihnya itu tengah berduaan dan beradegan yang tak senonoh dengan pria lain.


"Apa-apaan ini Bel...! Kita selesai..!!"


Karena merasa di khianati, Saat itu juga Ryan akhirnya memutuskan hubungannya dengan Bella. Bella pun nampaknya tidak berusaha mengejar Ryan untuk menjelaskan segalanya.


Saat dalam perjalanan pulang, Ryan mendapat pesan dari Bella yang isinya :


" Ryan, aku lelah dengan sikapmu yang terlalu over protective. Awalnya aku sangat mencintaimu, namun lama kelamaaan aku merasa bosan dan jenuh akan hubungan kita. Bersamanya membuatku merasa jauh lebih nyaman dibanding bersamamu. Lupakanlah aku."


"Ciih.... dia bahkan tidak meminta maaf. Ok, Fine...!" Ucapnya setelah membaca pesan dari Bella kemudian melemparnya ke kursi samping kemudi.


Bbuugghh... !!!


Kecelakaan itu pun terjadi.


Flashback Off.


****


"Mau apa kamu kesini ?"


"Tapi aku tidak...!"


"Ryan... aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita."


"Hahh... buat apa ? Aku bahkan tidak mengharapkanmu kembali."


"Ryan... jangan kasar begitu nak..!" Mama Rika menimpali.


"Mama... tolong bantu membujuk Ryan..!" Bella bergeluyut manja di lengan Mama Rika.


"Bella.... lebih baik kamu pulang dulu." Bujuk Mama Rika karena merasa serba salah. Biar bagaimanapun Rika dan Bella pernah sangat dekat. Ia pun tidak tega jika harus secara terang-terangan menolak kehadiran Bella.


"Mama.... mama juga ngusir Bella..?" Bella merasa sedih akan perkataan Mama Rika.

__ADS_1


"Bukan begitu Bel... lebih baik kamu pulang dulu. Ryan sepertinya masih marah sama kamu. Lebih baik tunggu keadaannya tenang dulu."


"Baiklah Ma.. nanti Bella akan kemabali lagi."


"Lebih baik jangan kembali lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan mengharapkanmu lagi..!" Tegas Ryan.


Bella hanya menatap nanar ke arah Ryan, kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Ryan dan Mama Rika di ruang tamu. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih buat para reader yang sudah setia menunggu update kisah Diandra. Mohon partisipasinya untuk meninggalkan jejak setelah membaca.


Like


Comment


Share


Add Favorite


Rate 5⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Jika berkenan, mohon ke ikhlasannya untuk memberikan Vote pada novelnya.


Terima kasih


__ADS_2