Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Kamar tidur.


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobil, Ryan membukakan pintu untuk Diandra. Ia menggenggam tangan Diandra masuk ke dalam rumah.


"Kamu ikut aku, yah... aku akan menunjukkan sesuatu padamu." Kata Ryan sambil terus berjalan menggandeng tangan Diandra.


Keduanya menuju salah satu ruangan yang memang belum pernah di lihat Diandra. Ryan membuka pintu ruangan itu, alangkah terkejutnya Diandra melihat isi ruangan itu. Satu ruangan yang begitu luas, dengan cat berwarna putih, didalamnya terdapat tempat tidur berukuran besar, dengan ukiran berwarna emas, perabotan elegan dan mewah juga menghiasi kamar itu.


"Indah sekali..." Kata Diandra kagum.


"Kelak kamar ini akan jadi kamar kita. Kamu suka ?


"Iya, aku sangat suka. Terimakasih sayang..." kata Diandra kemudian memeluk Ryan.


Ryan dengan senang hati membalas pelukan Diandra. Saat hendak mencium Diandra, tiba-tiba tubuhnya di dorong oleh Diandra.


"Jangan mesum disini,, tunggu sampai kita sudah menikah." Kata Diandra dengan wajah yang memerah.


"Aku hanya akan menciummu." Kata Ryan membela diri.


"Pokoknya tidak boleh. Tunggu sampai kita menikah."


"Kalau begitu ayo menikah sekarang."


"Ryan...!" Baru saja Diandra ingin menjauh dari Ryan, namun Ryan sudah mendekapnya dengan kuat.


Dilumatnya bibir Diandra dengan lembut. Diandra berusaha meronta melepas dekapan Ryan, namun tubuhnya tidak sanggup menolak sentuhan lembut Ryan. Iapun menikmatinya, dan mengangkat tangannya kemudian melingkarkannya di leher Ryan. Keduanya benar-benar terhanyut dalam ciuman panas. Tanpa mereka sadari, keduanya kini telah berada di tempat tidur. Ryan duduk di tepi renjang, sedangkan Diandra duduk di pangkuan Ryan tanpa melepas ciumannya.


Ryan hendak membuka kancing baju Diandra, namun Diandra menahan tangannya.


"Aku mohon jangan memintanya sekarang." Ucap Diandra pelan.


Ryan menghentikan aksinya. Ia mencium kening Diandra dengan mesra dan memeluk pinggang kecil Diandra.


"Maafkan aku karena lepas kendali." Kata Ryan sedikit menyesal.


"Tidak apa-apa, bukan hanya kamu yang lepas kendali."

__ADS_1


kata Diandra membalas pelukan Ryan.


"Bisakah kamu berdiri, juniorku semakin tersiksa jika kamu terus-terusan berada diatasku." Kata Ryan menggoda Diandra.


"Eehh... maaf..maaf.." Diandra berdiri dan duduk di samping Ryan.


"Kenapa aku bisa duduk dipangkuannya ? Apa aku yang menggodanya barusan.? Oh tidak..!" Kata Diandra dalam hati sambil memejamkan mata dengan kasar karena malu.


"Kamu kenapa ??" Tanya Ryan.


"Ti..ti..tidak kenapa-kenapa. Ayo kita keluar dari kamar ini. Disini sangat tidak nyaman." Ajak Diandra.


"Bukankah kamu sangat menikmati suasana di kamar ini ?" Tanya Ryan sekali lagi mencoba menggoda Diandra.


"Aahhh... cerewet..!" Kata Diandra yang langsung berdiri dan meninggalkan Ryan di kamar.


Ryan menuju dapur mengambil air putih untuk Diandra. Biasanya setelah berciuman, ia akan merasa haus. Ia pun menyusul Diandra yang duduk termenung di ruang tengah.


"Kita delivery aja, yah... kamu makan makan apa ?" Tabya Ryan yang membuyarkan lamunan Diandra.


"Terserah saja. Kalau kamu mau makan apa ?" Tanya Diandra balik.


"Ryan....!"


"Habisnya kamu sih, ditanya jawabnya terserah. Mau makan Pizza ?"


"Boleh..!"


"Ya udah, aku pesan Pizza aja."


Pesanan pizza mereka pun datang. Keduanya menikmati Pizza sambil nonton TV. Setelah makan, Ryan menuju ruang kerjanya mengambil sebuah kotak. Dibawa nya ke kotak itu dan ditunjukkannya kepada Diandra.


"Sayang, coba lihat ini."


"Apa ini ?"

__ADS_1


Ryan membuka kotak berwarna putih dan menunjukkan isinya kepada Diandra. Dikeluarkannya beberapa contoh undangan pernikahan dan diberikan kepada Diandra.


"Kamu suka yang mana ?" Tanya Ryan.


"Ini undangan ?" Diandra balik bertanya.


"Iya... ini contoh undangan yang dikirimkan Mama tadi siang."


"Semuanya bagus Ryan.." Dengan mata berbinar melihat contoh undangan itu secara bergantian.


"Kamu pilih saja sesuai seleramu. Aku ikut kamu saja." Kata Ryan yang menatap dalam ke arah Diandra.


"Aku suka yang ini." Menunjuk salah satu undangan dan diberikan pada Ryan.


"Baiklah, akan kuberitahu Mama untuk memesan yang ini saja."


"Terimakasih sayang, kamu sangat perhatian. Aku bahagia sekali. Jangan pernah berubah, aku mencintaimu." Kata Diandra langsung memeluk Ryan.


"Aku lebih mencintaimu." Kata Ryan yang membalas pelukan Diandra.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon maaf atas segala kekurangannya.

__ADS_1


Tetap ikuti kisahnya, jangan lupa meninggalkan jejak setelah membaca. Bantu support author agar lebih semangat menulis kelanjutan ceritanya. Mohon kritik dan sarannya di kolom komentar.


Jangan lupa Vote.


__ADS_2