Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku
Pernikahan.


__ADS_3

Kesalah fahaman antara Diandra dan Ryan telah selesai. Dengan berat hati Bella melepaskan Ryan, mencoba mengikhlaskan segalanya. Ia pun bersiap-siap untuk ke negara S melanjutkan studynya.


Hari yang di nanti-nanti pun telah tiba. Segala keperluan pernikahan telah di siapkan. Karena permintaan calon suami, Diandrapun mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ryan ingin agar ia lebih fokus mengurusnya dan Varo. Meskipun berat hati, Diandra memenuhi permintaan Ryan.


Sambutan oleh MC mengawali acara Sakral Ryan dan Diandra, dan dilanjutkan pembacaan ayat suci yang di lantunkan dengan merdu oleh Qori.


Kini Tiba saatnya Ryan mengucapkan Ijab Qabul di depan penghulu dan keluarga serta kerabat yang turut hadir dengan lantang, kemudian para saksi yang telah di tunjuk mengucapkan kata "SAH" setelah mendengarkan Ijab yang di ucapkan oleh Ryan.


Keduanya kini telah resmi menjadi suami dan isteri di mata hukum dan agama. Diandra mencium punggung tangan suaminya, Ryan pun mengecup kening isterinya. Keduanya menghampiri Papa Raka dan Mama Rika untuk sungkeman. Kemudian menghampiri Ibu Mirah yang sedari tadi meneteskan air mata bahagianya. Ryan dan Diandra mencium tangan Ibu Mirah secara bergantian.


Yang paling semangat diantara semua yang hadir adalah si kecil Varo. Sangat jelas dari raut wajahnya memancarkan kebahagiaan. Ia sangat bahagia melihat kedua orang yang di cintainya kini bersatu untuk selamanya. Ia memeluk dan menciumi pipi Ryan dan Diandra secara bergantian. Kemudian berlari ke pangkuan Opa Raka. Semua yang melihat tertawa akan tingkah lucu Varo.


Diandra dan Ryan disibukkan dengan menyalami para tamu yang turut hadir memeriahkan pestanya. Ryan yang mulai merasa bosan sesekali menjahili wanita yang kini menjadi istrinya itu.


"Ryan... jangan ngaco deh.. Malu diliatin orang." Kata Diandra yang menegaskan suaranya ditelinga Ryan yang sedari tadi berusaha menggodanya.


"Emang kenapa..? kamu kan istriku, jadi suka-suka aku dong." Kata Ryan tanpa menatap wajah istrinya. Diandra hanya ternganga melihat kearah suaminya yang kekanak-kanakan. Ia pun mencubit pinggang suaminya dengan sedikit bertenaga.


"Hmmm... rasakan ini..!" Gumam Diandra.


"Aaaooowww.....!!! Sakit sayang....!" Seru Ryan yang berhasil mengalihkan mata para tamu kepada mereka berdua.


"Heeii... kalian kenapa ?" Tanya Mama Rika keheranan.


"Ini, Ma... Diandra udah gak sabar pengen ke kamar." Jawab Ryan santai.


"Paling-paling abang tuh yang gak sabar pengen belah duren secepatnya..!" Pungkas Hendra meledek abang sepupunya.


"Dasar anak ingusan...! berani-beraninya kamu meledekku di depan para tamu. Awas saja nanti gajimu akan kupotong." Ancam Ryan.


"Ngomong apa kamu sama adik kamu ?" Papa Raka menimpali, dan berhasil membuat Hendra tertawa penuh kemenangan dan menjulurkan lidahnya ke arah Ryan.


Para tamu tertawa melihat adegan itu. Diandra sedari tadi hanya menunduk malu mendengar ocehan suaminya.


"Sayang... jangan bikin aku malu dong..!" bisik Diandra pelan pada suaminya.

__ADS_1


"Makanya jangan bertingkah, tunggu sampai kita berdua berada di dalam kamar. Ok sayang..?" Ryan cengengesan menggida istrinya.


"Dasar otak mesum !" Diandra merasa kesal.


"Mesum sama istri sendiri gak apa-apa dong yah.." Ryan semakin suka menggoda istrinya yang terlihat menggemaskan saat marah.


*****


Pesta telah usai. Para tamu pun meninggalkan tempat acara menuju kediaman masing-masing. Raja dan ratu semalam pun menuju kamar hotel yang telah di siapkan. Ryan menggandeng istrinya menuju kamar pengantin, sedangkan Diandra pun menggandeng putra semata wayangnya.


"Huuuhhh.... Varo lelah, Ma..." Ucap Varo saat mendaratkan bokongnya di atas sofa.


"Varo capek..? Memangnya Varo abis ngapain sayang ?" Kata Diandra sambil menghampiri anaknya.


"Varo tadi capek menyambut tamunya Papa Ryan, orang dewasa memang sangat membosankan. Selalu saja mencubit dan mencium pipi Varo." Ucap Varo dengan kesal.


"Masa sih...? itu tandanya anak Papa ganteng dan menggemaskan." Kata Ryan berusaha menghibur Varo.


"Sayang, apa malam ini kita akan tidur bertiga?" Bisik Ryan pada Diandra dengan raut wajah yang cemas.


"Ini malam pertama kita sayang...!" Jawab Ryan dengan nada memelas. Diandra hanya senyum-senyum menatap wajah suaminya yang terlihat kacau.


Tok..tok..tok...!!!


Seseorang mengetuk pintu kamar dari luar.


"Siapa sih... mengganggu aja..!" Gerutu Ryan sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Mama... kenapa kesini ? Mengganggu saja." kata Ryan kesal.


"Mama kesini justru mau menolongmu." Kata Mama Rika yang berjalan ke arah Diandra. Ryan yang melihat tingkah mamanya melongo keheranan.


"Eh, Mama...!" sapa Diandra.


"Ini, mama bawakan pakaian ganti untuk kamu." Sambil menyodorkan paperbag berwarna cokelat.

__ADS_1


"Makasih ma.." Meraih paprbag dari tangan Mama Rika.


"Sekarang Varo ikut Oma yah sayang.. Oma mau malam ini Varo tidurnya sama Oma." Kata Mama Rika sambil menatap Ryan. Seketika senyim bahagia terpancar dari raut wajah Ryan.


"Mama hebat banget sih.." Gumam Ryan.


"Gak mau Oma... Varo bobonya sama Mama aja." kata Varo.


"Kan ada papa sayang... sekarang Papa yang akan menemani Mama bobo." Pungkas Ryan.


"No..no... tadi Varo liat Papa jahatin mama. Varo mau jahain mama disini." Kata Varo lagi.


"Tapi sayang...!" Perkataan Ryan menggantung menatap memelas ke arah istrinya.


"Varo sayang... Papa itu sayang sama Mama dan Varo. Papa tidak mungkin jahatin Mama." Kata Mama Rika berusaha meyakinkan Varo.


"Apa itu benar, Pa..?" Tanya Varo.


"Benar sayang.... Papa sangaaatttt sayang sama Mama dan Varo." Kata Ryan.


"Baiklah... Varo ikut Oma saja. Papa jangan nakal yah..!" Ancam Varo kemudian berjalan ke arah Omanya.


"Uuhhh anak pintar." Ucap Ryan kegirangan...


Mama Rika dan Varo bergandengan tangan keluar dari kamar Ryan dan Diandra. Keduanya kini berdua di dalam kamar yang dipenuhi dengan bunga-bunga khas kamar pengantin.


******


Ceritanya udah tamat...


Tapi akan saya up untuk ekstra partnya...


Check it out.. !


Terima kasih untuk para reader ketceh yang setia mengikuti kisahnya.

__ADS_1


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan.


__ADS_2